Setapak Perapian Waktu

Sang kala sedang duduk termenung, letih dan peluh sudah cukup menetes membasahi jejaknya selama perjalanan ini. Tubuhnya yang sudah renta bagi banyak makhluk yang melahirkannya bersandar di pohon tua yang disebut orang sebagai dirinya. Ia menarik dalam-dalam napasnya yang disimpan dari munculan harapan yang ditabur dalam angin kehidupan dan kematian. Seakan ia menahan agar dirinya berhenti mengalir sejenak dan memberikan keabadian yang sekejap pada rerumputan dan taburan embun yang tak pernah berhenti mengganti kesegaran duniawi yang memahkotainya.

Ia menatap jalan yang panjang di hadapannya, dan seakan tak akan pernah berakhir hingga dirinya sendiri berakhir.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Hari Istimewa

Setiap orang mungkin memiliki hari istimewa dalam hidupnya, atau momen-momen yang dianggap cukup berarti untuk dikenang. Tentu kita tidak menghitung hari kelahiran, kecuali Anda dapat mengenang hari di mana Anda terlahir di dunia ini.

Hari ini adalah hari istimewa bagi saya, jadi hari ini saya tidak akan berada di blogsphere. Tapi tulisan ini sudah saya persiapkan jauh hari sebelumnya, jadi akan tetap hadir di sini dengan otomatis tanpa perlu kehadiran saya. Sebenarnya malah saya tidak ingin mengunjungi dunia maya untuk hari ini.

Lanjutkan membaca “Hari Istimewa”

Manusia dengan Apollo 11 Tak Pernah Mendarat di Bulan?

Baru-baru ini aku menonton di Metro TV, kalau tidak salah di bagian VoA-nya. Mungkin karena mendekati perayaan tahunan pendaratan manusia pertama kali di bulan, masyarakat di negeri Paman Sam itu sibuk dengan berbagai hal (ha ha, setidaknya mereka masih gemar mengunjungi museum, sementara generasi muda kita lebih suka nongkrong di mall).

Sebuah topik memang mencuat di berita tersebut, yaitu apakah manusia memang benar-benar mendarat di bulan? Apakah pendaratan itu dipalsukan dengan film yang dibuat di bumi? Apakah NASA dan pemerintah Amerika telah membohongi dunia selama ini?

Moon Hoax

He he, belakangan ini topik menghangat kembali (ini seperti makanan yang dipanaskan setiap akan dikomsumsi), mungkin tahunan terjadi hal serupa, sayang tidak banyak yang tahu (apa lagi di Indonesia yang kebanyakan acaranya penuh dengan gosip). Pertanyaan-pertanyaan yang meragukan ini kemudian berkembang sebagai suatu konspirasi publik, bahkan menjadi santapan lezat bagi mereka yang anti-Amerika.

Sebenarnya jika kita mau membuka sedikit beberapa berkas di dunia maya, mungkin kita akan menemukan beberapa hal mengenai ini. Aku sedikit khawatir karena setiap tahun selalu menyebar menjadi Hoax semacam ini dan beterbangan di mana-mana, sehingga mungkin jika sedikit membaca kita tidak akan turut berlompatan bersama si Moon Langding Hoax ini.

Mungkin konspirasi ini bisa dibilang meletup sekitar Februari 2001, ketika salah satu televisi di Amerika menghadirkan pembicaraan: Conspiracy Theory: Did we land on the moon? Mereka yang menyanggah menghadirkan adanya banyak kejanggalan pada foto-foto dan film saat pendaratan itu terjadi. Semisal mengapa tidak tampak bintang sama sekali di permukaan bulan (kalau di bumi kan karena punya atmosfer), bendera Amerika yang ditancapkan berkibar-kibar padahal di bulan tidak ada angin, kawah bekas pendaratan Apollo 11 tidak bisa ditemukan oleh Hubble (si teleskop), ada sumber cahaya seperti lampu studio, dan masih banyak lagi.

Tentunya pihak NASA memberikan keterangan mengenai kesangsian tersebut. Sebagai sumber rujukan kusertakan link berikut untuk dibaca lebih lanjut:

  1. NASA: The Great Moon Hoax
  2. Wikipedia: Apollo Moon Landing Hoax Conspiracy Theories
  3. Discovery Space/Cosmic Ray: Quick Guide to Answering Moon Cover-up Allegations

Nah setelah kalian membaca artikel-artikel tersebut, silakan ambil simpulan masing-masing.

Tag Technorati: {grup-tag}Moon Hoax,Apollo 11 Landing,Astronomi,Space Travel

  Copyright secured by Digiprove © 2010