Save LIVES – Sebuah Pendekatan Keselamatan Berlalu Lintas

WHO – Organisasi Kesehatan Dunia baru-baru ini merilis sebuah paket pendekatan guna meningkatkan keselamatan berlalu lintas yang dikampanyekan sebagai “Save LIVES”. Terdiri dari 6 strategi dan 22 intervensi.

Setiap tahun, 1,25 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan sebanyak 50 juta orang terluka. Mereka adalah penyebab utama kematian di kalangan orang berusia 15-29 tahun. Hampir setengah (49%) orang-orang yang meninggal di jalanan dunia adalah pejalan kaki, pengendara sepeda dan pengendara sepeda motor. Selain kesedihan dan penderitaan yang mereka timbulkan, kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan dan pembangunan publik yang penting dengan biaya kesehatan dan sosioekonomi yang signifikan. Banyak yang telah diketahui tentang mencegah kematian lalu lintas dan luka-luka. Berdasarkan pengetahuan ini, paket teknis keselamatan jalan telah dikembangkan untuk mendukung para pengambil keputusan dan praktisi dalam upaya mengurangi kematian dan cedera lalu lintas lalu lintas dan mencapai Sasaran Pembangunan Berkelanjutan yang ditargetkan 3.6 dan 11.2.

Lanjutkan membaca “Save LIVES – Sebuah Pendekatan Keselamatan Berlalu Lintas”

Patreon – Dukungan bagi Pencipta Konten Kreatif

Apakah Anda seorang pencipta konten kreatif? Seperti penulis fiksi, pencipta lagu, peracik resep masakan, pembuat video animasi dan sebagainya. Namun Anda belum tahu dari mana bisa mendapatkan penghasilan dari konten kreatif Anda.

Menulis novel belum tentu bisa diterbitkan dan laku, atau jika ditulis online, belum tentu akan bisa mendapatkan penghasilkan dari iklan pihak ketiga misalnya.

Tapi jika Anda memiliki basis penggemar atau pendukung yang bersedia membantu Anda, maka Patreon sangat layak dipertimbangkan untuk menjadi solusinya.

Lanjutkan membaca “Patreon – Dukungan bagi Pencipta Konten Kreatif”

Aman Menikmati Gerhana Matahari

Gerhana matahari adalah kejadian alam yang mungkin hanya bisa seseorang saksikan beberapa kali dalam seumur hidupnya. Berbeda dengan hujan, pelangi, atau musim durian, siklus gerhana matahari panjang – dan sekali muncul tidak semua belahan bumi kebagian pemandangan ini. Sehingga banyak orang ingin menikmati menjadi saksi terjadinya gerhana matahari. Permasalahannya adalah, melihat gerhana matahari tanpa cara yang aman berbahaya bagi mata kita, dan berpotensi menyebabkan kebutaan permanen. Lanjutkan membaca “Aman Menikmati Gerhana Matahari”

Belajar Fotografi dari Buku

Fotografi menjadi sebuah hobi yang belakangan ini semakin menjamur oleh karena semakin mudahnya akses ke dunia fotografi itu sendiri. Mulai dari kamera SLR yang mahal dengan set/kit-nya yang bisa bikin bangkrut pemula, hingga ponsel cerdas kelas atas ke ponsel cerdas kelas menengah – semuanya menawarkan pintu ke dimensi baru yang bernama fotografi.

Layanan berbagi di jejering sosial seperti Flickr, Tumblr, dan Instagram misalnya, membuat demam fotografi semakin menyebar ke pelosok negeri. Anda mungkin salah satu yang sedang atau berminat dengan dunia fotografi? Lanjutkan membaca “Belajar Fotografi dari Buku”

Paradoks Para Pencari Kebenaran

Realita adalah bentangan sederhana di hadapan kita. Apa yang tidak sederhana adalah pemikiran kita, dan bagaimana kita memandang dunia melalui sawar pemikiran yang penuh kompleksitas ini, sehingga kita sering menemukan diri kita berkata bahwa ini dan itu tidak seharusnya demikian. Anda mungkin benar, tapi hei, siapa bilang kebenaran itu absolut.

Paradoks para pencari kebenaran – entahlah, mungkin karena mereka tidak menyukai kebenaran dalam satu atau dua bentuk; mungkin karena mereka merindukan sesuatu yang membebaskan; mungkin karena mereka merasakan ada sesuatu yang keliru dengan kisah-kisah yang dibenarkan selama ini. Lanjutkan membaca “Paradoks Para Pencari Kebenaran”

My Bleeding Heart

Ah, my “bleeding heart”, it’s so wonderful! – Jika saya berkata demikian banyak orang yang mungkin salah sangka, bahkan sepertinya terdengar seperti masochist saja. Dulu nenek mengatakan pada ibu saya bahwa namanya adalah “Kembang Nyonya”, ya memang demikian dikenal umum, di Jawa mungkin dikenal dengan nama “Kembang Nona Makan Sirih“. Berasal dari genus Clerodendrum dengan nama spesies, C. thomsoniae – meski yang saya sendiri tidak yakin ini bunga yang tepat (karena saat saya temukan, dualisme warnanya tidak kentara).

Dikenal juga sebagai Bleeding Glory Bower atau Bleeding Heart, terutama yang berwarna putih dengan mahkota merahnya. Di halaman saya ada keduanya, yang putih dan yang ungu. Namun karena penataannya kurang baik, jadi tidak tampak menonjol. Lanjutkan membaca “My Bleeding Heart”

Silver Spoon

Dalam percakapan keseharian dengan bahasa Inggris, “silver spoon” bermakna keberadaan dalam lingkungan yang berlimpah kesejahteraannya. Mungkin bisa juga digunakan merujuk pada kelompok atau golongan bourgeois. Namun entah itu atau bukan yang dimaksudkan oleh Arakawa Hiromu dalam serial “Gin no Saji” yang menjadi pilihan bacaan saya di akhir pekan ini.

Pencipta serial “Full Metal Alchemist” ini menarik minat saya dengan sebuah latar cerita yang baru sama sekali. “Gin no Saji” mengambil latar cerita seorang anak perkotaan yang belajar mati-matian untuk diakui, namun pada akhirnya memilih menjauh dari orang tuanya untuk bersekolah di sekolah menengah kejuruan bidang agrikultural. Lanjutkan membaca “Silver Spoon”

The Promise – Penghubung Avatar Aang dan Korra

Setelah menyaksikan 7 episode awal “The Legend of Korra“, saya merasa ada yang kurang. Rupanya, ada penghubung antara serial animasi “Avatar: The Last Airbender” dan “The Legend of Korra” yang saya lewatkan, yaitu 3 buah buku komik berjudul “The Promise”.

“The Promise” buku kedua sendiri baru terbit akhir bulan ini, dan belum banyak juga yang diungkap pada buku pertama, namun setidaknya ada gambaran apa yang terjadi pasca perang antara Aang dan Raja Phoenix yang hendak menghancurkan Ba Sing Se. Lanjutkan membaca “The Promise – Penghubung Avatar Aang dan Korra”

Kembang Sepatu

Siapa yang tidak tahu kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), salah satu bunga yang cukup sering kita temukan di mana-mana. Namun mungkin sekarang sudah semakin jarang seiring banyaknya bangunan modern. Di desa saya dulu, dan termasuk rumah saya, kami memagari pekarangan tidak dengan tembok namun dengan menggunakan kembang sepatu – mereka dapat tumbuh lebat dan mudah diatur. Jika perawatannya bagus, justru akan tampak seperti pagar vila mewah.

Sehingga jamak banyak orang menggunakan kembang sepatu sebagai tanaman hias pembatas. Daunnya yang hijau pekat namun terang, memberikan kesan asri, dan bunganya yang indah – meski tidak harum – memberikan kesan kenyamanan yang meneduhkan. Lanjutkan membaca “Kembang Sepatu”