Moonlight Sculptor

Hanya sedikit novel web yang membuat saya ketagihan, dan belakangan ini saya membaca “Moonlight Sculptor” yang diterjemahkan dari bahasa asli Korea oleh para penggemar. Jika tidak keliru, novel aslinya sudah mencapai volume 45, terjemahannya masih berkisar di volume 20-an. Tapi bagi yang menyukai novel petualangan, pasti akan menyukai novel ini; tentu saja dengan catatan, mereka akan lebih mudah memahami novel jika pernah bermain video game tipe RPG. Continue reading →

Iklan

Silver Spoon

Dalam percakapan keseharian dengan bahasa Inggris, “silver spoon” bermakna keberadaan dalam lingkungan yang berlimpah kesejahteraannya. Mungkin bisa juga digunakan merujuk pada kelompok atau golongan bourgeois. Namun entah itu atau bukan yang dimaksudkan oleh Arakawa Hiromu dalam serial “Gin no Saji” yang menjadi pilihan bacaan saya di akhir pekan ini.

Pencipta serial “Full Metal Alchemist” ini menarik minat saya dengan sebuah latar cerita yang baru sama sekali. “Gin no Saji” mengambil latar cerita seorang anak perkotaan yang belajar mati-matian untuk diakui, namun pada akhirnya memilih menjauh dari orang tuanya untuk bersekolah di sekolah menengah kejuruan bidang agrikultural. Continue reading →

Ninjutsu Gakuen Zenin Shutsudou!

Akhir pekan ini saya bernostalgia dengan menyaksikan film kedua dari Nintama Rantarou (di Indonesia dikenal dengan Ninja Boy) yang berjudul “Ninjutsu Gakuen Zenin Shutsudou!”. Ternyata film ini berat juga jika tidak ada pengisi suara alih bahasanya. Saya memang suka Nintama Rantarou terutama dari komik-komiknya yang lucu. Ceritanya yang cukup edukatif seringkali banyak memberi nilai tambah tersendiri.

Di kisah ini, para murid sekolah ninja kelas 1 cukup khawatir dengan perang yang sedang terjadi di antara dua kelompok besar. Namun mereka tidak bisa apa-apa. Kepala sekolah yang tahu hal ini dari Hemu Hemu lalu menyiapkan misi untuk anak-anak ini, namun apa yang bisa mereka lakukan di antara dua kelompok angkatan bersenjata dan para ninja musuh? Continue reading →

Internet Explorer yang Teranaktirikan

Bagaimanapun upaya Microsoft mengembangakan peramban web handalannya – Internet Explorer yang saat ini sudah mencapai versi 9, sepertinya tetap saja tidak ada yang melirik. Saya sendiri pernah mencicipi Internet Explorer 9 saat baru diluncurkan, dan rasanya itu sudah begitu luar biasa. Itu sekitar setahun yang lalu, dan untuk penjelajahan web, saya kira kemampuan yang dimiliki IE9 – demikian kita umumnya menyingkat Internet Explorer 9 – sudah cukup baik, bahkan bisa dikatakan berkelas.

Namun saya sendiri melihat kecenderungan penggunaan IE9 semakin sedikit, kecuali beberapa yang memang “tahu apa yang dia lakukan” dengan IE9.  Kunjungan pada blog ini misalnya, dua atau tiga tahun yang lalu keluarga Internet Explorer masih mendominasi 5 besar peramban web yang digunakan oleh pengunjung, namun kini – sudah tidak tampak lagi. Continue reading →

Katanagatari – Sebuah Kisah Pedang

Katanagatari adalah serial animasi yang saya selesaikan menontonnya di akhir pekan ini, diangkat dari novel pendek oleh Nisio Isin. Berkisah tentang seorang ahli beladiri seni pedang tanpa pedang dan petualangaannya ke dunia luar yang belum pernah ia jumpai sebelumnya.

Katanagatari is the story of Yasuri Shichika, a swordsman that fights without a sword, and Togame, an ambitious strategist that seeks to collect twelve legendary swords for the shogunate. The son of an exiled war hero, Yasuri Shichika is the seventh head of the Kyotoryuu school of fighting and lives on isolated Fushou Island with his sister. At a request from the female general Togame, Shichika and Togame set out on a journey across Edo-era Japan to collect the twelve Deviant Blades.

Continue reading →

Terlambat 3 Tahun

Siang ini saya mendapatkan sebuah kiriman dari pos, terbungkus rapi dan sekilas saya lihat dikirim dari luar negeri. Saya yang sedang duduk dengan buku teks dan kepala sudah pusing dibuat cukup kaget. Seingat saya, saya tidak sedang memesan apapun dari luar negeri, dan tidak ada seorang sahabat atau kolega saya di luar di negeri yang memberi kabar akan mengirim sesuatu pada saya.

Setelah membayar Rp 3.000,00- untuk cukai masuk (atau apapun itu), saya melihat salah satu sisinya, saya kaget, dan saya merasa tidak pernah memesan benda ini (sambil siap-siap ngecek apa kartu kredit saya masih di tempatnya, walau ternyata yang saya punya selama ini hanya kartu debit, hi hi).

Amplop persegi itu tersegel rapi, dengan lapisan plastik kedap guncangan di bagian dalamnya. Dapatkah Anda menebak isinya? Walau saya bisa menebaknya, tapi yang membuat saya kaget setengah mati adalah angka yang tertera dalam barang yang saya terima – 7.04!

Ya, saya menerima sebuah keping diska instalasi Ubuntu seri 7.04 – yang berarti kepingan itu diproduksi untuk Ubuntu seri April tahun 2007. Dan sekarang sudah Juli 2010, rasanya membuat de’ javu juga, apa saya memang memesan kepingan ini 3 tahun yang lalu.

Kepingan ini datang terlambat 3 tahun lebih, dan saya tidak tahu bagaimana bisa begini, pun saya tidak ingin memikirkan lebih jauh apa alasannya. Toh sekarang saya menggunakan distro Green Gecko, sudak tidak menyentuh Ubuntu lagi, he he…, maaf untuk para penggemar Ubuntu. Mungkin ini-lah salah satu alasan saya berhenti mencoba distro ini dulu sekali – karena dia terlambat datang, ha ha untungnya gratis.

Ya, sudahlah keanehan hari ini, kini saya harus kembali ke buku teks tebal saya lagi.

A Curious Look

Have someone ever looked at you with abundant of curiosities? Well, curiosity is one of human’s nature that allows us to learn many things in this short life, isn’t it?

Without curiosity, human race would never came to today achievement – don’t you think so? But be aware, to much curiosity might kill you in return. Did you ever hear even a cat that has nine life, would surely killed by its’ own curios mind.
Continue reading →