Membaca Lantang pada Microsoft Edge

Peramban modern memiliki salah satu fitur aksesibilitas yang penting, yaitu kemampuan untuk membaca dengan lantang (read aloud) pada konten web yang sedang diakses.

Selama ini, Google Chrome dibekali dengan suara natural yang paling baik menurut saya dalam fungsi ini. Tapi setelah mencoba setelan suara alami (natural voice) pada Microsoft Edge, saya memiliki pendapat yang berbeda.

Microsoft Edge menyediakan fitur membaca natural pada perangkat komputer dan perangkat tablet modern. Saya mencoba menggunakan fitur ini pada edisi ponsel cerdas, namun sepertinya tidak menghasilkan fitur suara yang alami, hanya teks ke suara (text to speech) yang normal.

Mengapa fitur ini penting?

Karena kita mungkin tidak ingin membaca dan menatap layar dalam jangka lama untuk teks yang panjang. Dan halam web yang “dibacakan” bisa jadi solusi agar matan tidak lelah.

Atau, bisa jadi seseorang memiliki keterbatasan dalam membaca secara visual, sehingga mendengar bisa menjadi pilihan mereka.

Saya bisa mengatakan bahwa pengembang Edge telah melakukan sesuatu yang bagus untuk peramban ini. Karena tidak semua peramban modern menyediakan fitur pembaca dengan suara yang alami.

Memasang Kamera Pengawas untuk Rumah

Kamera pengawas, atau yang biasa dikenal dengan CCTV baik yang klasik maupun yang menggunakan jaringan internet – IP Camera, merupakan gawai perlengkapan keamanan lingkungan yang paling sederhana, dan terjangkau.

Alasan saya mempertimbangkan penggunaan kamera pengawas terkait keamanan rumah sebenarnya masih terkait dengan pekerjaan dan kondisi pandemi. Lingkungan perumahan saya termasuk yang relatif aman, sejumlah warga suka nongkrong hingga larut malam, serta lokasi yang di puncak perbukitan, menyebabkan akses keluar masuk cukup menantang, bukan hanya bagi warga namun bagi mereka yang memiliki niat kurang baik.

Pun demikian, saya tidak merasa bisa bergeming begitu saja. Lima tahun di sini memberikan keluarga kami rasa aman, tapi situasi berubah setiap saat. Kondisi pandemi berpotensi meningkatkan kejadian yang mungkin tidak kita harapan. Oleh karena itu, saya memutuskan memasang kamera pengawas berupa IP Camera di rumah. Lanjutkan membaca “Memasang Kamera Pengawas untuk Rumah”

Menyerah pada Kebutuhan Data

Selama masa pandemi COVID-19, ada beberapa hal yang berubah, salah satunya adalah kebutuhan akan data dan pita data jaringan Internet yang semakin membengkak. Terutama untuk kuliah daring dan seminar yang kini semuanya juga daring.

Sebelumnya saya hanya memerlukan paket data sekitar di bawah 20GB dari Telkomsel, karena di rumah memang tidak ada jaringan Internet selain Telkomsel. Saya bahkan sampai mengesampingkan kartu Indosat yang saya gunakan sejak zaman kuliah, karena tiap kali masuk rumah sinyalnya kabur entah ke mana. Biasanya saya mengambil data dari kantor atau kampus untuk keperluan ini dan itu.

Tapi sejak pandemi, semua tugas yang memerlukan jaringan Internet dikerjakan di rumah; satu dua bulan terakhir, kebutuhan data terasa mencekik.

photo_2020-06-08_19-42-55

Lanjutkan membaca “Menyerah pada Kebutuhan Data”

WhatsApp dan iPad OS

Sejak melakukan pembaruan dari iOS 12 ke iPad OS, ipad Mini yang saya miliki menjadi tidak terlalu stabil. Satu-satunya hal yang menarik di iPad OS adalah dark mode, karena fitur lain tidak terlalu menambah produktivitas saya, terkecuali kini saya bisa mengakses WhatsApp versi web di iPad – yang dulunya harus menggunakan aplikasi pihak ketiga – cara yang tidak saya sukai.

WhatsApp web secara resmi dapat diakses melalui peramban Safari pada iPad OS dengan memilih menampilkan tampilan desktop. Lanjutkan membaca “WhatsApp dan iPad OS”

Ketika Trik Konfidensi Mengetuk Pintu

Dunia internet memiliki jebakan mereka sendiri, salah satunya adalah trik konfidensi, menyasar pada mereka yang membutuhkan namun tidak terlalu memerlukan, sebuah perangkap yang disiapkan si penjebak sesuai dengan situasi latar korban. Dan kadang, jika tidak teliti, jebakan bisa memakan korban, tidak hanya pribadi, namun juga bisa jadi instansi atau badan usaha.

Tadi pagi saya kembali menerima jebakan macam ini, dan bagi saya mungkin sesuatu yang lucu – “memangnya gue bakal kejebak gitu?“, tapi mungkin akan menjadi pelajaran yang bermakna bagi orang lain. Biasanya belajar membuat kita bisa membedakan mana yang merupakan trik konfidensi atau dalam bahasa kerennya scam, dan tindak penipuan dengan trik ini atau scamming, serta pelakunya atau scammer. Lanjutkan membaca “Ketika Trik Konfidensi Mengetuk Pintu”

Mengirim Lampiran Berkas Berukuran Besar via Surat Elektronik

Semua penyedia layanan surat elektronik (surel/email) memiliki batasan besar berkas (file) yang bisa dilekatkan pada lampiran (attachment), jika pembatasan ini tidak lakukan, maka kita bisa menghabiskan banyak waktu hanya untuk menerima satu surat elektronik lengkap, dan menghambat sinkronisasi seluruh kotak surat kita. Sedemikian hingga masing-masing penyedia jasa surat elektronik memiliki pembatasan sendiri seperti AOL (25 MB), Gmail (25 MB), Outlook.com (10 MB), YahooMail (25 MB), Mail.com (50 MB).

Lanjutkan membaca “Mengirim Lampiran Berkas Berukuran Besar via Surat Elektronik”

Google Chrome atau Microsoft Edge?

Belakangan ini saya berpikir untuk memilih, apakah akan bermigrasi ke Microsoft Edge? Tunggu dulu, bukankah ini terdengar konyol? Karena semenjak pendahulunya, yaitu Internet Explorer, peramban buatan Windows tidak begitu mengena di hati pengguna.

Saya hanya melihat, ada banyak polesan yang muncul pada Microsoft Edge, tapi itu juga tidak membuat saya berpikir untuk berpindah. Polesan tidak bermakna tanpa adanya manfaat langsung yang dirasakan pengguna, bukankah begitu?

Capture

Google Chrome vs Microsoft Edge (Adblock: aktif) pada Windows 10.

Lanjutkan membaca “Google Chrome atau Microsoft Edge?”

Teknologi Menulis yang Enak di Ponsel

Ketika ada banyak pilihan teknologi untuk menulis bagi para penulis. Saya masih tetap klasik pada Ms Word. Dulu saya gemar menggunakan Libre Writer, namun beberapa membuatnya tidak lama bertahan dengan perubahan tuntutan dan teknologi. Khususnya tuntutan bekerja yang selalu bergerak.

Ponsel saat ini merupakan sarana menulis praktis, tapi bagi penulis klasik semacam saya, menulis di perangkat komputer adalah hal yang tidak terlepaskan. Sehingga saya akan mencari perangkat lunak yang bisa membantu saya melakukan sinkronisasi. Pertimbangan kedua adalah setelah sinkronisasi, saya harus bisa melakukan penyuntingan dan proofreading dengan lebih mudah. Pertimbangan ketiga adalah jika bisa saya tidak perlu mengetik sendiri. Lanjutkan membaca “Teknologi Menulis yang Enak di Ponsel”

Bergelut dengan Pengisian Paket Data Indosat

Jika bukan karena malas berganti nomor, saya mungkin sudah melepaskan nomor ponsel Indosat IM3 yang saya gunakan. Bergelut dengan mekanisme pembaruan paket data pra bayar Indosat adalah sesuatu yang tidak mengenakan. Ya, walau saya akui dalam banyak masalah layanan pelanggan mereka bisa menyelesaikan dengan baik dan memuaskan, namun masalah tersebut, entah kenapa rasanya tidak harus ada sejak awal.

Kita menjadi lebih banyak menyelesaikan masalah daripada mencegah masalah terjadi. Sudah lama nomor telepon seluler saya tidak memiliki pulsa untuk SMS ataupun menelepon. Saya memang tidak menyediakannya, karena biasanya pulsa ini akan terpotong pada saat pengalihan paket data.

Lanjutkan membaca “Bergelut dengan Pengisian Paket Data Indosat”