Antivirus untuk Mac OS

Pengguna klasik Mac OS mengatakan bahwa Mac OS tidak memerlukan antivirus. Dan semua sistemnya berjalan dengan aman dan baik. Sayangnya, saya tidak setuju dengan hal itu. Mac OS bukan sebuah sistem tertutup penuh yang bisa aman dari serangan malware, dan saya termasuk yang sepakat dengan pernyataan tersebut.

Semua fasilitas perlindungan standar yang diperlukan Windows juga layak dipertimbangkan ada di Mac OS, antivirus adalah salah satunya. Tentu saja, hal ini ada untung dan ruginya.

Avast Premium Security

Ada banyak tersedia produk antivirus untuk Mac OS di pasaran. Bahkan lebih banyak daripada yang disediakan bagi distribusi Linux. Mulai dari yang gratis, hingga yang premium.

Pertama, mari bicara keuntungannya. Tentu saja dari namanya, antivirus berfungsi untuk menemukan, menghapus aplikasi jahat (malware) sebelum menimbulkan kerusakan pada data atau privasi pemilik data di komputer, dalam ini pengguna Mac OS. Antivirus pada Mac OS efektif, dan saya selama dua pekan menggunakan Mac OS mencegah potensi serangan dari tidak hanya satu atau dua saja berkas yang potensial merusak.

Mereka yang tidak menggunakan antivirus mungkin tidak akan menyadari bahwa Mac OS mereka terinfeksi oleh malware. Sama seperti halnya pengguna Windows, tidak banyak yang menyadari bahwa komputer Windows mereka telah terinfeksi oleh virus komputer. Setidaknya Windows 10 mengambil langkah lebih baik saat ini dengan memiliki antivirus Windows Defender yang mereka jalankan secara asali dan memiliki pembaruan keamanan berkala setiap bulannya.

Intinya, jika pengguna mengunduh berkas terinfeksi virus di Mac OS, saya melihat Mac OS tidak akan melakukan apapun. Ya, Mac OS memiliki sistem antimalware yang menurut produsen bekerja secara tak kasat mata. Tapi untuk kasus yang saya temukan langsung, hal ini tidak terjadi. Antivirus mencegat dan mengamankan berkas perusak lebih cepat dibandingkan dengan sistem keamanan bawaan.

Sedemikian hingga, antivirus pada Mac OS memang bekerja secara efektif.

Kedua, apa kerugiannya? Banyak yang mengatakan bahwa antivirus akan menyita sumber daya komputer, dan membuatnya menjadi lebih lambat. Memasang antivirus pada Mac OS lebih banyak rugi daripada untung, kata beberapa nasihat di forum. Tapi apakah demikian?

Penggunaan RAM oleh aplikasi avast antivirus pada Mac OS Big Sur

Sejak tahun 2020 yang lalu, saya kira standar minimal RAM untuk komputer yang dijalankan oleh Windows 10 dan Mac OS 11 adalah 8GB RAM. Jika kapasitas RAM di bawah 8GB, maka biasanya saya menyarankan menggunakan distribusi Linux yang ringan, atau menggunakan Windows versi sebelumnya dengan lebih berhati-hati. Jika perangkat kita memiliki 8GB RAM, maka tambahan aplikasi antivirus yang berjalan tidak terlalu berat.

Lalu, antivirus apa yang akan digunakan?

Jika aktivitas Anda hanya membaca dan membalas surel, menjelajahi situs web, Anda mungkin tidak memerlukan antivirus tambahan. Jika Anda harus bertukar berkas lewat email/instant messaging atau flashdrive/disk, Anda mungkin memerlukan antivirus dengan perlindungan dasar. Jika Anda memiliki data sensitif yang tidak boleh rusak sama sekali, Anda akan mempertimbangkan proteksi premium.

Produk antivirus bisa dipilih dari produk yang memang sudah Anda percayai. Atau jika belum pernah menggunakannya, silakan bertanya pada forum atau pada mereka yang sudah pernah menggunakan. Pengguna juga harus mempertimbangkan harga, kadang proteksi premium jika Anda tidak benar-benar memerlukannya mungkin akan sia-sia saja dan menjadi pemborosan.

Penyunting video Animotica

Nama Animotica mungkin tidak banyak didengar, lebih banyak penyunting video (video editor) yang ternama lebih banyak dikenal. Saya sendiri menggunakan Animotica pada Windows 10 karena penyunting ini ringan dan dapat memenuhi kebutuhan penyuntingan video yang sederhana.

Kegiatan belajar dalam perkuliahan jarak jauh membuat kelas kami beberapa kali mendapatkan tugas membuat video. Sehingga kami berbagi beberapa tugas dengan kelompok. Saya diberi kesempatan untuk melakukan penyuntingan video.

Menyunting video dengan Animotica sangat sederhana, sehingga saya pun yang tidak pernah melakukan penyuntingan video sebelumnya tidak mengalami kendala. Belajar sambil jalan, rasanya cukup menyenangkan dan tanpa kendala yang berarti.

Animotica juga menyediakan format dan efek video sederhana yang bisa digunakan oleh pengguna. Tentu saja tidak selengkap video modern, tapi sekadar membuat video untuk jejaring sosial seperti YouTube, Instagram dan Tik Tok rasanya sudah cukup mumpuni.

Alasan lain kenapa saya memilih Animotica adalah karena harganya cukup murah saat musim diskon kemarin. Animotica bisa dibeli langsung di Microsoft Store dengan pembayaran lisensi sekali beli, dan bisa digunakan seumur hidup, bahkan jika pindah laptop. Tentu saja perangkat lunak ini juga bisa digunakan secara gratis.

Beberapa fiturnya antara lain:

  1. Menggabungkan video & foto
  2. Memangkas (trim), memisah (split), dan memotong (cut) video
  3. Menambah gambar latar
  4. Menambah transisi video
  5. Menambah judul dan petikan/keterangan
  6. Menambah video dan gambar ke suatu berkas video
  7. Menam bah GIF and stiker animasi
  8. Menambah teks animasi
  9. Mengekspor vidoe dalam pelbagai ukuran
  10. Membuat tayangan salinda (slideshow)
  11. Merotasi video
  12. Membisukan (mute) video
  13. Menstabilkan video
  14. Menambah efek
  15. Memperbaiki warna/gradien video
  16. Memangkas (crop) video
  17. Chroma Key / Green Screen
  18. Mempercepat dan memperlambat video
  19. Mengekspor dalam 4K
  20. Mengaburkan (blur) latar video
  21. Mencampur (blending) video
  22. Memudarkan (fade) video ke hitam/putih
  23. Menambahkan logo atau tanda air (watermark)

Saya rasa sejumlah fungsi itu sangat mencukupi bagi keperluan penyuntingan video sederhana.

Beralih ke Microsoft Edge

Sekitar setahun yang lalu, saya sempat menulis mengenai kemungkinan beralih ke peramban Microsoft Edge. Dan bagaimana setelah satu tahun berlalu? Bisa dibilang Microsoft Edge mengalami evolusi yang cukup baik.

Microsoft tampaknya bersungguh-sungguh hendak mengambil pangsa pasar peramban dari Google Chrome. Ada beberapa hal yang Chrome masih lebih unggul dibandingkan Edge, demikian juga sebaliknya.

Lanjutkan membaca “Beralih ke Microsoft Edge”

Orange Data Mining

Penggalian data atau data mining bukanlah hal yang mudah bagi seorang peneliti pemula. Kadang data yang tidak diolah dengan baik tidak akan memberikan kita gambaran apa pun walau telah dikumpulkan dengan baik, oleh karena itu penggalian data diperlukan.

Saya mencari sejumlah perangkat lunak untuk keperluan ini, misalnya saja ada Nvivo dan MaxQDA yang cukup populer, namun lisensinya sangat mahal. Tentu saja da yang menjual versi bajakan di beberapa toko daring. Bagaimana dengan yang lain, yang lebih hemat?

Memang sulit dicari penggantinya, dan kebanyakan tidak begitu memuaskan. Tapi di antara itu, selalu ada yang menarik.

Salah satu software yang lawas yang saya lihat kembali adalah Orange, sebuah perangkat lunak untuk melakukan penggalian data (data mining software). Lanjutkan membaca “Orange Data Mining”

Sumatra PDF Reader

Apa pembaca dokumen format portabel (PDF) yang Anda gunakan di komputer berbasis Windows? Banyak orang menggunakan versi gratis dari Adobe Reader DC, Foxit Reader, atau Nitro PDF Reader. Kadang ada juga yang menggunakan Microsoft Edge (dulu Microsoft Reader) atau peramban Google Chrome.

Sedekit yang pernah menggunakan aplikasi lain, padahal banyak yang tersedia di pasaran. Salah satu yang cukup terkenal, namun jarang dilirik di Indonesia adalah Sumatra PDF Reader.

Sumatra PDF Reader tidak seperti aplikasi pembaca PDF lainnya, di antara banyak yang pernah aplikasi yang pernah saya coba, tidak ada yang seringan dan sesederhana Sumatra PDF Reader, sehingga bagi yang hanya memerlukan aplikasi untuk membaca berkas PDF, maka Sumatra PDF Reader sudah memberikan semua yang diperlukan. Lanjutkan membaca “Sumatra PDF Reader”

Miro – Aplikasi Mind Mapping untuk Kolaborasi

Mind Mapping merupakan kegiatan memetakan konsep pikiran ke dalam alur-alur dan bidang-bidang dua dimensi, sedemikian hingga dapat menyederhanakan dan merapikan tampilan konsep yang ingin kita sampaikan.

Ada banyak sekali aplikasi Mind Mapping yang terkenal, beberapa di antaranya adalah Ayoa, Microsoft Visio, SmartDraw, LucidChart, Coggle, XMind, Milanote, MindManager, Mindomo, dan sebagainya.

Tapi kesemuanya rerata berbayar, walau ada yang menyediakan versi gratis terbatas. Ada yang punya baik versi tertanam lokal di PC dan juga di awan seperti Visio dan XMind.

Kali ini saya mencoba salah satu aplikasi yang bisa terpasang pada Windows 10, namun sebenarnya merupakan aplikasi awan. Disediakan gratis untuk tiga proyek dan tiga kolaborator. Sangat terbatas, namun cukup bisa dipertimbangkan diambil bagi organisasi kecil yang tidak mengerjakan proyek dalam ukuran besar, atau oleh pribadi atau pelajar yang sedang memerlukan sekadar aplikasi MindMapping. Lanjutkan membaca “Miro – Aplikasi Mind Mapping untuk Kolaborasi”

Konsultasi Dokter Gratis selama Pandemi COVID-19

Pada masa pandemi COVID-19, banyak orang disarankan untuk berada di rumah saja, mengurangi gerak atau aktivitas ke luar rumah, kecuali terpaksa, terutama menghindari mengunjungi area keramaian, termasuk berkumpul.

Salah satu kebutuhan personal adalah kebutuhan di bidang kesehatan. Banyak yang ragu apakah dia perlu memeriksakan diri ke dokter atau tidak, padahal banyak dokter yang mulai mengurangi jam praktik guna membatasi penyebaran pandemi. Dan juga ragu, jangan-jangan saat periksa ke dokter, malah ketularan oleh SARS-CoV-2 nantinya.

Oleh karena itu, banyak sekali sejawat yang menyediakan fasilitas konsultasi dokter gratis bagi para pasiennya. Dan banyak juga aplikasi yang menyediakan fasilitas ini, termasuk GoJek dan Grab juga ikut sebagai mitra pemerintah untuk mencari solusi masalah ini.

Lanjutkan membaca “Konsultasi Dokter Gratis selama Pandemi COVID-19”

Pengarsipan Berkas pakai ZIP, RAR, atau 7Z?

Pengarsipan berkas (file archieving) merupakan salah satu alternatif aman dalam mengirim berkas yang dapat dan akan dimodifikasi, juga memudahkan dalam mencadangkan berkas yang dikehendaki dan mencegah perubahan pada berkas tersebut. Hal lain yang juga ingin dicapai adalah fakta bahwa sejumlah perangkat lunak untuk melakukan pengarsipan berkas memiliki dampak kompresi (penciutan ukuran) berkas.

Secara umum, biasanya kita akan menemukan berkas ini di dalam komputer dalam bentuk ZIP, RAR, atau 7Z. Setidaknya tiga itu adalah bentuk yang paling populer, tentu saja ada bentuk lain, misalnya TAR yang populer di Linux, ACE milik WinACE, ZIPX milik WinZIP modern, BR (Brotli) milik Google, dan Zstandard milik Facebook.

Lanjutkan membaca “Pengarsipan Berkas pakai ZIP, RAR, atau 7Z?”

Aplikasi Statistik JASP

Setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama biaya lisensi untuk melakukan analisis statistik, serta prinsip yang katanya mengusung semangat open source. Dulu saya hendak mencoba R, Namun sayangnya, kemalasan saya selalu menang untuk menemukan alasan untuk tidak belajar lebih jauh dengan R. Sampai akhirnya saya menemukan JASP – yang juga berbasis R.

JASP atau Jeffreys’s Amazing Statistics Program, yang diambil sebagai penghargaan terhadap Sir Harold Jeffreys sebagai pioner Bayesian, merupakan aplikasi dengan antarmuka yang ramah bagi pengguna. Lanjutkan membaca “Aplikasi Statistik JASP”

Visualisasi Data di PowerPoint dengan Power-user

Visualisasi data adalah topik yang penting dalam melakukan presentasi, karena informasi yang kita sampaikan pada para pemirsa kita adalah berupa data – oke kecuali Anda sedang menyampaikan dongeng itu beda lagi. Tulisan sahabat baik saya dalam “Riset: visualisasi data kesehatan Indonesia sulit dibaca, apa penyebabnya?” mengungkapkan masih lemahnya kemampuan kita dalam melakukan penyampaian data melalui visualisasi.

Apa yang bisa membantu Anda melakukan visualisasi data dengan baik? Tentu saja pendukung seperti perangkat lunak dan aplikasi.

Apalagi ketika kita berbicara mengenai presentasi, kita akan lebih suka melirik media presentasi sejuta umat – Microsoft PowerPoint. Tinggalnya sejenak Prezi yang dibahas sebelumnya.

Saya akan memilihkan salah satu tambahan pengaya PowerPoint yang bernama Power-user yang bisa digunakan untuk melakukan visualisasi data via PowerPoint (plus juga bisa pada Microsoft Word). Lanjutkan membaca “Visualisasi Data di PowerPoint dengan Power-user”