Akhir Tahun, Ganti Baterai Laptop Sendiri

Orang biasanya jalan-jalan pas akhir tahun. Saya malah harus membongkar dan mengganti baterai laptop saya sendiri. Sudah lebih dari dua tahun menggunakan laptop Dell Inspiron 14 7460 – ini kedua kalinya laptop ini meminta pergantian baterai. Pertama dulu ketika seminggu pasca pembelian, baterainya drop, sama sekali tidak bisa diisi daya ulang. Untung pada saat itu masih garansi, jadi pergantian baterai dan servis-nya gratis (ditanggung garansi).

Beberapa bulan ini, masalah sama terjadi kembali. Padahal ketika dulu saya menggunakan Acer TravelMate 6293, masalah baterai seperti ini tidak pernah terjadi dari tahun 2008, hingga terakhir 2017 saya menggantikannya dengan Dell. Oke, performa baterai mungkin turun wajar dari 4 jam hingga menjadi hanya 30 menit, dalam waktu nyaris sepuluh tahun penggunaan laptop, saya rasa itu wajar. Tapi saya tak pernah mengalami kasus kegagalan daya, di mana ketika daya luar (arus listrik) putus, maka saya punya waktu kurang dari semenit sebelum laptop masuk mode tidur dengan sendirinya. Lanjutkan membaca “Akhir Tahun, Ganti Baterai Laptop Sendiri”

Menyuntik Insulin Mandiri

Bagi penderita diabetes (kencing manis) yang bergantung pada insulin, umumnya akan mendapatkan dosis insulin rutin dari dokter setiap bulannya sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Bagi yang sudah terbiasa menggunakan insulin, biasanya tidak menemukan masalah bermakna – terkecuali berganti ke alat baru. Namun bagi mereka yang baru pertama kali menggunakan insulin, ini akan menjadi tantangan tersendiri. Terutama mereka yang sebelumnya belum bergantung pada insulin dan selama ini cukup hanya dengan mempertahankan gaya hidup sehat dan obat-obatan yang diminum; insulin akan menjadi sesuatu yang asing.

Saya sendiri tidak jarang menemukan pasien yang enggan berpindah menggunakan insulin, walau dokter ahli sudah menyarankan, karena mereka gagap dalam menggunakan suntikan (injeksi) insulin secara mandiri. Lanjutkan membaca “Menyuntik Insulin Mandiri”

Luka Lecet

Luka lecet adalah luka yang terjadi di permukaan kulit saja, tanpa mengakibatkan robekan ke lapisan kulit yang lebih dalam. Luka lecet disebut juga luka permukaan (superfisial), atau vulnus laserasi/laseratum di dunia medis. Biasanya terjadi karena permukaan kulit mengalami gesekan dengan permukaan yang kasar, seperti luka pada telapak tangan atau lutut yang tergesak pada permukaan aspal saat jatuh berkendara. Lanjutkan membaca “Luka Lecet”

Belajar Fotografi dari Buku

Fotografi menjadi sebuah hobi yang belakangan ini semakin menjamur oleh karena semakin mudahnya akses ke dunia fotografi itu sendiri. Mulai dari kamera SLR yang mahal dengan set/kit-nya yang bisa bikin bangkrut pemula, hingga ponsel cerdas kelas atas ke ponsel cerdas kelas menengah – semuanya menawarkan pintu ke dimensi baru yang bernama fotografi.

Layanan berbagi di jejering sosial seperti Flickr, Tumblr, dan Instagram misalnya, membuat demam fotografi semakin menyebar ke pelosok negeri. Anda mungkin salah satu yang sedang atau berminat dengan dunia fotografi? Lanjutkan membaca “Belajar Fotografi dari Buku”

Mobil Esemka itu Menarik

Pagi ini di salah satu stasiun televisi swasta, ada perbincangan menarik tentang mobil nasional – buatan anak bangsa – yang kebetulan menjadi populer belakangan ini sejak didukung (secara formal) oleh Walikota Solo saat ini. Ini menarik tentunya, ini menarik tentunya, karena siswa-siswa SMK dengan cukup dukungan mampu menghasilkan sebuah kendaraan yang layak jalan – pasca uji coba, kecuali katanya belum diuji emisi.

Jika presiden yang berkata bahwa mobil ini bagus, mungkin saya masih akan meragukannya, namun karena sudah Pak Joko Widodo yang berkata demikian, maka saya akan berani mencobanya. Ha ha…, ini hanya masalah siapa yang merekomendasikannya.

Lanjutkan membaca “Mobil Esemka itu Menarik”

Mengatasi Gangguan Cemas

Gangguan cemas adalah salah satu masalah kesehatan yang bisa jadi serius jika tidak dikelola dengan baik. Jika Anda menderita suatu gangguan cemas, Anda bisa jadi memerlukan bantuan profesional. Temui dokter anda untuk mendapatkan rujukan pada seorang ahli kesehatan jiwa.

Meski yang saya adaptasi dari “Understanding Anxiety Prevention” berikut ini bukanlah sebuah terapi untuk gangguan cemas, namun tips berikut dapat membantu mengurangi gejala-gejala cemas:

  • Jaga kesehatan tubuh anda dengan makan diet seimbang. Termasuk multivitamin jika And tidak sempat mengatur diet dengan baik.
  • Hindari alkohol, dan kurangi atau hilangkan konsumsi kopi dan gula.
  • Berikan diri anda waktu privat selama setidaknya 20 menit sehari. Misalnya melakukan relaksasi atau melakukan sesuatu yang membuat Anda merasa nyaman sedemikian hingga bisa mengurangi tingkat kecemasan secara menyeluruh.
  • Lakukan penjadwalan yang baik pada kegiatan anda, lakukan hanya yang esensial menurut Anda. Dan hindari kegiatan yang membuat Anda sulit relaks dari waktu ke waktu.
  • Buatlah sebuah jurnal kecemasan. Peringkatkan tingkat kecemasan anda dari 1 – 10. Catat kejadian-kejadian di mana Anda menjadi cemas, dan pikiran-pikiran apa yang datang datang & pergi sebelum, saat dan setelah cemas berlalu. Coba lacak apa-apa yang menyebabkan kecemasan anda bertambah dan berkurang.
  • Jika Anda mulai tersengal-sengal (hiperventilasi), maka ambillah sebuah kantong kertas, atau sejenisnya dan hembuskan napas anda ke dalam kantong kertas tersebut lalu tarik napas kembali dengan menghirup udara yang Anda hembuskan ke dalam kantong kertas tadi. Ini akan menambah jumlah karbon dioksida yang Anda hirup, yang mana bisa membantu mengurangi desakan hiperventilasi. Menghirup dari kantong kertas bisa membantu mengurangi pusing dan rasa tidak nyaman yang mungkin Anda rasakan.

Beberapa klinisi memiliki aturan “rough rule of thumb” guna mencegah gangguan cemas: cobalah menghindari pelbagai makanan atau minuman yang berwarna cokelat (misalnya daging merah, cokelat, teh, kopi, soda dan anggur merah).

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa