Menulis dengan Onomatope

Ketika saya mulai menulis, salah satu hal yang paling sulit saya ekspresikan adalah onomatope (dalam bahasa Inggris: onomatopoeia). Kita harus menjadi pengamat yang baik dalam menghasilkan onomatope yang merupakan terjemahan suara di sekitar kita ke dalam bunyi dengan tulisan. Selain itu kita juga harus banyak membaca karya-karya sastra sebelumnya, sehingga tahu apakah ada onomatope yang telah diterima oleh masyarakat secara umum.

Misalnya saja, kita semua tahu bahwa “Kukuruyuk” adalah suara ayam, “Dor” adalah suara tembakan, atau “Plak” yang merupakan suara tamparan. Semua ini adalah onomatope umum. Namun bagaimana misalnya dengan suara “Pika”? Bagi yang tidak pernah menonton atau tentang Pokemon, mereka tidak akan tahu bahwa itu adalah onomatope bagi salah satu tokoh dalam Pokemon, Pikachu.

Continue reading →

Iklan

Masa Depan Bermandikan Cahaya Terang

Saya rasa iklan dari Kandenko – sebuah perusahaan elektronik – pekan ini yang mengambil tema “Future with Bright Lights” adalah salah satu iklan paling menarik yang saya saksikan.

Filosofi yang diangkat, bahwa setiap orang bisa menjadi penerang bagi masa depan merupakan pesan yang dibawa dalam iklan kreatif berbalut seni dan rangkaian listrik. Continue reading →

Karena Menghibur itu Luar Biasa

Saya tidak begitu suka mendengar sejumlah musik dan musisi lokal, mungkin karena kesukaan saya memang berbeda. Namun ketika itu dihadirkan dalam sebuah sajian yang mencuri ketertarikan saya, maka saya harus katakan itu adalah sesuatu yang luar biasa. Setidaknya itu yang saya temukan dengan menikmati penampilan sosok Dionisius Agung atau kerap dipanggil Dion salah satu finalis ajang pencarian bakat Indonesian Idol 2012 yang diadakan di salah satu stasiun televisi swasta.

Dua dari tiga lagu yang dibawakan oleh Dion sampai saat ini bisa dikatakan bukanlah favorit saya – dan saya mungkin ganti stasiun siaran jika lagu itu muncul, dan sisanya bahkan sudah begitu lama tidak saya dengar. Namun dibalut kreativitas Dion, saya harus mengakui bahwa semua itu luar biasa. Continue reading →

Foto Vintage ala Instagram dengan GIMP

Belakangan ini sedang ngetren membuat foto efek vintage menggunakan instagram, apalagi karena aplikasi ini sekarang bisa digunakan bisa digunakan pada perangkat Android setelah hanya eksklusif digunakan pada perangkat iOS. Saya sudah menghibahkan ponsel Android saya, jadi tidak ada yang digunakan untuk mencoba instagram, hei…, tapi bukan berarti saya tidak bisa menciptakan efek vintage bukan?

Saya tidak tahu pastinya, namun vintage bermakna sesuatu yang berasal dari era yang lalu, semisalnya vintage clothing, dan demikian juga dengan vintage photography. Jadi bisa dikatakan karya fotografi dari masa sebelumnya, misalnya abad yang lalu. Vintage photography bisa memberikan kesan menarik dan sentuhan emosi, sehingga banyak diminati, apalagi harga asli sebuah mahakarya vintage photography bisa sangat mahal. Continue reading →

Petualangan Hugo Cabret

Kisah aslinya ditulis oleh Brian Selznick sebagai novel fiksi sejarah tentang seorang anak bernama Hugo Cabret yang hidup seorang diri di stasiun kereta api Paris. Di tangan Martin Scorsese disulap menjadi film petualangan yang seru berjudul “Hugo”. Saya tertarik pada film ini karena begitu banyak rekomendasinya, dan Hugo sendiri mendapatkan 11 nominasi Oscar dan memenangkan 5 di antaranya.

Yang unik dari film ini adalah, tidak menggunakan banyak latar, hanya stasiun kereta api Paris dan labirin menara jamnya, rumah Papa Goerges, perpustakaan kota, teater Robert-Houdin, sekilas ruang kerja ayah Hugo dan rumahnya, serta sekilas jalanan kota. Dengan latar yang sedikit ini, Hugo dapat menjadi film yang penuh daya tarik. Continue reading →

Gerhana Internet

Beberapa waktu yang lalu saya menghabiskan waktu untuk meninggalkan dunia maya saat terjadinya gerhana Internet, ya apalagi jika bukan protes tentang SOPA/PIPA di Amerika sana. Beberapa situs besar memadamkan aksesnya, dan beruntung mereka cukup bijak untuk memberlakukan pemadaman di Amerika saja, sehingga di Indonesia tidak banyak yang berpengaruh.

Hal ini tampaknya berhasil “menggagalkan” upaya pemungutan suara untuk menggolkan SOPA/PIPA, namun bukan berarti ke depannya tidak akan ada upaya serupa. Seandainya peraturan serupa diberlakukan di Indonesia, pasti yang suka lip sing kemudian diunggah ke YouTube akan terkena dampaknya. Continue reading →