Tuberkulosis dan Masyarakat

Bagian yang paling sulit dari eradikasi tuberkulosis di Indonesia mungkin adalah pola hidup masyarakat kita, serta kecerdasan dan kesadaran yang masih kurang, serta kepekaan yang belum terasah akan isu-isu kesehatan. Paradigma lama masih melekat jika saya boleh melihat secara sekilas, masyarakat kita masih jauh dari mengenali kesehatan dirinya sendiri dan lingkungan pada umumnya.

Masyarakat daerah perkotaan yang mendapatkan akses pendidikan dan promosi kesehatan yang lebih baik, mungkin lebih sedikit penyakit menular tropis seperti tuberkuluosis (TB) yang muncul; tapi masyarakat pedesaan akan menjadi sasaran yang lebih rentan sebagai tempat hinggapnya penyakit-penyakit ini. Lanjutkan membaca “Tuberkulosis dan Masyarakat”

Sindrom Terowongan Karpal

Sindrom terowongan karpal atau carpal tunnel syndrome (CTS) adalah kumpulan kondisi nyeri yang muncul dan bertambah parah secara progresif pada tangan dan lengan disebabkan oleh terjepitnya saraf pada pergelangan tangan. Banyak hal bisa memicu munculnya kondisi ini, mulai dari struktur anatomi pergelangan tangan itu sendiri, hingga ke pola penggunaan tangan saat bekerja sehari-hari.

Sindrom terowongan karpal biasanya dimulai dengan nyeri yang samar-samar pada pergelangan tangan, yang kemudian dapat menyebar ke tangan dan lengan bawah.

Bisa terjadi rasa kesemutan pada ibu jari, telunjuk, jari tengah dan jari manis (namun tidak pada kelingking) tangan. Biasanya sensasi ini muncul ketika tangan menggenggam sesuatu, seperti setir, koran, gelas, atau telepon. Biasanya banyak orang menggoyangkan tangannya untuk menghilangkan sensasi ini, namun karena kecenderungan yang progresif, maka kondisinya bisa bertambah buruk. Lanjutkan membaca “Sindrom Terowongan Karpal”

Bahaya Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi (tekanan darah tinggi) sering tidak diacuhkan oleh penderitanya, atau bahkan sering kali tidak disadari, hingga pada akhirnya menimbulkan keluhan-keluhan ringan, atau kecacatan permanen, hingga kemungkinan serangan jantung yang parah. Hipertensi secara perlahan-lahan dapat menghancurkan tubuh penderitanya, dan pada stadium lanjut menimbulkan kerusakan banyak organ yang tidak dapat dipulihkan kembali, bahkan mengancam jiwa.

Hipertensi

Hipertensi memerlukan manajemen yang baik dan terarah jika tidak ingin dampak buruknya menghampiri si penderita di kemudian hari. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan banyak penderita tidak paham akan komplikasi berat dari hipertensi, dan menjadi cenderung hanya mencari pengobatan ketika kondisi sudah parah. Lanjutkan membaca “Bahaya Tekanan Darah Tinggi”

Berbicara Tentang Cuci Darah

Hemodialisis atau dikenal awam sebagai prosedur “cuci darah” mungkin merupakan suatu momok yang sedikit menakutkan bagi pasien maupun keluarga pasien. Karena adanya stigma bahwa begitu cuci darah dilakukan, maka umur seseorang yang menjalaninya tidak akan lama lagi. Apalagi biaya cuci darah tidaklah sedikit.

Ginjal dalam tubuh berfungsi untuk membersihkan darah dan membuang cairan berlebih dalam bentuk urin. Beberapa fungsi lainnya adalah membuat hormon yang sesuai dengan keperluan tubuh kita. Ketika terjadi gagal ginjal, maka diperlukan terapi yang bisa menggantikan fungsi ginjal, pilihannya antara lain adalah hemodialisis, peritoneal dialisis dan transplantasi ginjal. Lanjutkan membaca “Berbicara Tentang Cuci Darah”

Pirai – Si Asam Urat

Pirai umum dikenal sebagai asam urat dalam masyarakat awam, atau gout arthritis pada kedokteran modern. Pirai adalah salah satu bentuk artritis – peradangan pada sendi tulang, yang terjadi ketika asam urat (uric acid) meningkat kadarnya di dalam darah, lalu terkumpul di persendian dan menyebabkan peradangan yang akut.

Kondisi akut biasanya melibatkan satu sendi dengan nyeri yang hebat dan tiba-tiba, beberapa orang mungkin sampai terbangun pada malam hari menemukan di sekitar ibu jari kaki mereka bengkak dan terasa sakit seperti baru saja ada yang menghantamnya dengan palu. Pada kondisi kronis, nyeri dan peradangan terjadi berulang dan melibatkan lebih dari satu sendi.

Lanjutkan membaca “Pirai – Si Asam Urat”

Sekilas Tentang Kejang

Dalam buku kedokteran modern, ada dua terminologi yang terkait atau dialihbahasakan sebagai kejang, kejang dikenal sebagai seizures dan convulsion. Perbedaannya adalah seizures merujuk pada temuan-temuan fisik atau perubahan pola laku yang terjadi pasca aktivitas kelistrikan yang abnormal pada otak. Sedangkan convulsion merujuk pada keadaan ketika tubuh seseorang bergetar secara cepat dan tidak terkontrol, hal ini terbentuk dari otot-otot yang berkontraksi dan berelaksasi bergilir dengan cepatnya.

Di Indonesia, kejang digunakan sebagai terminologi yang umum untuk kedua hal tersebut, selain itu dikenal juga sebagai di beberapa daerah sebagai step/stuip. Ada beberapa jenis kejang. Beberapa mungkin dengan gejala yang ringan atau tanpa tubuh yang bergetar. Lanjutkan membaca “Sekilas Tentang Kejang”

Kanker dan Pola Hidup

Banyak orang yang mungkin bertanya-tanya, dan mungkin khawatir apakah kanker (keganasan) dapat menyerang mereka. Yang lain mungkin tak acuh, atau setidaknya demikian hingga diagnosis yang mengejutkan itu tiba-tiba saja hadir dalam kehidupan mereka.  Namun daripada khawatir berlebih atau tak acuh berlebih, lebih baik kita mawas diri.

Di awal bulan ini saya membaca sekilas tulisan Dr D Max Parkin tentang “The Fraction of Cancer Attributable to Lifestyle and Environmental Factors in the UK in 2010” yang diterbitkan melalui British Journal of Cancer. Tinjauannya mungkin merupakan tinjauan terlengkap tentang hubungan kanker dan gaya hidup yang ada saat ini.

Lanjutkan membaca “Kanker dan Pola Hidup”

Enam Langkah Mencegah Batu Ginjal

Memang ada banyak penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan batu ginjal, namun nyeri yang diakibatkan oleh “tergelincirnya” batu dari ginjal ke ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih) sangatlah menyiksa. Anda mungkin akan tahu bahwa sakit gigi bukanlah satu-satunya sakit yang tak tertahankan.

Di negara-negara yang mengalami peningkatan obesitas, terdapat kemungkinan meningkatnya insidensi (penderita) batu ginjal, mungkin juga termasuk di Indonesia. Dan sekali seseorang terkena batu ginjal, maka kemungkinan kondisi yang sama terulang (kambuh) sangat besar. Jadi adalah tindakan yang bijaksana jika kita dapat mencegahnya sedini mungkin.

Lanjutkan membaca “Enam Langkah Mencegah Batu Ginjal”

Sekilas Tentang Hemokromatosis

Bisa dikatakan hemokromatosis terjadi saat tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan baik makanan alami maupun bahan pangan yang diperkaya dengan zat besi. Hal ini menyebabkan bertambahnya jumlah zat besi di dalam tubuh secara bertahap dan menumpuk di jaringan dan organ tubuh, yang dikenal sebagai kelebihan zat besi. Jika ini terjadi terus menerus selama bertahun-tahun tanpa mendapatkan perhatian medis dan perawatan yang tepat, maka kelebihan zat besi ini dapat merusak tubuh.

Hemokromatosis sebagian besar disebabkan karena faktor genetis, seseorang yang mewarisi gen dengan sifat ini dari kedua orang tuanya dapat menderita hemokromatosis pada suatu saat nanti. Defek ini sebenarnya sudah ada sejak lahir, namun jarang sekali menampakkan tanda dan gejela sebelum menjelang dewasa. Kondisi ini dikenal dengan hemokromatosis herediter (bawaan).

Lanjutkan membaca “Sekilas Tentang Hemokromatosis”

Sekilas Tentang Helicobacter Pylori

Semalam saya sedikit terlibat tentang infeksi Helicobacter pylori pasca menghadiri acara resepsi salah seorang sahabat saya ketika SMP & SMA. Saya jadi teringat kembali tentang tulisan saya sebelumnya, yaitu “Mengenal Urea Breath Test” yang merupakan salah satu tes uji untuk mendeteksi adanya infeksi oleh bakteri ini.

Saya tidak tahu persis insidensi H. pylori di Indonesia, namun sepertinya cukup sering dibahas di forum-forum kesehatan dalam negeri. Jika Anda tidak tahu mengenai H. pylori, maka saya bisa sampaikan bahwa H. pylori adalah bakteri yang bertanggung jawab atas sebagian besar kasus ulkus (tukak) & peradangan pada lambung (gastritis kronis).

Lanjutkan membaca “Sekilas Tentang Helicobacter Pylori”