Mengapa Memilih Nokia X6?

Bulan lalu, saya memutuskan memberi ponsel cerdas pengganti kepada istri, selain memang sudah sering macet, juga termasuk kesalahan saya saat sebelumnya memilihkan ponsel. Sebelumnya saya memilihkan salah satu produk dari Asus yang kemudian menjadi terlalu banyak aplikasi yang tidak terpakai menyenyaksakan ruang kecil yang tersedia.

Setelah banyak pertimbangan, terutama kebutuhan, harga, dan potensi penggunaan jangka panjang serta dukungan keamanannya. Saya memilihkan ponsel berbasis android, Nokia X6 atau juga disebut Nokia 6.1 Plus.

Lanjutkan membaca “Mengapa Memilih Nokia X6?”

Akhirnya, yang ditunggu beritanya sudah keluar juga. Jajaran ponsel dari Nokia X Family (dulu memiliki kode panggilan “Nokia Normandy”) yang menggunakan sistem operasi Android sudah dirilis. Sejumlah seri seperti Nokia X, X+, X+ dual SIM, hingga XL menemani rilis ini (terkesan seperti ukuran pakaian sih). Dan sudah bisa dilihat tampilannya di situs resmi Nokia.

Nokia dulu tidak mau merilis sistem operasi Android, tapi akhirnya kini justru melepas ponsel berbasis Android yang mereka kostumasi sendiri. Bisa jadi karena pasar Windows Phone belum begitu memikat masyarakat luas, meskipun mengalami peningkatan di atas dan menyalip BlackBerry. Lanjutkan membaca “Ponsel Android Nokia X Family”

Ponsel Android Nokia X Family

Setelah Nokia, Beralih ke Mana?

Apa Anda pengguna Nokia, dan kini perusahaan tersebut telah diambil alih oleh Microsoft – dan mungkin dalam waktu dekat, Nokia akan lenyap dari muka bumi.  Disayangkan memang, tapi inilah pasar bebas yang konon diusung oleh peradaban modern, di mana sebuah perusahaan yang dirintis dengan demikian panjang bisa runtuh dalam sekejap. Jika Anda penggemar Nokia, mungkin akan mulai berburu koleksi ponsel-ponsel lawasnya untuk kenangan. Atau Anda beralih ke Microsoft’s Gadget?

Lawakan Nokia Microsoft

Lawakan Linux.com tentang Kuda Troya Microsoft di dalam Nokia.

Tapi di balik cerita sedih Nokia yang “gugur”, benih-benih baru bermunculan. Jujur saja mengikuti perkembangannya yang pelan tapi pasti rasanya akan ramai lagi. Lanjutkan membaca “Setelah Nokia, Beralih ke Mana?”

Gerakan Jolla – Harapan Baru Smartphone Terbuka

Sudah lama saya tidak terlalu terinspirasi dengan Android, namun apa boleh buat, hanya itu satu-satunya sistem operasi mobile terbuka dengan pengembangan mumpuni saat ini. Dulu saya berharap besar pada MeeGo, namun Nokia membuangnya begitu saja, dan berakhir pada Nokia N9 – yang jika Anda pernah memegangnya, tentu akan memahami keunggulannya.

Tizen dari Linux Foundation akan segera keluar dengan dukungan dari Samsung, ini harapan baru. Firefox OS dan Ubuntu Phone juga tidak akan lama lagi menyusul pasar smartphone berbasis sistem operasi terbuka. Nokia dengan Windows Phone bisa jadi cukup bangga bulan-bulan ini karena sudah berhasil menyusul pasar dan mengalahkan BlackBerry yang baru saja meluncurkan produk barunya. Tapi kejutan datang dari sudut yang tidak terduga. Lanjutkan membaca “Gerakan Jolla – Harapan Baru Smartphone Terbuka”

Nokia Asha 305 dan 311

Saya menemukan dua ponsel promosi dari Nokia melalui unggahan video mereka di YouTube. Ini adalah dua ponsel berbasis Symbian OS 40 Asha, dengan harga yang cukup murah, mungkin dibawah US$100 (di bawah Rp 1.000.000,00) meski perlu dikonfirmasi lagi kebenaran harga ini nantinya di pasaran. Tapi memang susah membayangkan ponsel layar sentuh semurah itu jika melihat beberapa tahun yang lalu.

Baik Nokia Asha 305 maupun Nokia Asha 311 merupakan ponsel layar sentuh sepenuhnya. Perbedaannya adalah Nokia Asha 305 mengandalkan teknologi dual-SIM dengan jaringan GSM/GPRS dan kamera 2.0 MP, sedangkan Nokia Asha 311 menggunakan teknologi 3G/HSDPA/WiFi dan kamera 3.0 MP. Untuk keperluan standar dan menghemat daya, Nokia 305 akan lebih unggul; sedangkan untuk keperluan berkomunikasi via jejaring sosial dan Internet yang lebih baik – Nokia Asha 311 akan tampak lebih unggul. Lanjutkan membaca “Nokia Asha 305 dan 311”

Nokia Lumia 610 NFC atau 808 PureView

Saat berusaha mencari pengganti BlackBerry Odin, saya tidak melihat ke pasar Android, bukan karena tidak menarik – namun sebagai pengguna Linux, kadang agak membosankan melihat sesuatu yang dibangun dengan kernel yang sama. Jadi saya melihat ke arah lain terlebih dahulu – meski tentunya ini sebagai pertimbangan saya saja.

Apa yang saya lirik saat ini adalah dua ponsel cerdas keluaran Nokia. Memang bisa dikatakan pamor Nokia sudah tidak seperti dulu lagi, namun menggunakan Nokia ada unsur kenyamanan tersendiri saat saya menggunakan E71 yang kini diwariskan pada adik saya. Yang kini saya liri adlah Nokia Lumia 610 NFC dan Nokia 808 WideView. Lanjutkan membaca “Nokia Lumia 610 NFC atau 808 PureView”

Nokia Lumia 710–Menarik ataukah Tidak

Pagi ini saya menerima surel dari Windows Mobile Insider, menawarkan produk terbaru mereka di tahun yang baru. Sial, respons mereka cepat sekali – apa karena tahu saya baru saja memecahkan BlackBerry Odin saya. Ini adalah Nokia Lumia 710 dengan menggunakan sistem operasi Windows Mobine 7.5 – OS Mango.

Tentu saja rasanya belum beredar di Indonesia saat ini, namun apa yang membuat saya kaget adalah bandrol harganya yang berkisar $ 49.99 atau kurang dari Rp 500.000,-. Karena jika melihat 2 atau 3 tahun ke belakang, Nokia selalu mematok kisaran harga di atas tiga atau empat juta rupiah untuk produk setara ini.

Lanjutkan membaca “Nokia Lumia 710–Menarik ataukah Tidak”

Ponsel Pensiun Dini

Ketika saya membelinya dua tahun lalu dengan sedikit memaksa sebagai ponsel keluaran baru, saya berharap bahwa ia bisa digunakan untuk jangka yang luar biasa panjang. Sehingga saya memberi perhatian dan perawatan secara cukup mendetil, termasuk untuk memperbarui perangkat lunaknya secara berkala sehingga tetap membawa versi termutakhir yang bisa didapatkannya.

Walau di antara bagian luarnya yang sudah semakin bertambah kusam, namun saya tidak pernah meragukan kemampuannya, karena itu memang benar-benar pilihan saya dulu. Namun memang tidak bisa disangka, bahwa perpisahan akan bisa datang secepat ini.

Lanjutkan membaca “Ponsel Pensiun Dini”

Upgrade Firmware Nokia E71

Hari ini saya melakukan upgrade firmware Nokia E71 saya, sebenarnya sudah lama tersedia pilihan upgrade namun baru pagi ini dapat saya selesaikan. Firmware baru memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang terdapat pada firmware lama, dan tentunya menambah dukungan terhadap aplikasi-aplikasi terbaru yang disediakan untuk Symbian 60.

Saya biasanya selalu memeriksa ketersediaan pembaharuan perangkat lunak setidaknya enam bulan sekali. Dan selalu melakukan dari komputer rumah, jika tidak tersedia akses biasanya saya mempertimbangkan melakukannya di galeri Nokia terdekat.

Lanjutkan membaca “Upgrade Firmware Nokia E71”

Nokuntu – Antara Nokia dan Ubuntu

Linux memang tidak memiliki aplikasi klien ataupun phone suite untuk ponsel Nokia, dan Nokia memang tidak tampak berminat membuatnya – apalagi dengan keputusan Nokia untuk meninggalkan MeeGo, Linux yang selama ini menjadi sistem operasi pada ponsel-ponsel Nokia high end dan beralih ke Windows Mobile.

Namun terima kasih pada komunitas Ubuntu yang saat ini mengembangkan Nokuntu, sebuah Nokia Phone PC Suite tidak resmi untuk sistem operasi Ubuntu Linux. Saya mengikuti instruksi Gayan dan berhasil memasangnya di Ubuntu 11.04 dan melakukan deteksi untuk ponsel lawas Nokia E71 saya.

Lanjutkan membaca “Nokuntu – Antara Nokia dan Ubuntu”