Yang Berbeda yang Disekitar

Tidak ada satu kristal salju yang sama dengan yang lainnya, katanya. Lalu bagaimana dengan manusia, apakah ada yang sama satu dengan yang lainnya?

Seberapa banyak kita melihat perbedaan? Dan bagaimana kita bisa menerimanya?

Mengapa pusing dan dibuat ribut oleh perbedaan, jika bisa dibuat damai?

 

Iklan

It’s Going to be Okay

Bahkan kekhawatiran tidak akan membawa ke mana-mana. Hanya berputar-putar dan kemudian jatuh ke dalam keputusasaan. Mengapa tidak melihat ke depan? Jangan khawatirkan langit akan runtuh, ketika jiwa masih menyala hangat dengan segenap semangat.

Dan jangan khawatir, karena atas apa yang telah dilalui selama ini, maka semuanya akan baik-baik saja.

Secangkir Kopi di Pagi Hari

Anda mungkin melihat bahwa saya menyematkan ‘kopi’ pada bagian atas setiap halaman blog ini. Entah kenapa, mungkin sebenarnya adalah sebuah ‘kebetulan’ yang benar. Mengapa demikian?

Karena dalam sebulan ini, beberapa hal berubah dalam ‘pola’ aktivitas harian saya. Berangkat pukul tujuh pagi dan kembali di rumah pukul sembilan malam. Saya tidak menyebut ini berat, karena masih banyak orang lain di luar sana yang menjalani keseharian mereka ‘lebih berat’ dibandingkan apa yang saya jalani.

Embed from Getty Images Continue reading →

Kegembiraan Hingga Renta

Seberapa lama manusia bisa menikmati kehidupannya? Hingga usia senja? Tentu saja itu semua kita harapkan. Tapi bagaimana kita bisa berharap datangnya esok yang indah, ketika kita tidak lagi menghargai apa yang ada hari ini?

Manusia itu unik. Selalu berusaha mencari sesuatu yang membuatnya nyaman, dan ‘sialnya’ kadang sampai menyangkal kenyamanan itu sendiri ketika dia menemukan suatu masalah. Continue reading →

Paradoks Para Pencari Kebenaran

Realita adalah bentangan sederhana di hadapan kita. Apa yang tidak sederhana adalah pemikiran kita, dan bagaimana kita memandang dunia melalui sawar pemikiran yang penuh kompleksitas ini, sehingga kita sering menemukan diri kita berkata bahwa ini dan itu tidak seharusnya demikian. Anda mungkin benar, tapi hei, siapa bilang kebenaran itu absolut.

Paradoks para pencari kebenaran – entahlah, mungkin karena mereka tidak menyukai kebenaran dalam satu atau dua bentuk; mungkin karena mereka merindukan sesuatu yang membebaskan; mungkin karena mereka merasakan ada sesuatu yang keliru dengan kisah-kisah yang dibenarkan selama ini. Continue reading →

Seberapa Mahal Harga Kebahagiaan?

Saya bertanya-tanya, sebagaimana banyak orang di muka bumi ini. Apa kebahagiaan begitu mahal harganya? Sehingga tak cukup manusia berlomba, atau bahkan saling senggol untuk memungut seklumit kepuasan. Ataukah kepuasan dan kebahagian itu setali tiga uang? Apa yang bisa memuaskan diri kita? Apa yang bisa membahagiakan diri kita?

Sayangnya pertanyaan ini akan selalu berputar-putar, karena saya tidak memiliki kemampuan mengukur dunia dengan keterbatasan ketika saya mengukurnya dengan diri saya sendiri. Kriminalitas mulai dari gelapnya jalanan hingga ke kerah terputih menjadi sesuatu yang umum. Berbagai alasan dilontarkan, berbagai argumen dihadapkan, namun kebenaran akan kebahagiaan tetaplah semu. Continue reading →