Migrasi dari Leap 42.1 ke Tumbleweed

Karena sudah rilisnya openSUSE Leap 42.2, saya berminat melakukan peningkatan (upgrade) dari seri 42.1 yang saat ini saya gunakan ke seri 42.2. Namun setelah membaca sejumlah panduan dan pengalaman pengguna, saya tidak memilih meningkatkannya, karena tetap saja untuk keamanan, saya akan memerlukan sebuah DVD instalasi.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba melakukan peningkatan, atau mungkin lebih tepatnya migrasi dari seri Leap 42.1 ke seri Tumbleweed. Dari yang saya baca, Tumbleweed saat ini sudah cukup stabil untuk digunakan harian. Continue reading →

Iklan

Netbook Pelajar HP Pavilion x360

Kemarin kami sempat memilih netbook/notebook yang akan digunakan istri untuk memulai kuliah pasca sarjana. Tentu saja perangkat komputer saat ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan bagi seorang mahasiswa. Netbook Samsung yang sudah hampir berusia lima tahun sudah menunjukkan penurunan performa yang membuat tidak nyaman penggunaannya, sehingga kami memutuskan mencari netbook baru. Dan pilihan kami jatuh pada Netbook keluaran Hewlett-Packard, HP Pavilion x360 11-k145TU berwarna perak/silver.

Continue reading →

LXLE Sesuai Selera

Saya mungkin sudah pernah memberikan kredit pada Linux yang satu ini saat bisa menjalankan komputer lawas kami. Kini saya akan menceritakan sedikit kisah tentang bagaimana saya membuat LXLE tampil sesuai selera saya, yang bermakna bekerja seperti apa yang saya inginkan juga. Paragraf kedua berikut menceritakan latar belakang mengapa saya memilih LXLE, bagi yang tidak berminat, silakan langsung melompat ke paragraf ke-3. Continue reading →

Android 4.4 KitKat untuk Komputer

Ingin mendapatkan sistem Android KitKat pada komputer desktop atau laptop? Maka rilis baru sistem operasi Android untuk perangkat keras berbasis Intel dan AMD bisa jadi tepat bagi Anda. Android-x86 mengumumkan rilis versi baru Android-x86 4.4 (kitkat-x86). Versi ini bisa berjalan di komputer Anda ataupun di mesin virtual. Continue reading →

openSUSE 13.1 “Bottle” KDE

Saya mempertahankan Ubuntu cukup lama pada netbook ASUS X201E saya, karena memang pasangan pabrikannya adalah distribusi Linux yang satu itu. Tapi saya sudah malas berkilah dengan Unity, meskipun hal lainnya berjalan seperti yang saya harapkan. Saya berpikir bahwa saat ini saya memerlukan sebuah sistem operasi yang cukup asyik dan berdaya guna untuk membuat saya tetap betah bekerja di bawah bendera Linux.

Saya pun kembali melirik openSUSE yang (dulu) biasa menemani saya, dan kali ini “nekat” mencoba berpasangan dengan KDE yang terkenal boros dengan sumber daya. Tapi setelah memasang openSUSE 13.1 Bottle edisi KDE, saya malah menemukan disto ini cukup ringan pada netbook berdaya pacu Intel Celeron dual-core 1,10GHz dengan 4 GB RAM DDR3. Continue reading →

Stiker dari @Jolicloud

Siang ini saya menemukan amplop yang diperebutkan oleh teman-teman di meja depan kamar. Rupanya yang menarik perhatian mereka adalah surat yang berasal dari Prancis. Karena tidak tercantum pengirimnya, saya juga tidak dapat menduga-duga.

Setelah dibuka, rupanya paket stiker gratis dari Jolicloud yang tiba. Saya sendiri hampir lupa pernah meminta stiker gratis dari distribusi Linux berbasis Ubuntu ini. Dan saya juga lupa kalau markas besar mereka ada di Paris, Prancis. Continue reading →

Berjabat dengan Raring Ringtail

Menunggu Luna (generasi selanjutnya dari Elementary OS) terasa begitu lama, saya pun mencoba sesuatu yang belum resmi dirilis yaitu Ubuntu 13.04 Raring Ringtail. Korbannya tentu sama, yaitu Asus Notebook X201E yang sebelumnya saya tanamkan Pear OS 7. Ubuntu 13.04 baru akan dirilis resmi akhir April mendatang, sehingga yang saya gunakan adalah edisi daily-build yang tersedia di repositori mereka.

Metode pemasangan yang sama dengan menggunakan Pendrive saya terapkan untuk edisi 64-bit Raring Ringtail. Kali ini, metode instalasi mengenali UEFI pada notebook saya, meskipun tentu saja tidak dalam keadaan aktif. Edisi Live tampaknya sangat menggiurkan, sudah lama tidak melihat Ubuntu semenarik ini setelah edisi 11.10 dulu. Dan jauh dari edisi 12.10, edisi 13.04 lebih terkesan mantap dan ringan. Continue reading →