Salah Siapa

Meski sedang jauh dari pusat hiruk pikuk dunia pendidikan kedokteran. Sesekali saya masih mendengar ada keluh kesah para sejawat.

Seperti sebuah tweet siang ini. Sejawat saya yang “orthoped wanna be” mengutip bahwa ada pasien kondisi kritis, dan mungkin memang akan sulit tertolong.

Katakan saja Mr. X. Mengalami cedera (baca: luka dan patah tulang) dan ditangani oleh “traditional healer” (baca: dukun). Mr. X dijahit lukanya dan diolesi ramuan tradisional (mungkin sejenis herbal).
Continue reading →

Iklan

Orang Miskin Dilarang Sakit?

Siapa yang tidak pernah dengan slogan kritikan sosial bahwa “orang miskin dilarang sakit?” – Saya rasa kita semua pernah mendengarnya. Tidak dipungkiri lagi bahwa akses kesehatan di negeri ini masih cukup mahal, apalagi bagi mereka yang kurang mampu – karena saya sendiri, jika sedang sakit, merasakan betapa mahalnya akses kesehatan itu. Sedemikian hingga, meskipun di balik tubuh saya yang memang lemah sejak kecil, saya berusaha menjaga kesehatan sebaik mungkin – meskipun kemudian menjadi tidak optimal karena satu dan lain hal.

Orang bilang uang tidak bisa membeli segalanya, namun fakta bahwa uang bisa membuat orang mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik tidak bisa dipungkiri. Lalu apakah orang miskin yang mengalami kesulitan finansial tidak bisa mendapatkan akses kesehatan? Jawabannya akan menjadi sangat relatif dan beragam. Hal yang kemudian menjadi bermakna adalah latar belakang lingkungan dan dukungan sistem kesehatan yang ada di sana. Continue reading →

Di Bawah Separuh Langit

Setiap orang memiliki masalah dan kesulitan dalam hidupnya, kecuali mungkin Anda lahir dengan keberuntungan tak terbatas – maka Anda dapat hidup di luar semua masalah yang dialami orang lain. Beruntunglah bagi orang yang mampu mengatasi masalahnya, dan lebih beruntung juga jika mereka dapat membantu orang lain mengatasi masalah mereka.

Terutama kaum perempuan, memiliki masalah sendiri. Siang ini, Dhea mengingatkan saya akan sebuah video lawas tentang bagaimana masa depan dari seorang anak gadis yang hidup di dalam kemiskinan bukan lagi berada dalam kontrolnya. Dan kemudian rantai kemalangan akan dimulai di sana, padanya dan pada seluruh dunia. Continue reading →

Kemanusiaan Di Seputar Kemajemukan

Dulu, seorang sastrawan tua datang pada kami, dan di antara kata-katanya terucap – bahwa setiap orang (baca: siswa) yang berdiri di hadapannya ketika itu, berhak bermimpi menjadi apapun di masa depan, dan silakan menjadi seperti yang diinginkan, entah itu mulai dari kepala negara/daerah hingga menjadi preman jalanan sekali pun, asal jangan lupa untuk tetap menjadi manusia.

Ya, manusia bisa menjadi apapun, mengambil peran sebagai apapun, bertindak dan berpikir seperti apapun, namun selayaknya semua itu tidak membuatnya berhenti untuk menjadi manusia. Dan tentu saja seorang manusia dalam makna yang sesungguhnya. Continue reading →

Sejumlah Fakta tentang Kebahagiaan

Kebahagiaan adalah bagian dari dunia emosi manusia, bahkan mungkin dapat dikatakan akar dari emosi positif yang dibawa oleh setiap orang. Para peneliti terus berusaha menggali misteri-misteri di balik kebahagiaan manusia, dan ini adalah beberapa yang diuaraikan oleh S. Moss – seorang penulis senior di Family Health Guide. Anda mungkin tertarik menemukan beberapa di antaranya.

1

Meskipun gene dan karakter kita menenuntukan sekitar 50% variasi dalam kebahagiaan kita, namun kondisi/keadaan kita (pendapatan dan lingkungan) hanya berpengaruh sekitar 10%. Sisa 40%-nya ditemukan dalam keseharian dan aktivitas kita, termasuk dalam berhubungan, bermasyarakat, pekerjaan dan juga hobi. Continue reading →

Tanah, Leluhur dan Dewata

Sore itu senja menggantung di antara rerimbunan nyiur yang membelah persawahan luas, Nang Olog baru tiba di gubuk kecilnya setelah usai memandikan dua sapinya sehabis menggarap sawah. Peluh mengucur pelan dari rambut-rambutnya yang telah memutih, di antara kulit-kulitnya yang telah lama mengeriput. Sesekali ia meneguk air putih dari sebuah botol bekas air mineral yang sudah tampak kumuh dan lusuh, meski tak selusuh bajunya yang dipenuhi noda lumpur dan mungkin beberapa cipratan getah pohon dan entah apa lagi yang didapatkannya dari seumur hidup sebagai tani.

Perhatian Nang Olog asyik kelebatan burung kokokan putih yang mulai meninggalkan tanah-tanah basah berlumpur pada petak-petak yang sebentar lagi tertanam padi, hingga tiba-tiba saja perhatian itu teralihkan.

Continue reading →

Si Vis Pacem, Para Bellum

Dalam bahasa latin, ungkapan “si vis pacem, para bellum” bermakna “jika kamu menghendaki perdamaian, maka bersiaplah untuk berperang”. Salah satu slogan yang cukup terkenal dan dipakai serta dimodifikasi oleh banyak pihak lainnya, termasuk pada era Napoleon Bonaparte hingga ke perang dunia II.

Ungkapan tersebut menyiratkan bahwa subjek yang memiliki kekuatan lebih, dan memiliki persiapan untuk bisa berperang akan memiliki kencenderungan yang lebih sedikit diserang oleh subjek lainnya. Seperti singa di belantara Afrika, hewan mana yang cukup berani mengganggu kedamaian mereka.

Continue reading →