Lisensi Microsoft Office 365 yang Murah

Anda perlu lisensi Microsoft Office 365 yang murah untuk mengerjakan tugas sekolah, kuliah atau kantor dengan anggaran yang terjangkau? Ada banyak pilihan, salah satunya adalah membeli melalui toko niaga elektronik.

Perlu diingat bahwa harga lisensi Microsoft 365 Personal adalah Rp 87.999 per bulan atau Rp 879.999,00 per tahun. Anda tidak mungkin mendapatkan harga lebih murah dari itu untuk barang asli. Tapi tentu saja ada cara lainnya.

Microsoft Office juga menyediakan produk Office 365 Family dengan biaya langganan per tahun Rp 1.199.999,00 per tahun, atau satu juta dua ratus ribu rupiah jika dibulatkan. Dan lisensi ini bisa digunakan hingga 6 pengguna atau 6 akun Office.

Yang berarti, jika ditanggung bersama, sekitar Rp 200.000,00 per tahun. Jauh lebih murah dibandingkan dengan lisensi personal. Untungnya, di negara kita semangat gotong royong tinggi, banyak yang bersedia berbagi beban.

Microsoft 365 menawarkan:

Dengan Microsoft 365 Family, Anda dan anggota keluarga yang memanfaatkan langganan bersama dapat:

  • Mengakses fitur bantuan cerdas serta ratusan templat premium, foto, ikon, dan font di Word, Excel, dan PowerPoint
  • Menyimpan dan berbagi file dan foto di seluruh perangkat dengan OneDrive
  • Menikmati perlindungan keamanan tingkat lanjut di OneDrive dan Outlook
  • Mengatur peringatan lokasi di aplikasi seluler Microsoft Family Safety*
  • Setiap orang dapat menggunakan langganan hingga di 5 perangkat secara bersamaan
  • Menghubungi dukungan melalui obrolan atau telepon tanpa biaya tambahan selama berlangganan
  • *Aplikasi tersedia secara gratis. Ketersediaan bervariasi menurut platform operasi dan pasar. Kunjungi http://microsoft365.com/information untuk informasi selengkapnya.

Saya menawarkan bagi pembaca blog saya berbagi lisensi ini dengan biaya dasar sebesar Rp 200.000,00 per akun per tahun. Saat ini, terbatas hanya untuk 4 akun saja.

Jika berminat, silakan tinggalkan komentar Anda di bawah, atau hubungi saya melalui Telegram: @haridiva atau bisa membeli langsung di toko niaga elektronik tempat saya menawarkan dengan penawaran yang sedikit lebih mahal: https://is.gd/7qTDRn.

Perlu diperhatikan, pertama bahwa lisensi ini tidak dan tidak bisa bersifat perpetual/lifetime. Setelah satu tahun, sistem berbagi akan terhapus, terkecuali Anda berminat memperpanjangnya kembali. Kedua, layanan biasanya diperbarui sebulan sekali, jadi jangan heran ada upgrade/update setiap bulan, juga pastikan bahwa PC/Ponsel sudah sesuai dengan spesifikasi minimal yang diprasyaratkan di situs resmi. Ketiga, 1 akun yang sudah terdaftar/dibayar tidak bisa diubah/dikembalikan. Terakhir, saya tidak memberikan media instalasi luring, silakan unduh masing-masing 😁.

Mengapa Membeli Monitor Bekas

Sudah melirik meja kerja saya yang sebelumnya? Karena istri menambah mengonggokkan dua buah alat fitnes besar ke ruangan yang sama, tempat saya jadi kecil dan sempit. Terlalu banyak layar justru membuat pusing. Sehingga saya merasa perlu sesuatu yang membuat suasana agak lapang.

Mengapa tidak menambah satu monitor lagi seperti ketika dulu saya bekerja dengan nyaman?

Tapi saya tidak punya banyak yang bisa saya belanjakan. Saya sebenarnya ingin sekali punya monitor keluaran BenQ yang cerdas itu. Yang aman di mata dan nyaman digunakan dalam jangka waktu lama. Apa daya, dompet tak sampai.

Akhirnya saya pun melirik sejumlah monitor bekas yang dijual di niaga elektronik Tokopedia.

Saya bolak-balik beberapa pekan, belum juga ketemu yang saya inginkan. Value for money-nya banyak yang tidak nyaman untuk diklik. Dan ternyata tidak banyak yang menjual monitor secondhand.

Saking lamanya ndak pakai komputer, saya mungkin lupa, kalau monitor tidak rusak-sak, ndak bakalan diganti tuh.

Akhirnya saya menemukan sebuah toko yang jualannya hanya dua biji monitor, dan baru dipakai sebulan katanya. Saya curiga itu barang sejenis bekas review di YouTube atau sejenisnya. Para pengulas gawai biasanya menjual barang mereka di niaga elektronik ketika telah selesai diulas. Karena fungsinya mungkin sudah tidak mereka perlukan.

Beda sama saya, yang beli barang untuk dipakai, baru kemudian diulas di blog.

Akhirnya pilihan saya jatuh pada monitor LG 25″ layar lebar, barang bekas dengan harga miring. Singkat kata, lansung saya ambil dan minta dikirim pakai kargo, biar hemat.

LG 25UM58 UltraWide

Walau bekas, tapi seperti baru. Mengingatkan saya ketika beli ponsel Realme XT bekas juga dulu, yang sudah delapan bulan saya pakai dengan sangat puas.

Saya berharap monitor bekas ini juga nantinya awet. Karena saya tidak punya anggaran lagi jika ternyata tidak awet.

Saya memang sengaja mengincar monitor yang jenis ultra-wide, karena sekalian beli satu monitor serasa dapat dua. Toh, harganya aslinya di pasaran tidak jauh berbeda. LG 25UM58 adalah monitor layar ultralebar yang paling murah di pasaran, sudah beredar sejak beberapa tahun yang lalu. Dan saya bisa dapat harga yang jauh lebih murah, dari orang yang berbaik hati mau melepas monitor bagus ini.

Saya sudah cek untuk kondisi fisik dan pemakaiannya. Kondisi fisik sangat baik, serta selama pemakaian dalam beberapa jam non-stop tidak ada kendala.

Barang bekas bukan berarti tidak baik untuk digunakan. Fungsinya seringkali mengejutkan, karena bisa lebih baik dari dugaan semula.

Sayangnya, pembelian monitor ini tidak tanpa kekurangan. Karena saya juga berarti harus menyiapkan papan tik dan tetikus tersendiri, yang menyulut emosi istri, karena dianggap pemborosan 😭. Membuat saya tidak habis pikir bagaimana nasib para suami yang besok dapat kiriman PlayStation 5.

Beralih ke Microsoft Edge

Sekitar setahun yang lalu, saya sempat menulis mengenai kemungkinan beralih ke peramban Microsoft Edge. Dan bagaimana setelah satu tahun berlalu? Bisa dibilang Microsoft Edge mengalami evolusi yang cukup baik.

Microsoft tampaknya bersungguh-sungguh hendak mengambil pangsa pasar peramban dari Google Chrome. Ada beberapa hal yang Chrome masih lebih unggul dibandingkan Edge, demikian juga sebaliknya.

Lanjutkan membaca “Beralih ke Microsoft Edge”

Beralih ke Universal Windows Platform?

Apa kamu tipe orang yang malas melakukan pembaruan perangkat lunak (software update) di laptop/komputermu? Atau malas mengurus pembaruan hingga peningkatan perangkat lunak pada komputer kantor atau anggota keluarga yang banyak jumlahnya? Tidak mau dibuat pusing dengan update & upgrade? Maka beralih ke UWP (Universal Windows Platform) mungkin adalah jawabannya.

Pembaruan perangkat lunak itu penting, hanya saja tidak banyak dari kita yang peduli atau mau meluangkan waktu untuk itu. Perangkat lunak yang diperbarui pada komputer/laptop memberikan beberapa manfaat, mulai dari menikmati fitur-fitur baru pada aplikasi tersebut, memperbaiki kutu & masalah yang ditemui pada versi sebelumnya, hingga menambal celah keamanan yang bisa membuat komputer kita rentan dari serangan perangkat lunak jahat (malware) atau peretasan (hacking). Lanjutkan membaca “Beralih ke Universal Windows Platform?”

Menyunting PDF dengan Affinity Designer

Jika ditanyakan, apakah penyunting (editor) berkas PDF yang paling bermanfaat bagi saya dalam keseharian saya? Jawabannya tentunya Microsoft Word (khusus edisi Microsoft 365). Saya menggunakan Microsoft Word dalam menyunting banyak sekali dokumen PDF, terutama yang sebagian besar dalam bentuk teks.

Tapi bagaimana jika berkas PDF tersebut sebagian besar dalam bentuk grafis? Hal ini menghantam saya ketika badai COVID-19 tiba. Tapi apa hubungannya? Ya, karena sebagian besar data, pedoman, infografis dan sebagainya mengenai COVID-19 dan penatalaksanaannya berasal dari luar Indonesia, dan belum semuanya dengan segera dapat disediakan oleh SATGAS Percepatan Penanganan COVID-19. Ketika data ini hendak disebarkan ke mereka yang kemampuan bahasa Inggris-nya agak kurang, maka berkas ini harus dilokalkan terlebih dahulu.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, menyunting (edit) PDF menggunakan Microsoft Word akan terasa seperti mengunyah ikan teri yang ditaburi garam kasar. Saya memerlukan perangkat lunak pengolah grafis, terutama pengolah grafis vektor. Lanjutkan membaca “Menyunting PDF dengan Affinity Designer”

Melindungi Komputer Pribadi dari Ransomware

Ransomware sudah ada sejak dulu sekali, setidaknya mulai dari tahun 1989. Dan banyak sekali terjadi kasus penyanderaan data dan sistem komputer. Kadang pilihan terakhir adalah membayar sejumlah uang untuk mendapatkan kunci membuka gembok penyanderaan.

Perlindungan pada komputer pribadi, tentu saja akan berbeda dengan sistem server pada organisasi. Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mencegah Ransomware. Lanjutkan membaca “Melindungi Komputer Pribadi dari Ransomware”

Aplikasi Statistik JASP

Setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama biaya lisensi untuk melakukan analisis statistik, serta prinsip yang katanya mengusung semangat open source. Dulu saya hendak mencoba R, Namun sayangnya, kemalasan saya selalu menang untuk menemukan alasan untuk tidak belajar lebih jauh dengan R. Sampai akhirnya saya menemukan JASP – yang juga berbasis R.

JASP atau Jeffreys’s Amazing Statistics Program, yang diambil sebagai penghargaan terhadap Sir Harold Jeffreys sebagai pioner Bayesian, merupakan aplikasi dengan antarmuka yang ramah bagi pengguna. Lanjutkan membaca “Aplikasi Statistik JASP”

Pilih Prezi dibanding PowerPoint?

Saya sudah memiliki akun Prezi sudah cukup lama. Hanya saja tidak pernah saya gunakan. Saya bahkan lupa hingga disampaikan oleh istri sekitar setahun yang lalu, kemudian saya lupa lagi sampai saya kemarin mengerjakan beberapa tugas presentasi dari kampus.

Sebagian besar presentasi saya memang saya kerjakan dengan PowerPoint melalui Office 365. PowerPoint adalah standar yang dipakai dan dibagikan di banyak kegiatan presentasi, baik di pendidikan atau di perkantoran dunia usaha. Dan saya sebagaimana kebanyakan orang lebih senang dan familier dengan PowerPoint (plus saya biasanya melirik Impress).

Sementara untuk presentasi, ada banyak sekali yang bisa digunakan seperti Visme dan SlideDog yang cukup menarik. Lalu bagian Prezi dibandingkan dengan PowerPoint? Lanjutkan membaca “Pilih Prezi dibanding PowerPoint?”

Menyiapkan Teknologi, Laptop, dan Gawai sebelum Kuliah

Kuliah anak zaman sekarang sangat berbeda dengan kuliah era generasi sebelumnya, bahkan dengan kuliah saya yang sedasa warsa yang lalu mungkin juga berbeda jika melihat teknologi pendukung yang dimanfaatkan di dalamnya. Dan ini mungkin dialami oleh orang-orang seperti saya, yang mengambil kembali program pascasarjana.

Tulisan ini diharapkan bermanfaat bagi mereka yang akan kuliah kembali, namun menemukan situasi harus berhadapan dengan teknologi yang serba baru, atau justru asing sama sekali dengan semua teknologi tersebut.

Lanjutkan membaca “Menyiapkan Teknologi, Laptop, dan Gawai sebelum Kuliah”

Pembaca ePub di Komputer dan Gawai

Membaca adalah hal yang menyenangkan, ada banyak sekali karya tulis baik fiksi maupun non-fiksi yang siap dilahap bagi mereka yang menyukainya. Literatur ini dapat kita peroleh setidaknya melalui dua bentuk, satu adalah wujud fisik sebagai buku yang kita beli di toko-toko buku, disewa di penyewaan buku, atau dibaca di perpustakaan; lainnya adalah dalam bentuk digital, di mana buku elektronik atau dikenal sebagai ebook dibaca melalui komputer/laptop, atau gawai seperti komputer tablet dan ponsel cerdas pun gawai khusus pembaca buku elektronik.

Membaca buku melalui gawai khusus pembaca buku. Sumber gambar: publishdrive.com.

Lanjutkan membaca “Pembaca ePub di Komputer dan Gawai”