Christopher Robin

Apakah Anda terlahir di tahun 1926? Mungkin tidak, tapi pada tahun tersebut lahir sebuah karya – yang kini dikenal klasik – bagi anak-anak. Winnie-the-Pooh. Saya bukan penggemar berat serial ataupun filmnya, namun saya tidak bisa tidak menyukainya.

Winnie-the-Pooh adalah tuangan pemikiran yang unik, yang murni tentang interaksi tokoh-tokoh di dalamnya. Dan di balik ketidaksempurnaan yang dihadirkan, ada sebuah utopia yang terselubung.

Continue reading →

Iklan

Film Animasi the Peanuts Movie

Siapa yang tidak suka Snoopy? Kecuali jika Anda lahir di era yang ‘fakir kartun’ belakangan ini, Anda mungkin tidak mengenal tokoh anjing lucu ini. Bersama dengan sahabatnya Charlie Brown kali ini muncul ke dalam animasi 3D yang menarik dalam film ‘The Peanuts Movie’. Continue reading →

Film The Little Prince

Jika Anda pernah membaca novel ‘Le Petit Prince’ karya Antoine de Saint-Exupery, maka film ini akan membawa imajinasi kita ke dalam novel tersebut. Tentu saja film The Little Prince merupakan adaptasi dari novel yang sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 180 bahasa itu. Di samping kisahnya yang sederhana, saya menyukai kisahnya yang penuh inspirasi. Continue reading →

Film San Andreas

Dulu melihat cuplikannya, kok kesannya keren ya, seperti pas melihat cuplikan film 2012. Tapi setelah selesai menonton jadi bingung apakah harus bilang bagus atau buruk, mungkin karena tidak terlalu bagus, juga tidak terlalu buruk. Film ini dibandingkan film fiksi ilmiah, mungkin lebih pas sebagai film keluarga yang sedikit “menegangkan”. Continue reading →

Film Oz the Great and Powerful

Saya menonton film ini, mungkin karena terikat dengan salah satu musik favorit saya, “Over the Rainbow“. Setidaknya seminggu sekali, saya akan mendengarkan lagu ini di saat santai. Sayangnya, kali ini tidak muncul dalam film terbaru Disney, “Oz the Great and Powerful”.

Lalu apa yang ditawarkan film ini? Saya bisa katakan, “dunia baru” yang diciptakan benar-benar karya imaginasi yang tiada duanya, dibandingkan semua film yang pernah saya tonton. Ini seperti banyak dunia film dijadikan satu. Apakah mendekati film “Wizard of Oz” tahun 1939 yang pernah ditayangkan di televisi kita di masa lalu? Entahlah, saya lupa, terlalu kecil untuk mengingatnya, tapi saya rasa “keajaiban imaginasi” yang diberikan, nyaris sebanding. Continue reading →

Tangled Ever After

Film Tangled sendiri cukup menarik saya dulu, dan sedikit kisah kecil yang menjadi penutupnya tentu cukup menarik. Kali ini bukan Eugine ataupun Rapunzel yang menjadi tokoh utama, namun para pendamping mereka di acara pernikahan kerajaan.

The short starts out with the film narrated by Eugene, similar to the first story, proclaiming dramatically that “This is the day my life ended”. Rapunzel corrects him and he then admits that it was actually the best day of his life. Rapunzel and Eugene (Flynn Rider) are about to be married. The entire kingdom prepares for what Eugene and Rapunzel state is the biggest shindig the kingdom has ever seen and that everything was perfect and went as planned, except for two things: Eugene’s nose once again not properly drawn and Pascal and Maximus losing their wedding rings. Continue reading →

Ice Age: Continental Drift

Ini adalah seri keempat film “Ice Age” sejak perdana mengocok perut saya sepuluh tahun yang lalu. Mengambil judul “Ice Age: Continental Drift“. Dan sebagaimana film-film sebelumnya, secara klasik petualangan Manny dan kawan-kawan dimulai oleh bencana yang disebabkan oleh Scrat, dan memang bisa dibilang semua bencana memang dialah berang keroknya dalam film Ice Age, kecuali beberapa bencana kecil oleh Sid.

Pada film “Ice Age: Continental Drift” ini, Scrat membuat bencana luar biasa yang dikenal dengan “Scrat’s Continental Crack-Up”, bahkan saya tertawa menyaksikan cuplikannya yang sudah dirilis sejak setahun lalu. Ya, ini nostalgia pelajaran ilmu bumi dalam lelucon animasi 3D yang apik. Hanya saja jika terjadi sebenarnya seperti itu, mungkin tidak akan lucu lagi, Continue reading →