Bernostalgia Dengan Rembulan Raksasa

Yogyakarta semenjak kemarin sore diguyur hujan lebat dengan puluhan rangkaian petir di langit, semuanya gelap, dan saya merebahkan diri di dalam kamar yang gelap. Saya merasa ide saya untuk melihat bulan malam ini akan sia-sia. Entah berapa lama sore itu saya terlelap, dan terbangun cukup malam karena lambung saya mulai merintih. Seperti hewan nokturnal yang …

Lanjutkan membaca Bernostalgia Dengan Rembulan Raksasa

Iklan

Buluh Cakrawala di Lengkung Rembulan

Kakiku menapak kembali saat malam berhembus hangat Pandangku mengabur tertutup selaksa keraguan Adakah napas juga telah berpaut dengan ketidakberdayaan Sehingga gita malam tak lagi hinggap hingga ke sudut perhatianku Awan tipis tergopoh riang Tak acuh akan akan ego-ego rendah di bawah yang tak mampu menyentuh hatinya Membawa selapis tipis penghilang dahaga Yang dikumpulkan bagi segenap …

Lanjutkan membaca Buluh Cakrawala di Lengkung Rembulan

Siulan Malam

Jangan mencari karena kutakkan mendera Jangan sembunyi karena kutakkan melirik Jangan berlari karena kutakkan memikul Jangan terlelap karena kutakkan tak sekejap Aku suara di antara setiap duka, mengapa juga engkau tetap cari Aku tangis dari setiap rintihan penyesalan, jangan dengar detak jantungku Aku muram yang menjelma kelabu, maka langit tak lagi peduli pada kita Aku …

Lanjutkan membaca Siulan Malam

Siulan Malam

Jangan mencari karena kutakkan mendera Jangan sembunyi karena kutakkan melirik Jangan berlari karena kutakkan memikul Jangan terlelap karena kutakkan tak sekejap Aku suara di antara setiap duka, mengapa juga engkau tetap cari Aku tangis dari setiap rintihan penyesalan, jangan dengar detak jantungku Aku muram yang menjelma kelabu, maka langit tak lagi peduli pada kita Aku …

Lanjutkan membaca Siulan Malam