Suka Duka Belajar Daring

Belajar/sekolah/kuliah daring (online learning/study) menjadi tren di tengah pandemi COVID-19. Termasuk bagi saya yang sedang mengambil program pascasarjana. Aktivitas kampus dikurangi, dan hanya diperuntukan bagi praktikum yang tidak bisa diadakan secara daring.

Sudah sejak awal kasus pertama di Yogyakarta, kampus memutuskan untuk melakukan belajar online. Selama belajar jarak jauh ini, ada beberapa suka dan duka yang saya rasakan.

Belajar jarak jauh berarti berkomunikasi dengan teman kuliah dan para pengajar juga dari jarak jauh. Kuliah kebanyakan menggunakan fasilitas telekonferensi, dan tugas-tugas diunggah secara daring juga. Lanjutkan membaca “Suka Duka Belajar Daring”

OneNote, Tempat untuk Semua Catatan

Ada banyak metode untuk melakukan pencatatan dengan baik, termasuk dalam buku catatan kita. Baik pelajar maupun pekerja, sering kali akan memerlukan catatan. Catatan manual sering kali penuh, rusak atau hilang, sehingga tidak nyaman untuk digunakan. Sedemikian hingga, pilihan saat ini adalah untuk memindahkan catatan ke bentuk digital, tapi aplikasi mana yang akan digunakan?

Ada banyak sekali pilihan, misalnya Evernote, Google Keep, Dropbox Paper, SimpleNote, Joplin dan sebagainya. Tapi setelah mencoba beberapa di antaranya, saya memutuskan menggunakan OneNote.

Capture

OneNote pada Windows 10

Lanjutkan membaca “OneNote, Tempat untuk Semua Catatan”

Uji Coba ProWritting Aid

Menulis dalam bahasa Inggris memerlukan apa yang disebut sebagai proofreading, dan ada banyak jasa untuk itu. Sayangnya, jasa tersebut sering kali tidak affordable (tidak terjangkau dalam hitungan kita). Maka penulis mungkin akan mengandalkan Word Processor seperti Microsoft Office Word dan LibreOffice Writer dengan fungsi peninjauan ejaan (grammar) untuk melihat jika ada kesalahan. Lalu apakah ini cukup?

Singkat katanya tidak!

Saya pada awalnya percaya, ah masa cuma ngetik begitu saja perlu bantuan. Ternyata nyatanya memang demikian. Dulu ketika saya menguji coba pemikiran ini, ternyata keliru sekali, banyak tulisan yang ternyata benar-benar keliru secara lucu. Jika saya menghitung maka rerata adalah dua puluh lima setiap seribu kata, atau sekitar tiga dari setiap seratus kata yang saya tulis adalah keliru. Ini kesalahan yang fatal, itu baru tentang kata, belum lagi jika menilik tentang keterbacaan dan menghindari bingungnya pembaca.

Untitled

Tampilan Panduan Koreksi ProWriting Aid di salah satu

Lanjutkan membaca “Uji Coba ProWritting Aid”

Kerja dan Spotify

Dulu saya paling ogah kalau menikmati multimedia secara melalui streaming daring. Jika pun ada, hanya sedikit sekali pilihan saya. Tapi belakangan ini, Spotify sering muter-muter dengan beberapa lagu-lagu lawas favaorit saya.

Ketika saya tidak mengambil posisi sebagai klinisi, saya duduk di meja dan menghadapi banyak kerja dengan alunan musik dari Spotify. Musik dalam latar belakang, bisa membantu memengaruhi suasana hati dalam bekerja. Bisa menjadi rileks atau bersemangat sesuai dengan irama pilihan.

Capture Lanjutkan membaca “Kerja dan Spotify”

Pilihan Serambi Saat Menulis Webnovel Online

Menulis webnovel atau online novel merupakan keunikan tersendiri. Dulu umumnya orang menulis novel atau cerpen (cerita pendek) melalui perpanjangan tangan penerbit. Tapi di era orang-orang yang lebih memilih menggenggam media elektronik ketimbang media cetak, tentunya penulis juga cenderung beralih ke serambi (platform) digital. Dan banyak peralihan dari media yang tercetak ke dalam bentuk media digital.

Lupakan saja itu sejenak. Menulis novel secara digital dan daring (dalam jaringan/online) bisa untuk siapa saja, baik yang memang ingin serius mulai karir di dunia menulis, hingga mereka yang sekadar hobi menulis. Sama seperti ketika saya mulai menyusun Arunametta – semuanya berawal dari hobi.

Lanjutkan membaca “Pilihan Serambi Saat Menulis Webnovel Online”

Sway vs PowerPoint

Mana yang lebih menyenangkan, bekerja dengan Microsoft Office Sway atau Office PowerPoint? Saya sudah mencoba Sway setidaknya selama sebulan ini dalam memberikan presentasi, dan terus terang, bekerja dengan Sway cukup menyenangkan dibandingkan bekerja dengan PowerPoint.

Menggunakan Windows 10, Sway sudah termasuk paket di dalamnya. Sedangkan PowerPoint yang saya gunakan adalah PowerPoint 2016 yang didapat dengan lisensi berlangganan Micosoft Office 365. Bisa dibilang, Sway itu “gratis”, sementara PowerPoint adalah produk berbayar (tentu saja kita tidak akan membahas masalah perangkat lunak bajakan di sini). Sway juga bisa diakses dari situsnya sway.com, sedemikian hingga pengguna sistem operasi non-Windows bisa juga mengaksesnya.

Sway 2

Tampilan muka pada aplikasi Sway.

Lanjutkan membaca “Sway vs PowerPoint”

Mengakses ICD-10 CM/PCS dan IDC-9 Daring

Era BPJS Kesehatan dengan sistem INA-CBGs sebagai bagian terintegrasi dari sistem pelayanan kesehatan nasional saat ini. Semua klaim rumah sakit ke pihak BPJS Kesehatan akan berdasarkan INA-CBGs yang dikelompokan ke dalam diagnosis-diagnosis berbasis pada ICD-1o CM/PCS.

Saya melihat di lapangan, pihak rekam medis masih menggunakan ICD-10 keluaran WHO edisi 2010. Sementara ICD-10 CM/PCS baru resmi digunakan Oktober 2013, sehingga seringkali diagnosis yang terdapat dalam program INA-CBGs, tidak pas dengan diagnosis ICD-10 yang dipegang oleh pihak rumah sakit. Lanjutkan membaca “Mengakses ICD-10 CM/PCS dan IDC-9 Daring”

openSUSE 12.3 Dartmouth GNOME

Akhirnya setelah rilis beberapa waktu yang lalu, saya bisa mencicipi versi distribusi baru openSUSE 12.3 Dartmouth edisi GNOME. Sejak edisi 12.2 Mantis, saya sudah merencanakan edisi berikutnya akan ditingkatkan (upgrade) secara daring (online) via Internet. Sebenarnya karena penasaran, sebab dari dulu tidak pernah berhasil, bahkan setelah migrasi ke Tumbleweed, kegagalan bisa terjadi.

Jadi sistem operasi Linux openSUSE 12.2 yang saya tanamkan di notebook mengikuti pola “KISS“, sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya galat ketika melakukan peningkatan ke edisi berikutnya. OpenSUSE edisi 12.2 yang saya gunakan memiliki genuine GNOME terpasang di dalamnya, dengan penambahan sistem pelokalan ke dalam bahasa Indonesia. Beberapa aplikasi tambahan seperti AbiWord, Thunderbird, Google Chrome dan CrossOver edisi lawas. Lanjutkan membaca “openSUSE 12.3 Dartmouth GNOME”

SpiderOak sebagai Alternatif Pencadangan Daring yang Aman

Sebelumnya saya telah sempat membahas Dropbox sebagai pencadangan data secara daring (online backup), dan kini saya akan membahas SpiderOak yang merupakan salah satu alternatif dan pesain Dropbox yang juga dilirik oleh kaum profesional. Jika Anda bertanya di mana bedanya antara SpiderOak dan Dropbox, maka secara singkat dan kasarnya mungkin SpiderOak lebih cenderung memudahkan pengamanan data, sedangkan Dropbox lebih cenderung memudahkan aksesibilitas data.

SpiderOak pertama kali saya kenal melalui distribusi Linux openSUSE yang saya gunakan, dan dijadikan salah satu promosi atau rekomendasi untuk sistem pencadangan daring. Apa yang ditawarkan oleh SpiderOak adalah solusi sistem pencadangan (backup), sinkronisasi (sync), berbagi (sharing), akses (access), dan penyimpanan (storage) secara daring (online) yang bisa digunakan pada sejumlah sistem operasi seperti Windows, Mac OS, dan Linux (Debian, Ubuntu, Fedora, openSUSE). Anda bahkan bisa menggunakannya pada ponsel cerdas iPhone atau Android. Lanjutkan membaca “SpiderOak sebagai Alternatif Pencadangan Daring yang Aman”

Membuat Toko Online Gratis dengan Dwarapala

Saya mungkin sudah bercerita sebelumnya pada tulisan tentang “Proyek Arunametta“, bahwa sebagian sistem kerja Arunametta didukung dengan menggunakan Dwarapala. Mengapa Dwarapala? Mungkin alasannya, karena Dwarapala menyediakan sistem membuat/membangun toko daring (online) dengan mudah, serta mendukung bahasa Indonesia dan transaksi dalam rupiah.

Saya rasa banyak orang di Indonesia kini bisa merasakan manfaat Internet yang semakin menembus wilayah-wilayah pelosok, meski belum semuanya, dan meski masih sering diperoleh dengan susah payah dan harga yang tidak murah. Pemasaran produk lokal melalui jaringan yang lebih luas seperti melalui Internet, tentunya akan memberikan gairah tersendiri bagi pasar lokal dan nasional. Apalagi jika produk lokal mampu menembus pasar Intenasional melalui jalur di dunia maya. Lanjutkan membaca “Membuat Toko Online Gratis dengan Dwarapala”