Protokol Kesehatan COVID-19

Ada beberapa protokol yang selayaknya diketahui masyarakat mengenai alur penanganan COVID-19 secara umum. Sedemikian hingga tidak bingung.

Apakah Anda baru saja pulang dari daerah dengan transmisi lokal?1 Jika “YA” dan Anda sehat, segera isolasi diri di rumah. Jika memerlukan surat keterangan dokter, silakan kunjungi puskesmas, atau hubungi petugas puskesmas yang ditunjuk sebagai petugas dalam kasus COVID-19.

Jika “YA” dan bergejala. Segera memeriksakan diri ke puskesmas, gunakan masker dan hindari menggunakan transportasi umum. Jaga diri Anda dan orang lain.

Jika Anda merasa pernah “KONTAK” langsung dengan pasien/orang yang “POSITIF” COVID-19, segera melapor ke puskesmas atau rumah sakit rujukan. Sama, gunakan masker dan hindari menggunakan transportasi umum. Lanjutkan membaca “Protokol Kesehatan COVID-19”

Pertimbangan Menggunakan Masker N95

Semenjak merebaknya kekhawatiran mengenai penyebaran virus corona dari Wuhan. Dan juga semenjak ditetapkannya PHEIC (status kedaruratan kesehatan masyarakat secara global) oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), banyak masyarakat berbondong-bondong membeli masker untuk menghindari kemungkinan tertular infeksi.

Memang belum banyak yang diketahui masyakat mengenai coronavirus dan pencegahannya, ditambah lagi munculnya berbagai kabar palsu (hoax) terkait situasi terkini.

Per-tulisan ini dibuat, data global 2019-nCov oleh John Hopkins CSSE menunjukkan telah ada 14.559 kasus positif di seluruh dunia, dengan korban meninggal 305 jiwa, dan sembuh/pulih dari sakit 340 orang. Lanjutkan membaca “Pertimbangan Menggunakan Masker N95”

Tata Laksana Omfalitis pada Neonatus

Tali pusat pada bayi yang baru lahir umumnya akan lepas setelah satu hingga tiga pekan sampai luka sembuh dengan baik. Mekanisme pemisahan ini melibatkan proses nekrosis, invasi granulosit, infarks, pengeringan, dan aktivitas kolangenasis. Pada hari kedua kehidupan, biasanya muncul sel-sel polimorfonuklear dan bakteri pada umbilikus. Sel-sel ini memainkan peran yang sama dalam pemisahan tali pusat, dan pemisahan bisa tertunda jika terdapat ketidaksempurnaan pada sel-sel ini.

Tali pusat biasanya dikolonisasi oleh organisme yang berasal dari vagina (saat persalinan) dan tangan perawat bayi. Organisme yang paling umum ditemukan di antaranya adalah Stafilokokus aureus dan epidermidis, Streptokokus pyogen, Streptokokus grup B, organisme gram negatif, dan kadang muncul tetanus.

Infeksi wilayah tali pusat dan sekitarnya atau omfalitis merupakan salah satu penyebab paling umum morbiditas dan mortalitas pada neonatus. Oleh karena itu, infeksi tali pusat atau jaringan kulit di sekitar perlu dikenali secara dini dalam rangka mencegah sepsis, terutama jika terdapat faktor predisposisi seperti pemotongan dan perawatan tali pusat yang tidak steril (Mboi, 2014). Lanjutkan membaca “Tata Laksana Omfalitis pada Neonatus”

Barotrauma Telinga

Beberapa waktu belakangan ini, ketika penerbangan, saya merasa agak terganggu dengan barotrauma telinga yang saya alami. Anda mungkin juga pernah mengalaminya, perasaan tidak nyaman pada telinga dan dapat berupa nyeri ketika melakukan perjalanan dengan pesawat udara. Hal ini disebabkan karena perbedaan tekanan udara di dalam dan di luar gendang telinga.

Jika kita berada di daratan dalam kondisi normal, biasanya tekanan udara telinga bagian dalam akan sama dengan tekanan udara di luar telinga. Hal ini dibantu oleh keberadaan saluran yang menghubungkan telinga bagian tengah dengan bagian belakang hidung, di atas tenggorokan yang disebut tuba eustasius (eustachian/eustachio).

Lanjutkan membaca “Barotrauma Telinga”

Pembuluh Getah Bening yang Bengkak

Pernahkah Anda meraba di sekitar leher dan mendapatkan benjolan kecil yang nyeri ketika Anda sedang terkena influenza atau radang tenggorokan? Bisa jadi itu merupakan pembuluh getah bening yang membengkak. Ada banyak penyebab membengkaknya pembuluh getah bening, dan yang paling umum adalah infeksi. Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda menemukan adanya pembengkakan dan tidak tahu mengapa bisa membengkak, atau jika pembengkakan pembuluh getah bening disebabkan oleh infeksi dan tidak kembali mengecil dalam dua minggu.

Lanjutkan membaca “Pembuluh Getah Bening yang Bengkak”

Terapi Masal Azithromycin Dosis Tunggal untuk Frambusia

Frambusia (dalam bahasa Inggris: Yaws), dikenal juga sebagai Patek di Indonesia. Penyakit ini sudah ada sejak lama, bahkan catatan di awal abad ke-20 – dan merupakan salah satu penyakit kulit paling menular. Dengan semakin umumnya penggunaan antibiotik di abad ke-21 ini, penyakit ini semakin jarang kita jumpai. Biasanya dulu pengobatan menggunakan penicilin atau tetracycline. Frambusia disebabkan oleh Treponema pallidum subspesies pertenue. Lanjutkan membaca “Terapi Masal Azithromycin Dosis Tunggal untuk Frambusia”

Sekilas Tentang Onychocryptosis

Kedengarannya agak rumit, tapi onychocryptosis adalah kondisi umum yang kita temui sehari-hari di lingkungan kita tinggal. Orang medis seperti saya lebih suka menyebutnya sebagai unguis incarnatus, baik yang terjadi secara unilateral ataupun bilateral. Istilah sederhananya adalah kuku jempol (ibu jari) kaki yang tumbuh ke dalam dan menyebabkan nyeri yang berkepanjangan karena infeksi dan peradangan. Nama lain yang lumrah di kalangan medis adalah paronikia jika sampai jaringan di sekitar kuku terlibat lebih luas, atau masyarakat di sekitar saya menyebutnya dengan cantengan. Lanjutkan membaca “Sekilas Tentang Onychocryptosis”

Vaksinasi Menurunkan Risiko Stroke pada Anak

Saya membaca koran digital saya pagi dan menemukan berita menarik yang menyebutkan bahwa vaksinasi dapat menurunkan risiko terjadinya stroke pada anak. Disebutkan juga bahwa anak-anak yang tidak mendapatkan vaksinasi, biasanya memiliki risiko tujuh kali lebih tinggi terkena stroke.

Biasanya faktor risiko stroke bertambah dengan bertambahnya pembentukan jendalan darah di dalam pembuluh darah, dan salah satu penyebab pertambahan ini adalah munculnya infeksi yang sulit yang dilawan oleh tubuh. Misalnya bakteri pneumokokus atau Hib merupakan salah satu penyebab meningitis, suatu peradangan selaput otak pada anak, yang mempertinggi risiko stroke pada anak. Kasus seperti inilah yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Lanjutkan membaca “Vaksinasi Menurunkan Risiko Stroke pada Anak”

Meningkatkan Inovasi di Hari Pneumonia Sedunia 2013

Setiap tanggal 12 November, dunia memperingati Hari Pneumonia Sedunia. Hingga saat ini, pneumonia adalah kasus yang paling banyak dijumpai, terutama pada anak-anak. Apakah Anda tahu, bahwa setiap 20 detik ada 1 anak yang meninggal akibat pneumonia? Dan mungkin awal dari gejalanya hanyalah batuk-batuk biasa? Ya, pneumonia adalah pembunuh anak-anak nomor 1 di dunia, kematiannya lebih banyak dibandingkan kombinasi AIDS dan Malaria.

Sekitar 98% kasus anak yang meninggal karena pneumonia terjadi di negara berkembang. Misalnya seperti di negara kita, Indonesia. Kasus pneumonia cukup banyak, kadang hanya muncul ke permukaan menyerupai ISPA pada awalnya. Jadi pneumonia bisa mengenai siapapun, anak, kemenekan, cucu, ataupun anak sahabat Anda. Lanjutkan membaca “Meningkatkan Inovasi di Hari Pneumonia Sedunia 2013”