Siulan Malam

Jangan mencari karena kutakkan mendera
Jangan sembunyi karena kutakkan melirik
Jangan berlari karena kutakkan memikul
Jangan terlelap karena kutakkan tak sekejap

Aku suara di antara setiap duka, mengapa juga engkau tetap cari
Aku tangis dari setiap rintihan penyesalan, jangan dengar detak jantungku
Aku muram yang menjelma kelabu, maka langit tak lagi peduli pada kita
Aku kalpa yang tak mungkin kau lewati, maka janganlah mendekat

Continue reading →

Iklan

Another Night’s Faces

Cuaca Yogyakarta sangat panas, saya sering kali susah mendapatkan tidur yang lelap di malam hari, mudah berkeringat di malam hari karena cuaca seperti ini bukanlah hal yang mudah. Kadang saya terbangun lagi setelah tertidur beberapa jam, dan kemudian susah tidur kembali. Tapi kali ini cerita saya bukan masalah susahnya tidur.

Malam beberapa hari yang lalu, saya terbangun dari tidur. Rupanya tetangga saya juga masih asyik menonton pertandingan bola di kamar sebelah. Karena terbangun dengan perut kelaparan dan kehausan, kemudian saya pergi ke burjo tidak jauh dari rumah, kebetulan Arie juga ikut serta setelah tampaknya pertandingan bola masih belum menunjukkan perkembangan yang menarik di lapangan hijau.

Continue reading →