Percik Air

Entah mengapa saya suka melihat percik air, mungkin karena gerak air di antara relung gravitasi memiliki iramanya tersendiri. Dalam dunia fotografi sekali pun, abstraksi air yang tepercik memberikan banyak inspirasi, setidaknya begitulah yang disampaikan Dani Iswara pada saya beberapa waktu yang lalu. Jadi saya mencoba mengambil gambar berikut tadi petang, hanya berbekal hujan dan air…

Hujan Sore Ini

Sepertinya dua hari di tahun yang baru ini masing-masing membawa hujan pada sore harinya. Sepertinya tahun kelinci ini akan penuh kisah yang menghanyutkan dari langit sana. Sore ini saya menghabiskan waktu menonton Wall-E di televisi. Film Pixar ini sangat menyenangkan untuk ditonton.Tapi semoga hujan cepat usai, karena mesti mengambil beberapa karpet jika tidak ingin lantai…

Hujan di Pagi Hari

Sebenarnya semalam sempat terdengar beberapa bulir air jatuh dengan tangkasnya di atas genting kaca, suaranya khas mengiri angim malam yang masih berhembus dengan debu-debu merapi. Tapi pagi ini tiba-tiba saja hujan turun, entah apa yang dipikirkan langit. Mungkin karena semalam selalu ada yang protes masalah debu di antara pemukiman padat para manusia. Aku tidak hendak…

Langit tak teterka

Entah ini musim apa, tapi langit selalu saja demikian. Sebenarnya hari ini saya ingin menjemur kasur, kelihatannya sih terik, tapi kok ada suara gemuruh seperti itu ya… Karena biasanya hujan bisa turun tanpa peringatan terlebih dahulu, dan itulah yang membuat pertimbangan serba susah bagi orang yang tidak peka seperti saya ini.

Ah, Mendung Lagi

Mendung dan hujan datang silih berganti di atas kota kecilku, entahlah jika ini merupakan berkah dari langit. Namun di masa seperti sekarang ini rasanya justru membuat beberapa jadwal tertunda. Ingin menerobos dengan sepeda motor tuaku, malah bisa ada hujan lokal di tengah kota yang tiba-tiba mengguyur tanpa ampun. Akhirnya berakhir dengan badan meriang dan sakit…

Lha, malah hujan

Saya baru bangun tidur, tadi langit Jogja lunayan cerah. Eh, sekarang malah hujan dan sudah mendung tebal. Mau kopdar jam 4 ini malah dihiadiahi hujan romantis. Ya udah, tunggu saja dulu, toh tidak ada salahnya menikmati hujan sesaat. Tapi ndak tahu ya kalau nanti nambah petir menggelegar di mana- mana 😀 Terkirim dari telepon Nokia…