Google Chrome atau Microsoft Edge?

Belakangan ini saya berpikir untuk memilih, apakah akan bermigrasi ke Microsoft Edge? Tunggu dulu, bukankah ini terdengar konyol? Karena semenjak pendahulunya, yaitu Internet Explorer, peramban buatan Windows tidak begitu mengena di hati pengguna.

Saya hanya melihat, ada banyak polesan yang muncul pada Microsoft Edge, tapi itu juga tidak membuat saya berpikir untuk berpindah. Polesan tidak bermakna tanpa adanya manfaat langsung yang dirasakan pengguna, bukankah begitu?

Capture

Google Chrome vs Microsoft Edge (Adblock: aktif) pada Windows 10.

Continue reading →

Iklan

Antara Chromed Bird dan Plurkium

Pengguna jejaring sosial twitter dan plurk sudah pasti selalu mencari aplikasi klien yang sesuai untuk keperluannya. Karena keduanya adalah jenis microblogging, pemanfaatannya juga lebih umum dibandingkan sebuah blog standar seperti yang sedang Anda baca saat ini.

Sayangnya kita tidak membahas keunggulan antara kedua jejaring sosial ini, karena bagi saya, dua-duanya memiliki struktur pengembangan yang unik dan berbeda sama sekali. Timeline twitter yang sederhana misalnya membuat orang bisa dengan mudah menggunakannya, sementara timeline plurk memiliki keunikan tersendiri yang memberikan gairah dan analogi serta privasi yang terangkai dengan apik dalam setiap percakapan yang berlangsung di dalamnya. Di satu sisi twitter tidak benar-benar bisa menutup diri dari publik, sementara sangkar si plurk menutup ini dengan kerangka diskusi yang bisa ditahan di dalam privasi yang kuat.

Tidak seperti twitter, plurk tidak memiliki banyak klien, jika pun ada maka itu berbasis Adobe AIR yang sangat sederhana – tidak mungkin dibandingkan dengan klien twitter seperti TweetDeck ataupun Seesmic. Tapi karena klien berbasis AIR biasanya lumayan menyita sumber daya komputer, maka saya rasa layak mempertimbangkan klien yang berbasis peramban.

Pengguna Mozilla Firefox mungkin sudah pada familiar dengan aplikasi pengaya (plugin) seperti Yoono dan Echofon yang merupakan klien twitter terbanyak yang digunakan via peramban berbasis Gecko yang satu ini.

Bagaimana dengan pengguna Google Chrome? Apa pilihan klien untuk twitter dan plurk?

Saya sendiri untuk Twitter saya memilih menggunakan Chromed Bird, klien twitter yang dirancang.

Chromed Bird – sebagaimana pratampil di atas – tampak ringan dan sederhana, sebuah pengaya khusus untuk mesin Chromium dan merupakan peranti lunak terbuka, artinya Anda dapat ikut mengembangkannya jika berminat. Sangat mudah digunakan. Didesain untuk penggunaan akun tunggal (bukan banyak akun sekaligus), sehingga pas untuk keperluan personal.

Sementara pengguna plurk dapat menggunakan pengaya Plurkium, walau tidak tampil seapik Chromed Bird namun Plurkium memenuhi unsur kebergunaan, karena merupakan bentuk kecil dari aplikasi mobile plurk, jadi jika pernah menggunakan mobile plurk maka tampilannya tidak akan jauh berbeda, atau jika Anda pernah mencoba Plurkit atau Plurk AIR sebagaimana yang saya tulis pada “Plurk Client – OpenSUSE 11.2” maka ini pun tidak jauh berbeda. Berikut adalah pratampilnya.

Saya suka plurk dengan emotikonnya yang unik dan menarik, itu membuat micro-blogsphere lebih berwarna, walau tentunya beberapa klien twitter seperti Choqok memiliki kemampuan yang serupa, biasanya twitter tidak memiliki emotikon.

Jika tertarik silakan melihat di bagian koleksi pengaya Chromium.