Jamu sebagai Aset Bangsa

Jika kita bayangkan bahwa separuh lebih orang dewasa di Indonesia mengonsumsi jamu, dan sebagian besar dari mereka berkata merasakan manfaat jamu. Kenyataan bahwa jamu adalah obat tradisional bangsa kita yang begitu populer tidak bisa dimungkiri lagi. Apalagi memandang pesebaran jamu yang ada di seluruh nusantara, maka jamu bisa dipandang sebagai sebuah aset kekuatan bangsa.

Jamu sebagai sebuah warisan budaya memiliki kekuatan yang cukup dekat dengan masyarakat kita. Pengembangan dan penelitian tentang jamu masih terus berlanjut, dan beberapa sudah menghasilkan data pra klinis yang cukup signifikan. Sehingga muncul pelbagai jenis racikan jamu untuk kondisi-kondisi sakit tertentu. Lanjutkan membaca “Jamu sebagai Aset Bangsa”

Peraturan Pemerintah tentang ASI Eksklusif

Saya baru saja membaca salah satu peraturan pemerintah terbaru, yaitu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif yang ditujukan untuk melindungi hak dan kewajiban seorang ibu untuk memberikan ASI Ekslusif pada bayinya. Saya rasa kehadiran peraturan ini sangat baik sebagai payung hukum bagi ibu dan bayi di negara kita.

Saya akan berusaha memetik beberapa bagian yang ada di dalamnya sebagai gambaran umum tentang apa yang ada di dalam peraturan, dan bagaimana dapat digunakan dalam masyarakat kita. Saya bukan ahli hukum, jika ada kekeliruan dalam menejermahkan makna peraturan ini, silakan mengingatkan saya kembali. Lanjutkan membaca “Peraturan Pemerintah tentang ASI Eksklusif”

Dilema Warna Karamel si 4-MEI

Disebut 4 MEI atau 4 MI yang merupakan singkatan untuk “4-methylimidazole” yang memberikan warna karamel pada banyak produk makanan dan minuman modern, contohnya adalah Coca-Cola dan Pepsi. Namun senyawa ini juga dapat terbentuk dari proses pencoklatan (warna matang) pada makanan yang mengalami reaksi maillard antara karbohidrat dan senyawa mengandung amino. Bisa juga muncul pada makanan yang dipanggang, ataupun melalui proses fermentasi.

Dan saya juga baru mengetahui bahwa 4 MEI ini juga cukup banyak digunakan pada makanan dan minuman yang berwarna karamel. Problema muncul ketika Negara Bagian Kalifornia di Amerika sana, menambahkan 4 MEI ke dalam daftar senyawa kimia yang karsinogenik – atau dengan kata lain senyawa kimia yang memiliki sifat mampu memicu keganasan (kanker). Lanjutkan membaca “Dilema Warna Karamel si 4-MEI”

Tips Diet guna Mengurangi Penyerapan Gula oleh Tubuh

Banyak orang yang tidak sadar bahwa kadang konsumsi makanan dan pola diet kita sehari-hari memberikan pasokan gula yang banyak – bahkan berlebihan – pada tubuh kita. Dan mungkin kita akan berharap, suatu saat tubuh akan menggunakan cadangan makanan yang disimpannya – seperti lemak – yang telah disimpan, dan kembali karena pola diet kita – hal ini tidak terjadi.

Salah satu penyebab utamanya pada diet, karena saat kita mengonsumsi zat tepung dan gula yang diolah, sari makanan ini dengan cepat memasuki perederan darah dan menghasilkan lonjakan gula darah. Tubuh anda kemudian menghasilkan hormon insulin guna memasukkan gula dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh. Namun, seiring waktu berjalan, paparan kadar hormon insulin yang berlebihan secara terus menerus dapat membuat sel-sel otot anda kehilangan kepekaan terhadap hormon, ini mengarahkan pada diabetes tipe  2 dan penyakit jantung. Sedangkan sel-sel lemak anda, lain cerita lagi, mereka selalu sensitif. Lonjakan insulin mengunci lemak ke dalamnya, sehingga tubuh anda tidak bisa menggunakannya untuk energi.

Lanjutkan membaca “Tips Diet guna Mengurangi Penyerapan Gula oleh Tubuh”

Kanker dan Pola Hidup

Banyak orang yang mungkin bertanya-tanya, dan mungkin khawatir apakah kanker (keganasan) dapat menyerang mereka. Yang lain mungkin tak acuh, atau setidaknya demikian hingga diagnosis yang mengejutkan itu tiba-tiba saja hadir dalam kehidupan mereka.  Namun daripada khawatir berlebih atau tak acuh berlebih, lebih baik kita mawas diri.

Di awal bulan ini saya membaca sekilas tulisan Dr D Max Parkin tentang “The Fraction of Cancer Attributable to Lifestyle and Environmental Factors in the UK in 2010” yang diterbitkan melalui British Journal of Cancer. Tinjauannya mungkin merupakan tinjauan terlengkap tentang hubungan kanker dan gaya hidup yang ada saat ini.

Lanjutkan membaca “Kanker dan Pola Hidup”

Enam Langkah Mencegah Batu Ginjal

Memang ada banyak penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan batu ginjal, namun nyeri yang diakibatkan oleh “tergelincirnya” batu dari ginjal ke ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih) sangatlah menyiksa. Anda mungkin akan tahu bahwa sakit gigi bukanlah satu-satunya sakit yang tak tertahankan.

Di negara-negara yang mengalami peningkatan obesitas, terdapat kemungkinan meningkatnya insidensi (penderita) batu ginjal, mungkin juga termasuk di Indonesia. Dan sekali seseorang terkena batu ginjal, maka kemungkinan kondisi yang sama terulang (kambuh) sangat besar. Jadi adalah tindakan yang bijaksana jika kita dapat mencegahnya sedini mungkin.

Lanjutkan membaca “Enam Langkah Mencegah Batu Ginjal”

Sekilas Tentang Hemokromatosis

Bisa dikatakan hemokromatosis terjadi saat tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan baik makanan alami maupun bahan pangan yang diperkaya dengan zat besi. Hal ini menyebabkan bertambahnya jumlah zat besi di dalam tubuh secara bertahap dan menumpuk di jaringan dan organ tubuh, yang dikenal sebagai kelebihan zat besi. Jika ini terjadi terus menerus selama bertahun-tahun tanpa mendapatkan perhatian medis dan perawatan yang tepat, maka kelebihan zat besi ini dapat merusak tubuh.

Hemokromatosis sebagian besar disebabkan karena faktor genetis, seseorang yang mewarisi gen dengan sifat ini dari kedua orang tuanya dapat menderita hemokromatosis pada suatu saat nanti. Defek ini sebenarnya sudah ada sejak lahir, namun jarang sekali menampakkan tanda dan gejela sebelum menjelang dewasa. Kondisi ini dikenal dengan hemokromatosis herediter (bawaan).

Lanjutkan membaca “Sekilas Tentang Hemokromatosis”

Berbicara Tentang Pemanis Buatan dan Pengganti Gula

Pemanis buatan adalah salah produk makanan sintetis yang cukup banyak mengundang kontroversial, banyak sekali pro dan kontra di seputar isu pemanis buatan. Katakanlah dulu sempat ada rumor tentang aspartame sebagai salah satu pemanis buatan ini. Namun banyak orang menemukan bahwa pemanis buatan adalah pengganti gula yang dapat membantu menjaga kesehatan mereka tanpa kehilangan hak untuk menikmati rasa manis.

Apakah Anda memiliki pandangan sendiri tentang pemanis buatan yang beredar saat ini? Bagaimana memahami bahan pengganti gula ini? Nah, marilah kita berbicara sedikit tentang hal ini yang saya sadurkan dari para staf Mayo Clinic.

Lanjutkan membaca “Berbicara Tentang Pemanis Buatan dan Pengganti Gula”

Apa Daun Sirsak bisa Menyembuhkan Kanker?

Salah satu berita di televisi yang saya saksikan barusan menayangkan tentang khasiat rebusan daun sirsak yang bisa menyembuhkan (penyakit) kanker dengan cara membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh penderita. Katanya sudah ada penelitian tentang hal ini, dan katanya juga lebih kuat dari kemoterapi tertentu.

Saya pun tertarik untuk menelusuri informasi ini. Sayangnya data asli yang katanya bersumber dari penelitian Universitas Purdue (mungkin dari Fakultas Ilmu Farmasi-nya) tidak dapat saya telusuri. Jadi saya harus membanting setir ke sumber-sumber lain yang masih dapat diakses.

Lanjutkan membaca “Apa Daun Sirsak bisa Menyembuhkan Kanker?”

Susu Formula yang Tercemar Bakteri Enterobacter Sakazakii

Sepertinya belakangan ini media “diributkan” dengan liputan tentang adanya penelitian yang menyebutkan sejumlah susu formula “tercemar” dengan bakteri Enterobacter sakazakii. Sebuah penelitian yang konon sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu. Saya rasa wajar jika kemudian masyarakat yang mendengar hal ini menjadi “panik”, apalagi ditambah informasi bahwa “betapa mengerikannya” infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri ini.

Tapi nyatanya memang kalau membaca tanya-jawab di WHO, memang orang akan bergidik ngeri, sebagaimana sedikit saya kutipkan dari dokumen WHO:

Enterobacter sakazakii is a bacterium belonging to the family Enterobacteriaceae, which contains a number of bacterial species found in the human and animal gut and the environment. The microorganism has been implicated in outbreaks causing meningitis or enteritis, especially in infants. In the few outbreaks reported 20% to >50% of the infants who contracted the disease died. For survivors, severe lasting complications can result including neurological disorders. The outcome related to adult disease seems to be significantly milder.

Bakteri ini bisa masuk ke dalam susu formula (bayi), umumnya melalui 3 jalur mendasar:

  1. Melalui material dasar (bahan) produk untuk membuat susu formula;
  2. Melalui kontaminasi formula atau bahan kering lainnya pasca pasteurisasi;
  3. Melalui kontaminasi ketika menyiapkan susu formula tepat sebelum diberikan pada bayi.

Beberapa makanan lain juga bisa tercemar oleh E. sakazakii, namun susu formula yang paling banyak dihubungkan dengan kejadian luar biasa penyakit yang disebabkannya.

Lanjutkan membaca “Susu Formula yang Tercemar Bakteri Enterobacter Sakazakii”