Bersih-Bersih Google Plus

Google+ adalah salah satu jejaring sosial yang (bisa dibilang) populer, dan memiliki cita rasa yang berbeda dengan Facebook. Karena Facebook belakangan ini banyak yang asal jualan iklan, bahkan via metode clickjacking, saya merasa kurang nyaman menggunakannya. Di sisi lain, Google+ masih termasuk sepi, bahkan terlalu sepi mungkin, atau karena lingkaran saya tidak banyak? Jadi lebih memiliki privasi dibandingkan jejaring sosial lainnya, meskipun cuma perasaan semu. Continue reading →

Latitude Pensiun

Google akhirnya secara resmi menarik layanan Latitude yang terintegrasi dengan Google Maps. Sebagai pengguna tetap Latitude, saya rasa Google memang melakukan tindakan yang tepat guna menutup layanan ini, karena rasanya, tidak terlalu banyak digunakan dalam keseharian kita. Agak disayangkan, tapi popularitasnya mungkin dikalahkan oleh jejaring sosial serupa seperti Foursquare yang mengutamakan fitur berbagi lokasi “on demand” dibandingkan “real time” ala Google Latitude.

Sebagai gantinya, Google masih memberikan layanan berbagi lokasi melalui jejaring sosialnya Google+. Fitur ini bisa diakses melalui ponsel cerdas Android. Continue reading →

Halaman Bhyllabus pada Google Plus

Setelah membuat halaman facebook untuk blog ini tahun lalu, tahun ini saya membuatkan halaman Google+ (baca: google plus) untuk Bhyllabus. Halaman ini sudah bisa digunakan jika hanya untuk sekadar berkomunikasi, tentang isi blog, masukan atau topik apapun yang ingin dibicarakan tanpa perlu mengakses halaman blog yang asli.

Saya juga menambahkan pembaruan tulisan secara berkala di halaman ini, meski mungkin tidak seperti pada Facebook yang bisa dilakukan secara otomatis. Saya belum menemukan cara pembaruan otomatis ke halaman Google+. Sehingga mungkin pembaruan konten agak lebih terlambat. Continue reading →

Permainan di GooglePlus

Tidak ada jejaring sosial tanpa permainan (games), mungkin itulah salah satu sisi jual sebuah jejaring sosial. Sebagaimana pendahulunya Friendster dan Facebook yang menjadi tren di Indonesia, kini Google+ pun menghadirkan pelbagai pilihan permainan pada jejaring sosialnya.

Saya sudah mendengar berita ini beberapa hari yang lalu, namun ketika pertama kali saya mencoba mengakses saat itu, permainan ini belum tersedia, sepertinya memang belum masuk ke Indonesia, dan memang masih dalam tahap pengenalan (uji coba). Seperti Google+ pun entah sampai kapan berada dalam tahap uji coba.

Continue reading →

GooglePlus, Ada, Tapi Tidak Digunakan

Jika dilihat-lihat, saya mungkin orang yang termasuk selalu tertinggal dengan euforia dunia maya. Di saat dulu Friendster dan Facebook muncul, saya membuat akunnya saya membuatnya, namun pada akhirnya saya nyaris bisa dikatakan tidak pernah menggunakannya. Saya biarkan saja tak terurus. Namun ada juga yang pada akhirnya saya hapus, seperti misalnya Netlog, yang entah mengapa saya tidak begitu suka dengan pengaturan privasinya.

Kemudian saat ini ada yang namanya Google+, jejaring sosial baru besutan Google yang katanya sudah meraup jutaan pengguna hanya dalam beberapa minggu. Kebetulan saya mendapatkan undangannya dari Mbak Titut.

Continue reading →