Makanan Olahan Siap Saji dan Kesehatan

Saat berpraktik tidak jarang saya bertemu dengan orang tua yang mengantarkan anak-anaknya untuk berobat, paling umum anak-anak ini terserang batuk pilek musiman atau sekadar radang saluran napas akut oleh virus atau bakteri. Pada kasus sederhana, anak-anak ini sebenarnya tidak memerlukan obat, sedikit ‘remedy‘ bisa membantu mereka.

Hanya saja pada akhir konsultasi biasanya akan ada permintaan orang tua agar dokter turut membantu melarang anak mereka agar tidak mengonsumsi makanan olahan atau makanan siap saja, karena orang tua khawatir akan kesehatan anak mereka. Tapi apakah ini tepat?

Continue reading →

Iklan

Dilema Warna Karamel si 4-MEI

Disebut 4 MEI atau 4 MI yang merupakan singkatan untuk “4-methylimidazole” yang memberikan warna karamel pada banyak produk makanan dan minuman modern, contohnya adalah Coca-Cola dan Pepsi. Namun senyawa ini juga dapat terbentuk dari proses pencoklatan (warna matang) pada makanan yang mengalami reaksi maillard antara karbohidrat dan senyawa mengandung amino. Bisa juga muncul pada makanan yang dipanggang, ataupun melalui proses fermentasi.

Dan saya juga baru mengetahui bahwa 4 MEI ini juga cukup banyak digunakan pada makanan dan minuman yang berwarna karamel. Problema muncul ketika Negara Bagian Kalifornia di Amerika sana, menambahkan 4 MEI ke dalam daftar senyawa kimia yang karsinogenik – atau dengan kata lain senyawa kimia yang memiliki sifat mampu memicu keganasan (kanker). Continue reading →

Mitos Populer Seputar Penyebab Kanker

Penangkapan/pemahaman yang keliru seputar penyebab kanker dapat menggiring kita pada kekhawatiran yang tidak perlu akan kesehatan kita. Klaim-klaim menyeramkan beredar di Internet bahwa benda-benda dan produk-produk keseharian, seperti plastik dan deodoran adalah penyebab rahasia kanker. Selain keliru, banyak mitos ini bisa menyebabkan timbulnya kekhawatiran yang tidak perlu akan kesehatan anda dan keluarga anda.

Namun, mari kita lihat satu per satu, beberapa di antara mitos yang populer seputar penyebab kanker tersebut, dan penjelasan mengapa mereka sesungguhnya keliru. Berikut adalah beberapa yang saya adaptasikan dari Klinik Mayo.

Continue reading →

Tips Diet guna Mengurangi Penyerapan Gula oleh Tubuh

Banyak orang yang tidak sadar bahwa kadang konsumsi makanan dan pola diet kita sehari-hari memberikan pasokan gula yang banyak – bahkan berlebihan – pada tubuh kita. Dan mungkin kita akan berharap, suatu saat tubuh akan menggunakan cadangan makanan yang disimpannya – seperti lemak – yang telah disimpan, dan kembali karena pola diet kita – hal ini tidak terjadi.

Salah satu penyebab utamanya pada diet, karena saat kita mengonsumsi zat tepung dan gula yang diolah, sari makanan ini dengan cepat memasuki perederan darah dan menghasilkan lonjakan gula darah. Tubuh anda kemudian menghasilkan hormon insulin guna memasukkan gula dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh. Namun, seiring waktu berjalan, paparan kadar hormon insulin yang berlebihan secara terus menerus dapat membuat sel-sel otot anda kehilangan kepekaan terhadap hormon, ini mengarahkan pada diabetes tipe  2 dan penyakit jantung. Sedangkan sel-sel lemak anda, lain cerita lagi, mereka selalu sensitif. Lonjakan insulin mengunci lemak ke dalamnya, sehingga tubuh anda tidak bisa menggunakannya untuk energi.

Continue reading →

Susu Formula yang Tercemar Bakteri Enterobacter Sakazakii

Sepertinya belakangan ini media “diributkan” dengan liputan tentang adanya penelitian yang menyebutkan sejumlah susu formula “tercemar” dengan bakteri Enterobacter sakazakii. Sebuah penelitian yang konon sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu. Saya rasa wajar jika kemudian masyarakat yang mendengar hal ini menjadi “panik”, apalagi ditambah informasi bahwa “betapa mengerikannya” infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri ini.

Tapi nyatanya memang kalau membaca tanya-jawab di WHO, memang orang akan bergidik ngeri, sebagaimana sedikit saya kutipkan dari dokumen WHO:

Enterobacter sakazakii is a bacterium belonging to the family Enterobacteriaceae, which contains a number of bacterial species found in the human and animal gut and the environment. The microorganism has been implicated in outbreaks causing meningitis or enteritis, especially in infants. In the few outbreaks reported 20% to >50% of the infants who contracted the disease died. For survivors, severe lasting complications can result including neurological disorders. The outcome related to adult disease seems to be significantly milder.

Bakteri ini bisa masuk ke dalam susu formula (bayi), umumnya melalui 3 jalur mendasar:

  1. Melalui material dasar (bahan) produk untuk membuat susu formula;
  2. Melalui kontaminasi formula atau bahan kering lainnya pasca pasteurisasi;
  3. Melalui kontaminasi ketika menyiapkan susu formula tepat sebelum diberikan pada bayi.

Beberapa makanan lain juga bisa tercemar oleh E. sakazakii, namun susu formula yang paling banyak dihubungkan dengan kejadian luar biasa penyakit yang disebabkannya.

Continue reading →

Bunga Sambal

Kemarin ibu membawa beberapa tangkai bunga yang (mungkin) dipetiknya dari dekat kali kecil di depan rumah. Warnanya merah unik, sehingga saya hampir mengiranya berasa dari keluarga bunga lili air (lotus), tapi kalau saya lihat tangkainya, rasanya sih bukan.

Beberapa tangkai diletakkannya di beberapa vas bunga di dalam rumah. Bentuknya sangat menarik, hanya sayang saya tidak tahu namanya. Mungkin ada yang bisa memberi tahu saya apa namanya (melirik para ahli taksonomi).

Lihatlah gambar bunga itu di atas, cantik bukan? Untuk menghias vas bunga di rumah sangatlah bagus dipandang, aromanya juga harum.

Tadi pagi saya cukup kaget melihat sambal yang tidak biasa, seharusnya saya tahu jika hanya ada sereh, bawang (merah & putih), cabai, dan beberapa rempah yang dibuat tanpa dimasak, artinya bahan mentah. Tapi saya melihat adanya dominasi irisan berwarna kemerahan yang tidak biasa.

Hmm…, rupanya berasal dari bunga tadi, menambah aroma dan rasa unik ke dalam menu pagi. Dengan nasi beras merah, sayuran yang dipetik dari halaman rumah, serta irisan daging ayam goreng…, nyam…, nyam…, membuat saya tergoda untuk masuk dapur lagi.

Apakah bulan Desember akan menjadi bulan latihan memasak?

Meningkatkan Kolesterol Baik?

Salah satu teman saya tidak berhentinya bertanya-tanya bagaimana cara agar meningkatkan kolesterol ‘baik’ di dalam tubuhnya – setidaknya itu sampai beberapa pekan lalu hingga ia memutuskan saran saya untuk ‘googling’ sendiri di internet. Ya, istilah kolesterol baik dalam dekade ini semakin banyak diperbincangkan. Lalu apa sebenarnya si kolesterol ‘baik’ ini & seberapa banyak ia dapat membantu?

Pertama, kolesterol baik bukan merujuk pada kolesterol yang kita makan dalam makanan, namun pada kolesterol lipoprotein densitas tinggi atau HDL yang bersikulasi dalam darah. Itu adalah salah satu dari lemak darah yang diukur dalam panel tes lemak yang dilakukan oleh dokter. Dan itu adalah komponen yang mungkin Anda inginkan lebih, karena meningkatkan HDL membantu seseorang mengurangi risiko penyakit jantung.

Beberapa Fakta Kolesterol ‘Baik’

  • Kolesterol HDL umumnya mengisi 20%-30% komposisi kolesterol total darah anda.
  • Terdapat bukti bahwa HDL membantu melindungi terhadap penumpukan plak-plak (deposit-deposit lemak) di dalam arteri (pembuluh nadi).
  • Peneliti menduga bahwa setidaknya penurunan hingga 5 poin kolesterol HDL (dihubungkan pada nilai 25%) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Dalam penelitian prospektif – yang adalah, penelitian yang mengikuti perkembangan partisipan untuk beberapa periode waktu tertentu guna melihat hasilnya – HDL biasanya terbukti sebagai faktor risiko lemak yang paling terkait dengan risiko penyakit jantung.
  • Kadar kolesterol HDL diperkirakan memiliki suatu faktor genetis pada beberapa orang.
  • Wanita biasanya memiliki kadar kolesterol HDL yang lebih tinggi daripada laki-laki. Sekitar sepertiga laki-laki dan seperlima perempuan memiliki kadar HDL di bawah 40 mg/dL. Dokter mempertimbangkan kadar kurang dari 40 mg/dL sebagai kadar yang rendah.

Bagaimana Kolesterol HDL membantu Jantung?

Walau para ahli belum sepenuhnya yakin bagaimana kolesterol HDL membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Namun beberapa kemungkinan sudah muncul.

Para ahli NCEP berkata bahwa kadar HDL yang tinggi tampaknya membantu melindungi dari pembentukan plak di dinding arteri (sebuah proses yang disebut atherogenesis), ini didapatkan dari penelitian pada binatang.

Dari penelitian lab, dugaan yang muncul adalah HDL membantu pelepasan kolesterol dari sel-sel yang ditemukan pada jaringan abnormal, lesi-lesi atau pada arteri. Penelitian akhir-akhir ini mengindikasikan bahwa sifat-sifat antioksidan dan anti-inflamasi pada HDL juga menghambat atherogenesis.

Beberapa Cara Meningkatkan Kolesterol HDL

Apa yang banyak orang belum ketahui dengan baik adalah bahwa beberapa perubahan diet dan pola hidup bisa membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL.

Berikut adalah beberapa di antaranya.

Jus Jeruk

Hmm…, siapa yang tidak berminat dengan minuman segar yang satu ini. Meminum jus jeruk (orange juice – kalau tidak tahu bahasa ndeso-nya) 3 kali sehari dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL sampai 21% dalam 3 minggu, menurut sebuah penilitian kecil di Inggris. Walau penelitian ini mungkin diakibatkan dari efek antioksidan buah-buahan dan sayuran yang memang tinggi.

Niacin

Dikenal juga sebagai vitamin B3. Terdapat beberapa bukti bahwa niacin dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL. Namun sebaiknya dicari sumber niacin yang alami daripada menggunakan suplemen buatan, karena lebih sedikit kemungkinan mengakibatkan efek samping. Mereka dengan kadar HDL rendah mungkin bisa terbantu dengan mendapatkan 500 mg hingga 1000 mg niacin per harinya. Lebih banyak tentang Vitamin B3 bisa dibaca di artikel ‘Vitamin B3 (Niacin).

Asupan Gula

Dikenal juga dengan istilah ‘glycemic load’ yang merujuk berapa tingkatan porsi standar makanan tertentu dapat meningkatkan kadar gula darah kita. Ketika asupan gula dalam diet meningkat, maka tampaknya kolesterol HDL akan menurun, ini menurut sebuah penilitian kecil baru-baru ini. Sedemikian hingga direkomendasikan sebagai sumber karbohidrat adalah biji-bijian, sayuran, buah-buahan, dan produk susu tanpa atau rendah lemak. Bahan-bahan ini cenderung memiliki tingkat asupan gula yang lebih rendah.

Memilih Lemak yang Lebih Baik

Menggantikan lemak jenuh ke lemak tunggal tak jenuh (monounsaturated fats) tidak hanya menurunkan tingkat kolesterol ‘jahat’, ia juga bisa meningkatkan kadar kolesterol ‘baik’.

Kedelai

Saat menggantikan produk hewani ke produk nabati, maka kedelai adalah pilihan baik untuk makanan bagi kesehatan jantung. Kini banyak produk kedelai dari yang versi tradisional seperti tahu dan tempe, hingga yang lebih modern dengan label ‘soy’ – kata kedelai dalam bahasa Inggris. Produk kedelai kaya akan serat, dan analisis pada protein kedelai menunjukkan potensi meningkatkan kadar HDL hingga 3% dan menurunkan risiko penyakit jantung koroner hingga 5%, juga memberikan penurunan kecil pada kadar kolesterol LDL dan trigliserida. Hal ini bisa membantu meningkatkan kinerja pembuluh darah.

Namun mesti diingat, bahwa produk alami seperti kedelai ini tidak memberikan efek seketika. Berikanlah waktu untuk proses alaminya bekerja. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa efek peningkatan HDL oleh asupan produk kedelai baru akan mulai tampak setelah jangka waktu lebih dari 3 bulan.

Sedikit Alkohol

Dalam budaya Barat, alkohol (seperti anggur) disajikan sebagai bagian dari tradisi/norma sosial yang beberapa nilainya tidak ditemukan bahkan ada yang bertentangan dalam budaya Timur. Namun beberapa penilitian memperlihatkan bahwa alkohol dalam jumlah sedikit/sedang, khususnya bersamaan dengan makan besar, tampaknya mengurangi risiko penyakit jantung dengan cara meningkatkan kadar kolesterol HDL, dan meningkatkan pergerakan deposit kolesterol keluar dari sel-sel dinding pembuluh darah.

Olahraga Aerobik

Setidaknya olahraga teratur dalam waktu 15-30 menit dalam beberapa hari dalam seminggu bisa membantu meningkatkan kolesterol HDL anda.

Berhenti Merokok

Para ahli sepakat bahwa menghilangkan kebiasaan ini bisa membantu menaikkan sedikit kadar HDL anda. Atau jika Anda bukan perokok aktif, maka hindarilah asap rokok.

Menjaga berat badan

Jaga berat badan ideal anda, hindari kegemukan atau obesitas, karena menyebabkan penurunan kadar kolesterol HDL.

 

Tulisan ini diadaptasi dari: 10 Ways to Help Boost Your "Good" Cholesterol.