Bahaya Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi (tekanan darah tinggi) sering tidak diacuhkan oleh penderitanya, atau bahkan sering kali tidak disadari, hingga pada akhirnya menimbulkan keluhan-keluhan ringan, atau kecacatan permanen, hingga kemungkinan serangan jantung yang parah. Hipertensi secara perlahan-lahan dapat menghancurkan tubuh penderitanya, dan pada stadium lanjut menimbulkan kerusakan banyak organ yang tidak dapat dipulihkan kembali, bahkan mengancam jiwa.

Hipertensi

Hipertensi memerlukan manajemen yang baik dan terarah jika tidak ingin dampak buruknya menghampiri si penderita di kemudian hari. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan banyak penderita tidak paham akan komplikasi berat dari hipertensi, dan menjadi cenderung hanya mencari pengobatan ketika kondisi sudah parah. Continue reading →

Iklan

Menilik Skor APGAR

Jika tidak salah, salah seorang sahabat baik saya akan memberikan mata kuliah mengenai asuhan pada bayi baru lahir pada minggu pertama atau kedua bulan depan. Dalam benak saya jika mendengar asuhan bayi baru lahir, saya jadi teringat pada “skor APGAR”, yang menjadi penilaian cepat pada kondisi bayi baru lahir dan menentukan tindakan penolong persalinan berikutnya.

Penilaian APGAR adalah sebuah tes cepat yang dilakukan pada menit pertama dan kelima pasca kelahiran, skor pada menit ke-1 memberi gambaran seberapa baik bayi melakukan toleransi terhadap proses kelahiran. Menit ke-5, skor memberikan penilaian akan bagaimana bayi beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Skor bernilai antara 1 sampai dengan 10, dengan nilai 10 memberikan gambaran bayi yang paling sehat.

Continue reading →

Penyakit Gula Mencuri Penglihatan

Penderita penyakit gula (diabetes mellitus) memiliki kecenderungan lebih besar untuk kehilangan penglihatan karena retinopathy (kerusakan pada retina mata) daripada orang normal. Ini disebut sebagai diabetic retinopathy.

Retina adalah bagian di lapisan mata dalam bagian belakang yang menangkap cahaya atau bayangan dan mengubahnya menjadi sinyal informasi di sepanjang serabut saraf untuk kemudian diolah di otak dan menjadi persepsi terhadap pencitraan/penglihatan. Kerusakan pada retina berarti ancaman kehilangan penglihatan.

Continue reading →