Case Closed 23: The Fist of Blue Sapphire

Kali ini Shinichi Kudo muncul kembali, sayangnya diperankan oleh pencuri paling lihai sepanjang masa – Kaito Kid. Conan Edogawa sendiri harus berperan sebagai Arthur Hirai, akibat dia tidak memiliki paspor untuk beraksi di luar negeri, tepatnya di Singapura.

Entah berapa kali Kid muncul sebagai “pemeran utama” pada serial film yang bukan serial-nya sendiri. Tapi kehadirannya selalu berhasil menambah bumbu komedi dan misteri dalam serial Detektif Conan.

Lanjutkan membaca “Case Closed 23: The Fist of Blue Sapphire”

Case Closed 22: Zero the Enforcer

Apa jadinya jika Detektif Kogoro Mori menjadi tersangka utama sebuah kasus terorisme, dan kode sandi Zero justru menjadi lawan Detektif Conan dalam menyelamatkan calon mertuanya?

Film kedua puluh dua dari serial Detective Conan ini penuh dengan aksi laga, dan sejumlah elemen teknologi kekinian dimasukkan ke dalamnya, seperti IoTs.

Lanjutkan membaca “Case Closed 22: Zero the Enforcer”

Film Animasi Kimi No Na Wa

Jika ada karya yang selalu memikat hati dan menyentak emosi, maka karya Makoto Shinkai adalah yang akan saya tunggu-tunggu. Setelah berlalu dalam sejumlah kesibukan, film animasi/anime Kimi No Na Wa (Your Name) akhirnya saya tuntaskan juga dengan ditemani sejumlah kudapan resmi nonton film animasi.

Film sebelumnya “The Garden of Words” mungkin sudah tidak asing bagi penggemar karya Makoto Shinkai dan juga kenangan oleh film animasi pendek berseri “She and Her Cats“. Dan kini, film animasi dengan nilai 9.x/10 hadir kembali dengan mengambil judul “Your Name”.

Lanjutkan membaca “Film Animasi Kimi No Na Wa”

Patema Inverted

Film ini menculik perhatian saya karena saya dengar disutradarai oleh peracik Time of Eve, dan tema serupa dengan Upside Down – walau tidak tahu mana yang pasti duluan karena ceritanya sangat berbeda. Dan tidak sia-sia menantikannya rilis edisi sinema bulan Mei tahun ini, karena tidak mengecewakan.

Patema Inverted yang serinya dimulai sejak tahun 2012 ini mengambil cukup banyak perhatian. Sakasama no Patema ini memiliki citarasa yang serupa dengan Eve no Jikan, terutama bagi penggemar romantisme yang transedental. Misteri yang dibalut misteri, dan emosi yang diracik dengan emosi. Lanjutkan membaca “Patema Inverted”

Case Closed: Private Eye in the Distant Sea

Film animasi Detective Conan ke-17 diberi judul Private Eye in the Distant Sea. Saya tidak hendak mengulasnya karena kepopuleran serial Conan, pasti sudah banyak banyak yang menonton dan membuat ulasan tentang film yang dirilis hampir setahun yang lalu ini.

Petualangan Conan dan teman-temannya kali ini membawa mereka ke atas kapal perang penghancur tipe Aegis; kapal perang serupa yang tampak di film laga penuh CGI “Battle Ship“. Apakah film Conan yang kali ini menarik? Karena edisi sebelumnya biasa-biasa saja, di mana saya merujuk pada film “the Eleventh Striker“.

Lanjutkan membaca “Case Closed: Private Eye in the Distant Sea”

Nerawareta Gakuen

Berdasarkan novel lama yang dipublikasikan tahun 1973, sekitar 40 tahun yang lalu, kisah fiksi ilmiah ini kini diangkat ke sebuah film animasi misteri yang romantis. Nerawareta Gakuen, saya sendiri tidak pernah memegang novelnya, namun karena berkali-kali didaur-ulang sebagai tayangan layar kaca, saya kira pastinya ada sesuatu yang menarik sehingga kemudian dirilis ke dalam film animasi dua tahun yang lalu.

Saya beruntung mendapatkan kualitas yang cukup baik untuk animasi ini. Dan awal-awal menyaksikannya, saya kira cukup membuat saya larut sebelum saya memahami mengapa banyak ulasan menarik tentang anime yang berdurasi 110 menit ini. Lanjutkan membaca “Nerawareta Gakuen”

Film Journey to the West

Kisah klasik dari tanah Tiongkok “Perjalanan ke Barat” yang di dalamnya ada tokoh kera Sun Wukong pastinya tidak asing di telinga penggemar sinetron Mandarin di tanah air. Sekarang film dalam nuansa yang berbeda kembali hadir oleh sutradara Kung Fu Hustle, yaitu komedian Stephen Chow. Sudah pasti filmnya bisa dikatakan selucu Kung Fu Hustle atau Shaolin Soccer, atau mungkin lebih lucu.

Perbedaannya kali ini adalah tampaknya yang menjinakkan Sun Wukong adalah seorang pemburu iblis; tapi bukan berarti film ini berubah halauan menjadi film horor meskipun tidak bisa dipungkiri, cuplikannya menunjukkan sejumlah adegan yang bisa dibilang menyeramkan. Lanjutkan membaca “Film Journey to the West”