Mencoba Desktop MATE pada openSUSE 13.2

Kali ini saya mencoba mencicipi desktop MATE pada openSUSE 13.2 Harlequin. Bisa dikatakan MATE adalah satu-satunya yang masih memiliki cita rasa kental GNOME 2 pada openSUSE lawas. Hanya saja, saya memang tidak mengikuti perkembangan MATE sejak dulu. Namun ketika membaca tentang memasang MATE pada openSUSE 13.2 via ICEWM, maka saya mencoba memasangnya dari desktop Xfce yang sebelumnya saya pasang via ncurses. Hanya saja kali ini “korban”nya adalah komputer lain di kantor. Continue reading →

Iklan

Selamat Datang openSUSE 13.2

Petang ini, lini masa saya dipenuhi oleh pelbagai warna hijau toska dan muda. Sepertinya Slyterin sedang memenangkan house cup dalam serial Harry Potter. Tapi ini bukan tentang itu, para pengguna sedang menyambut kedatangan Green Geeko terbaru, openSUSE 13.2. Anda pengguna Linux pasti tidak akan pernah melewatkan nama salah satu distribusi yang memiliki sejarah panjang ini, dan memiliki banyak penggemar di pelbagai belahan duni, termasuk saya di sini. Continue reading →

Mageia 4 Dirilis

Mageia adalah salah satu ditro Linux populer saat ini, dan untuk pemula cukup mudah digunakan. Apa yang menarik menurut saya adalah karena Mageia masih menggunakan GRUB yang lama, walau GRUB2 sudah disediakan; ini bermakna pemilik komputer yang ingin melakukan dual-boot dengan sistem operasi lawas masih cukup diberikan rasa bersahabat. Continue reading →

Korora 20 Peach Dirilis

Proyek Korora mungkin tidak banyak dikenal di antara pengguna Linux, tapi penjelasannya cukup mudah. Jika Anda membayangkan Linux Mint yang diturunkan dari Ubuntu, maka demikian juga Korora diturunkan dari Fedora. Korora 20 memiliki kode nama Peach, yang diturunkan dari Fedora 20.

Oleh karena itu, apa yang Anda dapatkan di Fedora, juga akan terdapat pada Korora. Apalagi hampir sebagian besar paketnya masih merupakan aliran hilir, dan hanya sekitar 2% yang merupakan milik Korora sendiri. Ya, dia masih merupakan Fedora tentu saja, sehingga bisa katakan merupakan salah satu Fedora Remix. Korora mungkin hanya sedikit didesain agar mudah digunakan oleh pengguna Linux pemula. Continue reading →

Linux Mint 15 Olivia Dirilis

Akhir bulan yang lalu, saya satu distribusi Linux paling populer, Linux Mint merilis versi terbarunya, yaitu Linux Mint 15 “Olivia”. Para pengembang Linux Mint menyatakan, bahwa ini adalah proyek paling ambisius mereka selama ini. Karena saya tidak pernah menggunakan distro yang satu ini, maka saya tidak bisa banyak berbicara.

Hanya saja di era sistem operasi terbuka ini, sayang sekali rasanya jika Anda tidak bisa menggunakan Linux, bahkan dari yang paling merakyat seperti Linux Mint ini. Apalagi saat ini, banyak permainan sudah dipindahkan dan dapat dimainkan dengan baik di Linux, pun demikian, ini bukan satu-satunya alasan menggunakan Linux tentu saja. Continue reading →

Rilis Linux IGOS Nusantara 8

Pengguna Linux di tanah air kini boleh bersorak gembira, salah satu distribusi Linux yang diracik kreativitas lokal kini sudah hadir kembali versi teranyar-nya dengan sejumlah sentuhan dan kreativitas yang tak kalah menawan dibandingkan distribusi Linux buatan luar. IGOS Nusantara 8 adalah versi terbaru dari proyek Indonesia Go Open Source oleh LIPI.

Oleh karena IGOS Nusantara 8 adalah racian lokal, maka selera lokal tentu saja mendapat usungan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Mulai dari kompatibilitas dengan perangkat yang beredar di Indonesia, termasuk modem dan pencetak (printer). Sehingga bagi Anda yang sudah terbiasa menggunakan Linux maupun yang baru pertama kali menggunakan Linux akan dibuat terkesima olehnya. Continue reading →