Tenaga kesehatan dan aplikasi perpesanan Signal

Signal – sebuah aplikasi perpesanan yang turut dibangun oleh pendiri WhatsApp kini sedang naik daun. Sebagaimana banyak yang telah kita baca, hal ini disebabkan oleh sejumlah pembagian data antara WhatsApp dan Facebook, yang menyebabkan pengguna yang tidak suka oleh praktik ini beralih ke aplikasi perpesanan alternatif, yaitu kebanyakan Telegram dan Signal. Celetohan Elon Musk di twitternya juga berperan dalam melonjakkan pengguna Signal hingga puluhan juta dalam hitungan hari.

Mereka yang menginginkan lebih banyak privasi akan lari ke Signal atau Telegram, dan ini terjadi!

Pelonjakan penggunaan Signal dalam beberapa hari ini mungkin tidak terlalu terdampak di Indonesia. Kita sangat nyaman dengan WhatsApp, sehingga apapun kata orang, kita tidak akan pindah ke Telegram beberapa tahun lalu, atau pun mungkin Signal tahun ini. Kita juga tidak terlalu peduli dengan privasi, dan itu sudah jadi bagian keseharian kita sebagai sebuah komunitas.

Tapi bagaimana dengan profesi, misalnya tenaga kesehatan?

Pendapat saya sendiri, untuk urusan tugas dan kegiatan berhubungan dengan data kesehatan di mana kerahasiaan sangat diperlukan, aplikasi khusus memang sangat diperlukan. Aplikasi seperti Siilo umumnya dianjurkan, tapi aplikasi ini bekerja seperti masker, jika hanya satu dua orang yang menggunakan, maka akan sia-sia, selayaknya aplikasi seperti ini diterapkan pada tataran organinasi. Apabila penggunaan aplikasi yang khusus tidak bisa dihadirkan, maka aplikasi publik yang menjaga privasi dengan sangat baik adalah alternatif lainnya, seperti Signal dan Telegram.

Untuk data yang bersifat rahasia, termasuk karena sangkut pautnya dengan rahasia medis atau rahasia jabatan. Semakin privat media komunikasinya, maka akan semakin baik mutu kerahasiaannya dapat terjamin.

Sementara itu, tenaga kesehatan juga orang pribadi. Jika tidak terkait komunikasi yang mengandung rahasia medis atau jabatan, maka media komunikasi publik apapun saya rasa tidak masalah.

Berminat dengan Signal? Anda dapat mencobanya memasangnya di ponsel Anda.

Antivirus Paling Populer 2020

Apa sih aplikasi antivirus yang paling populer pada tahun 2020? Saya iseng bertanya-tanya, dan mencoba mengakses pangsa pasar produk-produk jenis ini. Dan ternyata, dugaan saya meleset. Saya pikir produk seperti Kaspersky dan BitDefender yang populer di toko daring tanah air menjadi yang masuk dalam daftar nama tersebut.

Pangsa Pasar Produk Antivirus (AV)

Kepopuleran suatu produk keamanan biasanya karena kepercayaan masyarakat yang tinggi. Paling atas adalah Symantec Corp., yang merupakan produsen seri Norton AV dan keluarganya.

Saya bisa memahami ini, karena sejak zaman dua dekade yang lalu, Norton merupakan produk yang paling populer, apakah masih berlangsung sampai saat ini? Saya tidak mengikuti perkembangan produk Symantec, tapi sepertinya mereka tetap bertahan menjadi raja.

Peringkat kedua adalah AVAST Software, produsen produk keamanan avast dan keluarganya. Merupakan produk keamanan favorit saya sejak dua dekade yang lalu, yang saat itu masih merupakan perusahaan kecil dan yang pertama menawarkan produk AV gratis kepada masyarakat global yang berjuang melawan infeksi virus komputer di era itu. Metode ini kemudian banyak ditiru oleh produsen lain, tapi popularitas avast sepertinya masih menjadikannya cukup populer. Dan mungkin menjadi satu-satunya perusahaan keamanan non-Amerika yang berdiri di peringkat atas popularitas. AVAST termasuk produk dengan komunitas terbesar yang ada, walau tidak seaktif sekitar satu atau dua dekade yang lalu.

ESET populer di kalangan teknisi, dan mungkin ini yang menjadikannya bersaing dengan AVAST dan Symantec. Saya tidak tahu, hampir setiap komputer yang diservis karena rusak di wilayah saya, biasanya balik sudah terpasang dengan antivirus dari ESET. Padahal produk AV yang terpasang sudah kedaluwarsa lisensinya, minimal perlindungannya dan tidak bisa dibuang karena terkunci oleh sistem admin. Ya, di mata saya ESET populer di kalangan teknisi, namun musibah bagi pengguna akhir. Walau tentu saja ini bukan kesalahan produsen.

Sementara yang lain masih mengekor di belakang, termasuk McAffe yang populer bersama Norton di era lampau, dan BitDefender yang naik daun pada dekade terakhir ini di tanah air.

Kaspersky, produk yang saya gunakan saat ini tidak ada sama sekali dalam daftar utama. Sepertinya masih belum bisa mengejar ketertinggalan sejak produk asal Rusia ini dijegal keberadaan oleh pemerintah Amerika beberapa tahun yang lalu.

Perlu diingat, bahwa pangsa pasar tidak menunjukkan bahwa produk tersebut lebih unggul kualitasnya dibandingkan dengan produk saingannya. Ada banyak alasan memilih produk AV.

Saya misalnya, memilih karena murah. Saya membeli produk AV dari toko daring, lisensi Kaspersky (KIS) kebetulan paling murah untuk jumlah komputer dan gawai yang digunakan rumah tangga saya. Jadi saya beli saja. Tapi seandainya jumlah laptop, ponsel, dan tablet di rumah di atas lima buah, maka paket keluarga bundle avast ultimate mungkin menjadi pilihan saya, karena paling murah untuk 5-10 perangkat (untuk hitungan produk AV, security suite, dan VPN).

Beralih ke Microsoft Edge

Sekitar setahun yang lalu, saya sempat menulis mengenai kemungkinan beralih ke peramban Microsoft Edge. Dan bagaimana setelah satu tahun berlalu? Bisa dibilang Microsoft Edge mengalami evolusi yang cukup baik.

Microsoft tampaknya bersungguh-sungguh hendak mengambil pangsa pasar peramban dari Google Chrome. Ada beberapa hal yang Chrome masih lebih unggul dibandingkan Edge, demikian juga sebaliknya.

Lanjutkan membaca “Beralih ke Microsoft Edge”

Aplikasi Desktop untuk WordPress

Narablog mana yang tidak familiar dengan nama WordPress, sebuah mesin blog yang memiliki banyak pengguna saat ini. Menulis blog saat ini semudah menulis buku harian, membuat mengisi konten di Internet tidaklah susah. Versi gratis pun disediakan secara cuma-cuma.

Tapi bagaimana seorang narablog menulis di blognya? Tentu saja setiap orang memiliki kesukaan mereka masing-masing. Mulai dari menggunakan peramban web dan mengakses blog secara daring, hingga menggunakan aplikasi pada telepon pintar mereka. Lanjutkan membaca “Aplikasi Desktop untuk WordPress”

Remix OS – Android untuk Komputer Kita

Apakah pernah berpikir untuk memasang (sistem operasi) Android yang biasanya ada di dalam ponsel pintar kita ke dalam komputer atau laptop atau macbook yang kita punya? Kita semuanya bisa mudah dilakukan dengan menggunakan Remix OS for PC.

Dibangun pada proyek Android-x86, maka Remix OS bisa digunakan hampir di semua sistem komputer yang ada saat ini, baik komputer lama maupun baru. Persyaratannya tentu saya menggunakan komputer/notebook berbasis Intel™ di dalamnya. Lanjutkan membaca “Remix OS – Android untuk Komputer Kita”