4 GB RAM Tak Pernah Cukup untuk Windows 10

Ketika awal membeli notebook, saya merasa bahwa besar RAM sekitar 4 GB pada sistem operasi Windows 10 64 bit akan setidaknya mencukupi. Namun ternyata saya baru menyadari bahwa saya bisa jadi keliru.

Setelah saya melakukan peningkatan kapasistas RAM pada saat servis sebelumnya, saat ini saya menyadari bahwa ternyata untuk beberapa kinerja sederhana, misalnya membuka 4 tab Peramban Internet Opera dan klien surel Mozilla Thunderbird dan aplikasi cermin dekstop WhatsApp sudah membuat pemanfaatan RAM yang luar biasa tinggi (menggunakan 2400 MHz).

Capture

Konsumsi RAM – Sistem monitor Windows 10 pada saat membuka: Opera, Thunderbird, dan WhatsApp.

Continue reading →

Iklan

Servis Laptop Dell di Jogja

Lebih dari sepekan yang lalu, laptop baru saya, Dell Inspiron 7460 mengalami masalah kegagalan baterai. Saya tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi, namun pada awalnya laptop mulai menunjukkan bahwa baterai tidak bisa diisi, kemudian baterai tidak ditemukan (walau masih bisa digunakan) dan dalam beberapa hari menjadi baterai sama sekali ‘lenyap’.

Karena notebook ini baru saja hanya saya pegang sebulan sejak tiba di tangan saya, maka saya membawanya ke pusat servis resmi Dell di Jogja (Jl. Kol. Sugiyono No.63, Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta). Tidak sulit menemukan tempat servis ini karena bersebelahan dengan kantor tempo, dan tidak jauh dari RS Pratama yang baru-baru ini mulai beroperasi. Continue reading →

Memilih Dell Inspiron 7460

Ini adalah kedua kalinya saya memilih sebuah laptop kasta (baca: kelas) medium bawah. Sebelumnya, tepatnya sekitar sembilan tahun yang lalu, saya memilih Acer TravelMate 6293 sebagai long-life companion dalam bekerja. Ketika saya memilih laptop/notebook utama untuk bekerja, saya memastikan bahwa teknologi ini nyaman dan dapat bertahan dalam waktu lama, setidaknya lebih dari tujuh tahun, bahkan jika bisa adalah sepuluh tahun – itu sebuah angan-angan.

TravelMate 6293 saya mulai menunjukkan penurunan performa signifikan ketika abu vulkanik Merapi menyelimuti wilayah Yogyakarta. Menjadi lebih cepat panas adalah keluhan umum. Hingga akhirnya terjadi bencana kecolongan di kos, di mana HDD dan salah satu RAM diembat orang (baca: maling). Alhasil, operasi (baca: bongkar pasang) selanjutnya tidak membenahi kondisinya.

Di saat yang sama, saya juga ditemani oleh Asus X201E yang saya jalankan Linux di dalamnya. Bisa dibilang netbook berkecukupan, kalau seperti rumah termasuk kategori RSS – rumah sangat sederhana.

Kemarin, Asus X201E sudah saya jual dengan harga ‘pertemanan’. Sementara Acer TravelMate 6293 masih teronggok di salah satu rak di rumah – masih bisa beroperasi dengan baik, namun hanya koneksi VGA sedikit bermasalah, sehingga layar tidak serta merta menyala. Baterai mainboard juga sudah kedaluwarsa, sehingga selalu muncul peringatan bios ketika komputer dimulai.

Dan kini saya memiliki notebook baru yang saya gunakan, yaitu Dell Inspiron 7460. Dan ini sebuah notebook yang memuaskan menurut saya.

Ada sejumlah kriteria yang saya gunakan dengan memilih produk laptop, di antaranya adalah:

  1. Medium-lower class: merupakan golongan laptop menengah bawah, tidak wah berlebihan, namun tidak juga melarat. Performanya oke untuk multi-tasking ringan hingga sedang.
  2. Budget logic: ada harga ada rupa, namun saya memiliki anggaran yang ketat dalam memilih laptop, di luar rentang anggaran berarti tidak. Anggaran yang sama dengan nilai ketika saya membeli laptop pada kelas yang sama sebelumnya.
  3. High mobility: laptop tidak berukuran besar, di atas 13 inchi adalah tidak, saya tidak ingin menggendong 3 kilogram atau lebih di punggung saya.
  4. Simple design: harus tampak sederhana, tidak rumit, tidak terlalu banyak tonjolan, bebas dari pandangan yang ‘aneh’. Mungkin tampak seperti unibody.
  5. New-tech: jika bisa, selayaknya dibekali dengan teknologi paling anyar, karena akan dipakai untuk jangka panjang.

Lalu apakah Dell Inspiron 7460 memenuhi kriteria tersebut? Continue reading →

Remix OS – Android untuk Komputer Kita

Apakah pernah berpikir untuk memasang (sistem operasi) Android yang biasanya ada di dalam ponsel pintar kita ke dalam komputer atau laptop atau macbook yang kita punya? Kita semuanya bisa mudah dilakukan dengan menggunakan Remix OS for PC.

Dibangun pada proyek Android-x86, maka Remix OS bisa digunakan hampir di semua sistem komputer yang ada saat ini, baik komputer lama maupun baru. Persyaratannya tentu saya menggunakan komputer/notebook berbasis Intel™ di dalamnya. Continue reading →

Mencoba Memilih Laptop Toshiba

Kemarin menemukan latop tua Toshiba di kantor, sudah usang dan masih berbasis Windows XP era awal – saya bahkan tidak mengenal variannya dari seri apa. Dulu laptop Toshiba cukup terkenal sebelum bermunculan merk baru seperti Acer, Axioo dan lainnya yang meramaikan pasar selain gempuran produk perusahaan yang lebih saya kenal sebelumnya seperti Asus dan Funjitsu. Mereka semua memiliki kualitasnya masing-masing, tapi, Toshiba tentu mengingatkan pada sejarah.

Saya sebenarnya ingin diberikan laptop tersendiri untuk mengerjakan tugas-tugas kantor, tapi apa boleh buat, sepertinya sulit terwujud, sementara cuma bisa melirik mana yang diinginkan. Jalan-jalan ke sejumlah toko daring/online seperti Lazada Indonesia tampanya menarik. Saya memerhatikan sejumlah toko, dan melihat koleksi, mereka punya cukup banyak (untuk dipilih tentunya). Continue reading →

Windows 8 Pro untuk Laptop Lawas Acer TravelMate 6293

Laptop Acer TravelMate 6293 sudah menemani saya sejak 5 tahun belakangan ini, aslinya terpasang Windows Vista Business; dan saya rasa Windows ini tidak buruk, bahkan berjalan dengan baik via sistem 32-bit yang dimilikinya. Tidak pernah punya masalah serius dengan infeksi virus komputer, bahkan tidak pernah mungkin merasa terancam oleh virus komputer. Jarang macet, bahkan blue screen hanya terjadi kurang dari 10 kali dalam 5 tahun ini.

Hanya saja dukungan dari Microsoft semakin memudar, ibaratnya anak yang tertinggalkan. Dan mengingat juga kemampuan penuhnya tidak bisa dilepaskan dengan Windows Vista yang saya gunakan, karena sejatinya, laptop lawas ini menggunakan arsitektur 64-bit. Mungkin dulu pihak Acer berpendapat, peranti lunak 64-bit belum begitu berkembang, sehingga tidak diperlukan. Continue reading →

Rilis Linux IGOS Nusantara 8

Pengguna Linux di tanah air kini boleh bersorak gembira, salah satu distribusi Linux yang diracik kreativitas lokal kini sudah hadir kembali versi teranyar-nya dengan sejumlah sentuhan dan kreativitas yang tak kalah menawan dibandingkan distribusi Linux buatan luar. IGOS Nusantara 8 adalah versi terbaru dari proyek Indonesia Go Open Source oleh LIPI.

Oleh karena IGOS Nusantara 8 adalah racian lokal, maka selera lokal tentu saja mendapat usungan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Mulai dari kompatibilitas dengan perangkat yang beredar di Indonesia, termasuk modem dan pencetak (printer). Sehingga bagi Anda yang sudah terbiasa menggunakan Linux maupun yang baru pertama kali menggunakan Linux akan dibuat terkesima olehnya. Continue reading →