OneNote, Tempat untuk Semua Catatan

Ada banyak metode untuk melakukan pencatatan dengan baik, termasuk dalam buku catatan kita. Baik pelajar maupun pekerja, sering kali akan memerlukan catatan. Catatan manual sering kali penuh, rusak atau hilang, sehingga tidak nyaman untuk digunakan. Sedemikian hingga, pilihan saat ini adalah untuk memindahkan catatan ke bentuk digital, tapi aplikasi mana yang akan digunakan?

Ada banyak sekali pilihan, misalnya Evernote, Google Keep, Dropbox Paper, SimpleNote, Joplin dan sebagainya. Tapi setelah mencoba beberapa di antaranya, saya memutuskan menggunakan OneNote.

Capture

OneNote pada Windows 10

Continue reading →

Iklan

Otomatis Pakai Microsoft Office 2019

Beberapa hari ini, saya melihat sesuatu yang baru pada Microsoft Office yang saya gunakan. Terutama dari segi menu dan tampilan, saya hanya mengira sebelumnya bahwa ini adalah pembaruan minor, namun ternyata saya keliru, sistem saya telah otomatis ditingkatkan bukan hanya sekadar diperbarui dari standar Microsoft office 2016 menjadi Microsoft Office 2019.

Mungkin ini keuntungan menggunakan Microsoft Office 365, sehingga semuanya otomatis diperbarui. Saya senang dengan perubahan tampilan yang segar dan fitur-fitur baru, terutama kesan yang lebih retro yang ditampilkannya.

Continue reading →

Windows 10 untuk Komputer Lawas

Bisakah Windows 10 dipasang pada komputer/laptop/notebook lawas? Jawabannya ternyata bisa. Karena saya sendiri baru meningkatkan (upgrade) dari Windows 7 ke Windows 8 ke Windows 8.1 dan terakhir ke Windows 10 pada Laptop Acer TravelMate 6293 lawas saya yang dibeli sekitar September 2008 (berusia kira-kira 7 tahun lebih dikit). Seluruh proses memerlukan waktu sekitar 8 jam, dimulai dari pukul 07.00 berakhir pada pukul 15.00. Untungnya saya bisa tinggal bekerja dan seluruh proses berjalan lancar. Continue reading →

Memasang Ms Office 2010 pada Linux

Meskipun LibreOffice memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan Microsoft Office, namun selalu ada yang menghendaki produk yang asalinya berjalan di Microsoft Windows ini juga berjalan pada Linux. Saya mencoba melihat bagaimana Microsoft Office dapat berjalan pada Linux, dan membaginya melalui tulisan ini.

Yang saya gunakan kali ini adalah LXLE 14.04 yang berbasis Ubuntu dengan sistem 64-bit, distribusi Linux lainnya dapat menyesuaikan. Dan saya memilih Microsoft Office 2010, karena itu yang masih bisa dibeli dengan harga terjangkau (home and student edition misalnya), dan masih bisa ditemukan yang menjual. Microsoft Office 2007 sudah lama hilang dari pasaran, sedangkan Microsoft Office 2013 walau dikatakan bisa berjalan di Linux, namun fungsinya tidak sebaik Office 2010 dan tentu saja harganya yang selangit. Continue reading →

Continuum ala Windows 10

Setelah sekian lama berkutat dengan Windows 8 dan 8.1, akhirnya Windows 9 dirilis sebagai Windows 10. Entah apa yang ada di dalam pikiran orang-orang Microsoft. Tapi kalau saya bisa lihat, mungkin ini adalah lompatan besar dari Windows 8 (bayangkan, melompat dua seri sekaligus).

Salah satu fitur yang cukup menarik minat saya pada Windows edisi teranyar ini adalah perpaduan yang cukup elegan antara penggunaan Windows di tablet dan sebagai laptop. Sehingga jarak antara dua gawai yang populer tersebut semakin tipis, saya mengatakan continuum ini akan cukup bermanfaat bagi mereka yang senang menggunakan dua jenis gawai ini. Continue reading →

Skype 4.3 untuk Linux

Perkembangan Skype untuk Linux memang lambat, tapi bukan berarti tidak ada. Baru saja seri baru dirilis, yaitu Skype 4.3 untuk Linux, dan saya mencobanya pada dekstop openSUSE KDE 64-bit, kelihatannya cukup bagus. Hanya saja, untuk Skype 4.3 memang masih belum saya lihat versi barunya yang mendukung 64-bit, karena saat saya memilih untuk distrubusi openSUSE hanya tersedia untuk versi openSUSE 12.1 32-bit. Continue reading →