She and Her Cat

Mengapa karya Makoto Shinkai selalu menjadi magnet yang menarik? Entahlah, namun dari yang pernah saya saksikan, dia selalu membuat karya-karya yang sangat menyentuh. Kali ini saya menemukan lagi, karyanya yang berjudul ‘She and Her Cat’ yang video animasi aslinya dirilis tahun ’99 kembali diadaptasi ke dalam karya baru.

Continue reading →

Iklan

Sepuluh Tahun Gempa Jogja

Sepuluh tahun yang lalu, tidak perlu lebih dari semenit gempa yang dimulai di wilayah Yogyakarta bagain Selatan telah mampu meremuk-redam peradaban tanah yang damai ini. Saat kembali melihat kenangan masa itu, rasanya tidak ingin lagi melihat ke belakang, karena kepedihan selalu tertancap di situ. Continue reading →

La Maison en Petits Cubes

A piece of love – saya rasa memang tepat ditujukan bagi film “La Maison en Petits Cubes” ini, yang bermakna rumah dari kubus-kubus kecil. Karya Kunio Kato yang diiringi musik oleh Kenji Kondo ini memang luar biasa menyentuh – siapa pun yang menyaksikan animasi pendek yang berdurasi sekitar 12 menit ini, termasuk saya sendiri tentunya.

Jika Anda bertanya-tanya seperti apa kualitas film animasi pendek yang memenangkan Oscar, maka “La Maison en Petits Cubes” akan memiliki jawabannya. Tidak ada film tanpa kata-kata yang bisa membawa Anda sejauh dan sedalam “La Maison en Petits Cubes” kecuali dibuat dengan sepenuh hati. Continue reading →

Seperti Dulu–Belajar dari Dasar

Hari-hari saya berada di Yogyakarta semakin pendek, jadi beberapa pekan terakhir saya menghabiskan lumayan banyak waktu dengan bernostalgia ke pelbagai tempat lama, yang dulu sering saya kunjungi. Beberapa hari yang lalu, saya menghabiskan waktu hingga agak larut malam di tempat salah seorang teman, katakanlah kami sama-sama memiliki antusiasme di bidang teknologi informasi, dan saya banyak belajar ilmu komputer darinya sejak pertama kali datang ke Yogyakarta – di mana komputer adalah sesuatu yang asing bagi saya.

Di tengah perbincangan kami, datanglah seorang anak muda dengan tergopoh-gopoh – dan ini bukan berarti bahwa kami sudah tua, meski memang rambut saya telah beruban di mana-mana – , dia datang sembari memanggil nama teman saya ini.

Continue reading →

Jika Terlalu Sering Masuk Rumah Sakit

Saya memiliki beberapa asuransi kesehatan untuk menyokong beban tidak terduga dari biaya masuk rumah sakit, alias rawat inap. Saya teringat hal ini ketika bersih-bersih rumah beberapa waktu yang lalu. Saya menemukan beberapa “relik masa lalu” dari sisa-sisa yang membuktikan saya cukup sering menjalani rawat inap selama di Yogyakarta.

Beberapa di antaranya adalah tas-tas plastik untuk wadah peralatan mandi yang biasanya diterima pasien rawat inap. Tentunya pasien hanya mendapatkan tas tersebut satu buah setiap satu periode rawat inap, dan saya menemukan beberapa tas tersebut di sudut-sudut kamar ketika membongkarnya untuk dibersihkan. Ah, saya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saja.

Continue reading →

Buaya Gombal

Akhirnya saya tidak bisa membayangkan bahwa hari ini saya akan terbaring cukup lama, pasti karena kemarin berada di ruangan bertemperatur dingin dalam waktu yang sangat lama. Tubuh ini tidak bisa beradaptasi dengan baik pada suhu rendah, it shall get fever for next day.

Namun jika hari ini adalah hari yang sama seperti beberapa tahun lalu, mungkin saya akan sungguh-sungguh mengabaikan badan yang lemah ini. Saya bisa jadi menemukan diri saya tengah menyusuri jalan kecil di Barat Gereja Kota Baru. Karena di sana saya bisa mendapatkan beberapa hal yang bisa membuat seseorang tersenyum.

Continue reading →