Selamat Tinggal Joli OS

Saya mungkin tertinggal berita ini, namun ternyata salah satu distribusi Linux favorit saya Joli OS berakhir dukungannya dan tidak dibuat lagi versi barunya pada akhir Desember tahun ini. Saya mengenal Joli OS yang membawa sistem komputasi awan Jolicloud pertama kalinya pada komputer-komputer tua sehingga bisa berfungsi kembali. Jika Anda masih memiliki komputer yang berusia 10-13 tahun, maka sistem operasi ini bisa membuat komputer Anda berjalan dengan aplikasi-aplikasi modern berbasis komputasi awan.

Saya tidak tahu apa alasan pasti penghentian proyek Joli OS, dan ini membuat satu-satunya sistem operasi awan yang berjaya saat ini adalah Chrome Book dari Google. Jolicloud sendiri sekarang hanya tersedia dalam versi web yang disebut sebagai Jolidrive dengan pengguna mencapai 1 juta orang di seluruh dunia.

Continue reading →

Iklan

Jolicloud 2 – Segera Tiba

Saya melihat sebuah video promosi di YouTube yang menginformasikan Jolicloud 2 akan segera tiba. Saya sudah berharap lama versi mereka ditingkatkan, karena sebagai pengguna saya merasa Jolicloud banyak tertinggal di belakang di sisi usabilitas dibandingkan sistem operasi populer lainnya ala Ubuntu atau Android, dan kini Chromebook juga sudah mulai merambah dunia Cloud OS.

Sebagai sistem operasi yang mengusung komputasi awan, dan bisa dijalankan di pelbagai komputer tua, Jolicloud masih merupakan favorit saya saat ini (mungkin alasan klasik karena tidak bisa mencicipi Chrome OS). Saya sebenarnya ingin menggunakan Jolicloud di mana-mana, karena ini satu-satu sistem operasi terbuka yang bisa ditempatkan di mana-mana, alasan sederhana bukan? Seperti pengguna produk Apple yang memilik Mac OS di komputer dan iOS di ponsel, maka Jolicloud bisa menggunakan metode serupa dengan menerapkan Joli OS di komputer, dan mungkin Jolidrive dalam bentuk tertentu di ponsel atau tablet. Continue reading →

TweetDeck pada Jolicloud Linux

Salah satu distribusi Linux yang masih bisa menggunakan TweetDeck dengan cukup cantik adalah Jolicloud, terima kasih pada teknologi Web HTML5 yang tertanam padanya. Saya kebetulan memiliki Jolicloud, distribusi Linux yang menggunakan kekuatan komputasi awan menyelip di dalam Ubuntu Raring Ringtail yang sebentar lagi akan diganti. Saya pun iseng melihat tawaran aplikasi yang terdapat di App Center milik Jolicloud, dan ternyata di dalamnya masih ada TweetDeck.

TweetDeck adalah, bagi yang belum kenal, aplikasi untuk mengelola jejaring sosial Twitter (dan mungkin juga masih bisa Facebook). Aplikasi ini dulu sangat populer di era akhir kejayaan komputer pribadi sebelum didesak oleh perkembangan teknologi bergerak seperti smartphone dan tablet PC. Mereka yang gemar berceletuk ria akan berada di depan monitor memerhatikan pembaruan yang muncul di lini masa Twitter mereka, di sinilah TweetDeck sempat menjadi raja sesaat. Continue reading →

Stiker dari @Jolicloud

Siang ini saya menemukan amplop yang diperebutkan oleh teman-teman di meja depan kamar. Rupanya yang menarik perhatian mereka adalah surat yang berasal dari Prancis. Karena tidak tercantum pengirimnya, saya juga tidak dapat menduga-duga.

Setelah dibuka, rupanya paket stiker gratis dari Jolicloud yang tiba. Saya sendiri hampir lupa pernah meminta stiker gratis dari distribusi Linux berbasis Ubuntu ini. Dan saya juga lupa kalau markas besar mereka ada di Paris, Prancis. Continue reading →

Jolicloud DE pada Ubuntu 13.04

Salah satu distro Linux favorit saya Joli OS, kini hadir dalam kemampuan Jolidrive-nya melalui Jolicloud Desktop Environment (JDE) di Ubuntu, dan sudah bisa dicoba pada Ubuntu 13.04 Raring Ringtail yang saya gunakan. Ini adalah satu lingkungan kerja berbasis komputasi awan yang paling populer saat ini. Mungkin karena Joli OS lawas yang berbasis Ubuntu lawas sudah tidak bisa digunakan di banyak tempat, maka sebuah opsi memindahkan sistem/lingkungan Jolidrive ke distro stabil seperti Ubuntu teranyar menjadi solusi yang dianggap cukup baik.

JDE ini masih merupakan uji coba pada Raring Ringtail, namun sudah bisa digunakan pada dua versi Ubuntu sebelumnya. Dulu saya sempat mau mencoba memasang Joli OS 1.2 pada Asus X201E yang saya punya, namun sayang, sistem operasi itu terlalu lawas untuk dapat berjalan pada mesin baru – walau pun harus diakui salah satu nilai lebihnya adalah membuat mesin lama berjalan dengan sangat baik dan tampak modern. Continue reading →

Mencicipi Joli OS 1.2

Salah satu koleksi distro Linux saya adalah Joli OS, sebuah sistem operasi berbasis cloud computing dan diturunkan dari Ubuntu dengan basis Chromium. Joli OS didesain khusus untuk netbook, namun juga bisa bekerja dengan baik pada notebook ataupun komputer lawas. Kali ini saya mencobanya melalui VirtualBox OSE sebagaimana saat mencoba KDE openSUSE 11.4 sebelumnya. Nyamannya menggunakan VirtualBox OSE adalah jika sudah tidak diperlukan, sistem operasi virtual bisa dibuang dengan mudah tanpa menganggu sistem operasi asli, bahkan jika sistem operasi virtual mengalami crash.

Kali ini saya mencoba versi terbarunya, yaitu Joli OS 1.2. Saya membuat sebuah lingkungan virtual baru, dengan ruang 8 GB, RAM 1024 MB, Akselerasi Video 3D 64 MB, dengan PAE diaktifkan. Ini merupakan setelan standar saya untuk mencoba sebuah Linux di ruang virtual.

Continue reading →

Linux untuk Netbook

Netbook yang merupakan bentuk lebih mini dari notebook cenderung memiliki performa komponen yang tidak setangguh notebook. Sehingga tidak jarang pengguna netbook menemukan komputernya menjadi terlalu lambat atau “berat” ketika menjalankan sistem operasi tertentu dan program-program di dalamnya. Dalam hal ini termasuk ketika menggunakan distro Linux tertentu.

Saya bukan pengguna netbook,  tapi saya rasa beberapa informasi tentang Linux yang tepat untuk netbook menjadi sangat esensial bagi pengguna Linux. Jadi berikut saya coba untuk mengumpulkan beberapa distribusi Linux yang didesain untuk digunakan dan memberdayakan netbook. Urutan ini tidak didasarkan pada popularitas, kemampuan/kehebatan, atau kemudahan penggunaan, ini hanya urutan acak saja.

Continue reading →