Gunakan Sistem Balas Komentar pada WordPress

WordPress sudah melakukan kemajuan pada notifikasi (pemberitahuan) balasan tanggapan/komentar baru-baru ini, Pak Jarwadi sudah pernah membahas hal ini sebelumnya. Saat ini mengetahui balasan komentar bagi pemilik akun WordPress sangat mudah, cukup dengan memanfaatkan pita navigasi (navbar) di bagian atas.

Jika dulu saya harus menggunakan sistem mengikuti semua tanggapan yang masuk, dan menghasilkan banyak sekali surat elektronik pemberitahuan bahwa ada tanggapan baru terus menerus, Sekarang saya cukup menggunakan pita navigasi. Lanjutkan membaca “Gunakan Sistem Balas Komentar pada WordPress”

Bukan Spam – Namun Tetap Tidak Diloloskan

Jika sebuah komentar tidak diloloskan atau tidak ditampilkan, pertama-tama salahkanlah mesin antispamnya – merekalah yang bertanggung jawab dalam baris terdepan menyambut setiap tanggapan pada sebuah blog. Saya menggunakan Akismet dan Antispam Bee yang menghasilkan “zero spam penetration“, yang bermakna saya tidak perlu lagi mengkhawatirkan spam. Meskipun pada sisi lainnya banyak tanggapan yang bukan spam juga “dibunuh” tanpa bertanya lebih dulu. Karena menurut Google, spam merupakan:

Abusing comment fields of innocent sites is a bad and risky way of getting links to your site. If you choose to do so, you are tarnishing other people’s hard work and lowering the quality of the web, transforming a potentially good resource of additional information into a list of nonsense keywords.

Namun bukan berarti semuanya berjalan lancar, ada beberapa tanggapan/komentar yang baru pertama kali masuk dan harus dipilah terlebih dahulu – karena berada pada jalur moderasi. Biasanya tanggapan ini bukan merupakan spam, karena mungkin hanya 1 dari 10.000 spam yang bisa lolos dari kombinasi dua mesin antispam tersebut. Lanjutkan membaca “Bukan Spam – Namun Tetap Tidak Diloloskan”

Menguji Kembali Akismet

Karena saya menerima sejumlah keluhan berkait dengan komentar yang dihapus secara mendadak oleh mesin antispam yang saya gunakan, maka sementara saya mencoba kembali menguji dengan mekanisme antispam dengan akismet di blog ini. Sebelumnya dengan menggunakan Antispam Bee saya menerima data harian sekitar 30 – 60 spam yang diblok tanpa perlu saya analisa dan lain-lain lagi, sebenarnya ini sangat membantu saya karena tidak perlu memilah antara mana yang positif palsu dan mana yang tidak.

Saya ingin melihat reabilitas akismet yang sudah lama tidak saya cicipi. Saya akan coba seminggu terlebih dahulu, baru mungkin kemudian sebulan jika diperlukan, jika bagus, mungkin saya akan menggunakan mekanisme dua lapis seperti dulu.

Lanjutkan membaca “Menguji Kembali Akismet”

Ngeblog di Blogspot Sepenuhnya via Ponsel

Ngeblog lewat ponsel pintar/smartphone atau yang dikenal dengan mobile blogging sangat nyaman, masing-masing mesin blog memiliki triknya tersendiri – seperti Tumblr dan WordPress menyediakan aplikasi untuk ponsel pintar ala Androids atau iPhone. Hanya saja saya kini ingin mengingat kembali bagaimana menulis blog di Blogspot (Blogger.Com) melalui ponsel (boleh pintar boleh juga tidak).

Saya tidak tahu persis apakah Blogspot menyediakan aplikasi ngeblog via ponsel, karena saya tidak pernah menggunakan aplikasi semacam itu. Bagi Anda yang memiliki ponsel jadul, hanya bisa untuk SMS atau MMS, yah ini-pun juga boleh untuk menulis di Blogspot. Ah, tapi mungkin akan menjadi seperti twitter ya, 160 karakter.

Lanjutkan membaca “Ngeblog di Blogspot Sepenuhnya via Ponsel”

Apakah Disqus Menahan Spam Sepenuhnya?

Salah satu alasan utama saya memasang sistem komentar Disqus adalah guna menghindari spam yang bertebaran di dunia maya. Tapi apapun mekanisme yang diterapkan, rasanya tidak ada yang 100% sempurna, selama borang tanggapan masih dibuka, spam bisa selalu muncul. Termasuk ketika menggunakan Disqus.

Di beberapa blog lain yang menggunakan Disqus, saya memperketat aturan berkomentarnya, seperti mesti memiliki akun Disqus yang terverifikasi. Namun tidak untuk blog ini, bahkan OpenID-pun masih diizinkan – semisal pemberi tanggapan tidak ingin memublikasikan alamat surelnya bahkan pada admin blog, hanya saja ini membuka peluang lebih besar untuk masuknya spam.

Lanjutkan membaca “Apakah Disqus Menahan Spam Sepenuhnya?”

Alasan Disqus Potensial Untuk Diskusi

Bahkan ketika Anda tidak memasang sistem komentar Disqus pada blog anda, saya rasa ada baiknya memiliki sebuah akun Disqus. Karena Disqus belakangan ini sudah bukan lagi sekadar sistem komentar untuk blog atau situs tertentu, namun juga sebuah jejaring sosial yang memungkinkan interaksi luas dan diskusi yang tanpa batas.

Disqus memberikan potensi diskusi yang sangat luas. Bagi admin blog, manajamen sistem komentar menjadi lebih mudah, baik dengan moderasi atau-pun tanpa moderasi. Jangan khawatir dengan spam, sebab Disqus memiliki antispam sendiri – dan setelah saya pelajari belakangan ini, admin blog bahkan tidak memerlukan antispam tambahan pada mesin blognya.

Disqus mungkin lebih berat pada sebuah blog yang menggunakan sistem komentar standar. Dengan akun Disqus, pembaca mesti menunggu sesaat – sambil membaca konten blog – sebelum sistem komentar siap. Namun dengan akun Disqus (tentu saja sebaiknya penerimaan kuki diaktifkan), akan lebih cepat jadinya, dan proses diskusi selanjutnya akan lebih mudah. Lanjutkan membaca “Alasan Disqus Potensial Untuk Diskusi”

Diskusi Blog Nan Elok

Dalam tulisannya yang berjudul “Diskusi via Kolom Komentar Blog, Sudahkah Membudaya di Indonesia?”, Narablog Iskandaria membuat saya merenungkan kembali sesuatu yang de’ javu, untuk apa sih kolom tanggapan itu ada pada sebuah blog?

Sebenarnya saya pernah menulis serupa dengan judul “Mengelola Langgan Komentar Blog”. Saya rasa sebenarnya kolom tanggapan adalah sesuatu yang baik untuk memperkaya konten, karena bagaimana pun saya sendiri merasakan, sebuah tulisan tidak akan pernah selalu sempurna dan sepenuhnya informatif, maka kesempatan memperkaya dan melengkapi konten blog adalah melalui sistem komentar.

Tidak ada panduan resmi & baku tentang bagaimana sih diskusi yang baik di sebuah blog itu. Tapi tentu saja kita memiliki abstraksi dalam benak kita masing-masing, bagaimana sih diskusi yang baik itu. Tapi tentu saja karena abstraksi ini dapat beragam bagi masing-masing individu, ada baiknya narablog menetapkan sebuah konsep diskusi pada blognya. Dan itu ya terserah masing-masing narablog bagaimana mengonsepkannya.

Saya rasa – sebagaimana yang kita ketahui bersama – bahwa adanya jalur komunikasi yang baik adalah syarat utama diskusi dapat berjalan dengan baik. Ketika seseorang memberikan “lemparan pertama” dalam kolom komentar, maka agar diskusi bisa berjalan dengan baik, dia berhak tahu bahwa ada tanggapan baru yang masuk jika “lemparannya” mendapatkan respons dari yang lainnya.

Berlangganan tanggapan adalah salah satu metode yang digunakan untuk memberikan pemberitahuan pada si pemberi tanggapan bahwa ada tanggapan baru untuk tanggapannya. Misalnya pengguna klien WordPress bisa menggunakan pengaya “Comment Reply Notification”, terutama bagi mereka yang menggunakan sistem komentar bersarang dengan jumlah pengomentar yang banyak tiap tulisannya, ini akan sangat bagus.

Sedangkan bagi mereka yang tidak menerapkan sistem komentar bersarang/bergalur, kondisi ini kadang membuat langganan seluruh isi diskusi adalah pilihan yang baik (jika jumlah komentar tidak terlalu banyak, dan memang berisi dengan diskusi yang bermakna). Maka perpaduan antara pengaya “subscribe to comment reloaded” dan “marctv reply button” (atau theme yang dibangun dengan konsep serupa) adalah pilihan yang baik dalam menyusun tatanan komentar dalam urutan kronologis yang baik.

Beberapa narablog menerapkan moderasi penuh pada blognya, ini bukan sekadar untuk mencegah spam atau komentar tidak diinginkan pada tulisannya, namun juga mencegah distraksi (pengalihan perhatian) terhadap tanggapan sebelumnya. Biasanya pada blog yang memiliki sejumlah pembaca setia (pelanggan), saat sebuah tulisan dipublikasikan, maka tanggapan akan datang berjubel pada saat-saat yang berdekatan. Untuk mendapatkan tanggapan yang “murni” terhadap tulisannya, narablog akan memoderasi tanggapan sebelum semua dimunculkan secara bersamaan. Jika tidak, ada kemungkinan sebuah tanggapan hanya mengekor tanggapan sebelumnya padahal belum tentu paham apa isi tulisan.

Satu hal yang menurut saya agaknya kurang pas dalam mengelola diskusi adalah di mana moderator/admin justru membalas tanggapan dengan sebuah kutipan (atau sejenisnya) tepat pada kolom tanggapan yang sama, artinya tanggapan disunting dan ditambahkan balasannya. Mungkin akan tampil apik (dan tampaknya ada banyak orang yang suka), tapi entah kenapa saya melihat ini mematikan diskusi. Misalnya ketika saya sudah memilih berlangganan komentar selanjutnya, tapi saya hanya melihat tanggapan baru saja, sedangkan pertanyaan saya tidak dibilas. Ketika mengunjungi halaman tersebut, ternyata rata-rata tanggapan sudah dijawab, namun dengan kutipan, sehingga saya sama sekali tidak pernah menerima balasan tersebut di kotak surel saya.

Tidak hanya dari sisi admin atau moderator itu sendiri, namun dari sisi pengomentar juga selayaknya membantu diskusi yang baik. Misalnya pemberi tanggapan selayaknya menjadi pembaca yang baik, sehingga tanggapan tidak terkesan asal “ngabsen”. Memberikan jati diri (identitas) yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga bisa diketahui siapakah yang memberikan tanggapan. Anonim sebenarnya tidak masalah, tapi mengapakah Anda tidak berani tampil sebagai diri anda sendiri? Dan tentu saja beberapa hal yang masih kontroversi, seperti menggunakan kolom tanggapan untuk meminta backlink dan kunjungan balik – ha ha…, saya sendiri merasa itu bukan fungsi borang tanggapan. Silakan hubungi pemilik blog secara personal untuk urusan seperti itu, tidak etislah mengganggu diskusi yang sedang berlangsung dengan konten tanggapan seperti itu, dan kasihan juga nanti admin blog jadi serba salah.

Jika Anda ingin diskusi yang baik di blog, saya rasa memerlukan memang kesediaan admin blog guna menyediakan sistem diskusi yang baik, dan harus berani tegas memangkas semua tanggapan yang akan merusak tatanan diskusi – tidak boleh ada nopetisme atau tebang pilih. Jika admin tidak tegas, saya rasa pembaca pun akan enggan urun pendapat, atau sekadar memberi pendapat kemudian tidak akan mengikuti diskusi blog selanjutnya, karena terlalu (lebih) banyak tanggapan yang tidak ia perlukan, bahkan tidak sesuai dengan topik bahasan.

Nah para pembaca yang hendak berdiskusi juga demikian. Diskusikan sesuatu secara wajar dengan cara yang santun. Masukan, pendapat, pertanyaan dan sanggahan pun bisa disampaikan secara apik. Jika saya sendiri lebih suka pendapat yang disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik, karena kadang tidak bisa menangkap secara utuh jika disampaikan dengan bahasa gaul anak muda zaman sekarang – maklum rambut sudah beruban – apalagi jika disingkat ala pesan singkat di ponsel, apakah menyingkat selalu lebih baik? Anda membuat orang seperti saya membaca lebih lama daripada membaca tulisan yang tidak disingkat, apalagi ditambah tidak juga mengerti setelahnya.

Kadang ada tulisan-tulisan yang membuat saya tidak bisa berkata-kata, seperti puisi, karya sastra, fotografi, portofolio dan lain sebagainya – it just makes me speechless – maka daripada saya mengganggu diskusi dengan komentar cuma sekadar bilang saya suka, saya pun memilih meng-klik tombol “like” jika disediakan oleh admin blog.

Intinya, jika admin menyediakan sarana diskusi yang baik, moderator memantau dan mengatur jalannya diskusi dengan apik, serta para pembaca yang memang bersungguh memberikan urun pendapat secara santun, saya kira sebuah diskusi yang baik bisa tercipta di blog manapun, meski hanya satu atau dua percakapan saja. Karena kuantitas bukanlah segala-galanya.

Diskusi blog yang baik merupakan bagian dari implementasi Internet Sehat bagi masyarakat kita. Dan saya rasa kita tidak memiliki alasan untuk tidak mendukungnya.

Serangan Spam

Ketika saya melepas sementara sistem komentar Disqus untuk melakukan pemeliharaan blog selama satu-dua hari, saya mendapati bahwa Antispam Bee menghalangi ratusan spam per harinya. Aneh juga, walau tentu dengan setelan yang saya terapkan, spam akan langsung dihapus tanpa harus disimpan dan dipilah manual (saya nyaris tidak pernah memoderasi komentar spam – saya tidak suka itu).

Disqus memang memiliki sistem antispam tersendiri, saya pun menyisipkan lapis kedua dari sistem antispam automattic kismet (akismet) pada server Disqus. Sehingga sebagaimana yang saya sampaikan dulu, dengan menambah Disqus di blog ini berarti ada tiga lapis sistem antispam yang bekerja, dua di server luar dan satu di server internal.

Lanjutkan membaca “Serangan Spam”

Dis.Cuss.It untuk WordPress

Jika orang yang rajin berkunjung ke pelbagai blog mungkin sudah mengenal pelbagai jenis sistem komentar pihak ketiga seperti Disqus & IntenseDebate yang bisa dipasang secara cuma-cuma, dan Echo yang berbayar. Yah, harus diakui Echo masih yang terbaik saat ini. Tapi ternyata ada pendatang baru yang bernama dis.cuss.it, dan saya belum tahu banyak tentang yang satu ini. Jadi saya putuskan untuk mencobanya.

Prinsip utama dis.cuss.it adalah memoderasi tanggapan, dan bisa menggunakan aplikasi yang ditanamkan di PC bersistem operasi Windows, Mac dan Linux. Aplikasi untuk ponsel canggih seperti iPhone, Android dan Windows 7 Phones mungkin akan segera menyusul.

Pada dasarnya, layanan ini menyediakan tiga jenis penawaran, dua berbayar (untuk pengempang & profesional), dan satu gratis untuk tipe dasar. Saya tentu saja akan mengambil yang gratis (tidak perlu ditanya lagi). Keterbatasan yang gratis adalah hanya bisa untuk 1 situs, 1 pengguna dan penggunaan API yang terbatas. But let me try it.

Seperti biasa, pendaftaran awal Anda akan diminta identitas, nama, surel, dan perusahaan (saya berpikir bahwa perusahaan bukanlah sesuatu yang esensial). Kemudian setelah berhasil, kita akan diminta memasukkan nama situs dan nama widget – rupanya bisa memilih apakah akan menggunakannya untuk sistem komentar atau sistem tinjauan produk.

Setelah itu jangan lupa memasang plugin discussit pada blog bermesin WordPress anda. Sinkronisasi akan terjadi dengan sendirinya, dan jika Anda mau, Anda bisa mengunduh panel moderasinya yang berbasis Adobe AIR, seperti menggunakan TweetDeck.

Kini saya menggunakannya untuk blog resmi saya Manvahana, tampilannya cukup bersih dan cukup ringan, namun saya belum mencoba semuanya. Silakan Anda menengok sendiri untuk melihat bagaimana sistem diskusi yang ditawarkan oleh Discussit. Mungkin masih sedikit kasar karena ini adalah sistem yang baru muncul, dan tawarannya fungsinya belum selengkap Disqus dan kawan-kawan, tapi lumayanlah.

Nomor Ponsel di Kolom Komentar?

Demi keamanan dan privasi masing-masing pengunjung blog, maka saya sarankan agar tidak meninggalkan data pribadi pada borang komentar sebuah blog. Misalnya saja saya baru-baru ini mendapatkan komentar yang meminta dijawab melalui ponsel, dan memberikan nomor ponselnya langsung di kolom komentar.

Menurut hemat saya, maka saya rasa hal ini kuranglah bijaksana. Nomor ponsel adalah sesuatu yang privat, bukan nomor pesawat telepon sebuah kantor/perusahaan yang memang disediakan untuk publik. Dan saya rasa juga seseorang hanya membagi nomor ponselnya pada mereka yang dipercaya atau perlu untuk mengetahui saja.

Jika nomor ponsel muncul di bagian komentar blog, maka nomor itu memiliki potensi besar menjadi konsumsi publik di dunia maya. Dan sayangnya, tidak semua orang memiliki itikad baik saat melihat nomor ponsel beserta nama pemiliknya tergeletak begitu saja di depan mata. Saat ini banyak penipuan terjadi di dunia maya, dan kita semua mesti berhati-hati dan melakukan banyak tindakan preventif terhadap hal ini.

Bagaimana misalnya jika ada orang yang menyamar sebagai pemilik blog menghubungi si pengomentar, sementara pemilik blog sedang disibukkan oleh hal-hal lain sehingga tidak bisa memberikan perhatian pada komentar tersebut? Maka bisa jadi ini merupakan celah menciptakan hal-hal yang tidak diinginkan untuk mengambil lakonnya.

Silakan gunakan alamat surat elektronik (surel) yang tepat saat memberi tanggapan, karena surel hanya diketahui oleh pengguna terkait dan administrator blog. Jika ingin mengetahui apakah mendapatkan balasan tanggapan, silakan menggunakan fitur langganan tanggapan berikutnya yang sudah saya sediakan di blog ini – maka balasan akan langsung terkirim ke kotak surat elektronik anda tanpa tertunda.

Bagi yang meninggalkan nomor telepon pribadi, saya terpaksa mengaburkan atau menghapusnya, demi kepentingan keamanan dan privasi anda juga. Dan mohon maaf, saya tidak bisa membalas tanggapan via jalur telekomunikasi lain selain surel – karena memang demikianlah konsep blog ini dijalankan.