Persimpangan Yang Membingungkan

Jalanan masih cukup gelap, langkah kaki pelan di bawah taburan bintang yang masih cukup segar dan cemerlang. Rayapan dingin pagi rasanya tak begitu kental, aku tahu cuaca banyak berubah belakangan ini. Keluar ke jalanan, hanya kegelapan yang menyelimuti. Tapi sesungguhnya hari sudah cukup pagi. Karena aktivitas warga pastinya sudah dimulai jauh-jauh dari jam ini. Ada … Lanjutkan membaca Persimpangan Yang Membingungkan

Pencicip Kue Matahari

Karena Hari Raya Galungan sudah dekat, ibu jadi sibuk membuat kue matahari sejak pagi tadi. Termasuk mengolah bahan, dan sekarang menggorengnya. Tentu saja sebagai anak yang berbakti saya juga membantunya, yaitu membantu mencicipinya 🙂 Ah, kue renyah dan hangat yang baru matang, rasanya benar-benar gurih. Dipadu dengan teh herbal hangat, benar-benar kombinasi pagi yang pas.

Hujan di Pagi Hari

Sebenarnya semalam sempat terdengar beberapa bulir air jatuh dengan tangkasnya di atas genting kaca, suaranya khas mengiri angim malam yang masih berhembus dengan debu-debu merapi. Tapi pagi ini tiba-tiba saja hujan turun, entah apa yang dipikirkan langit. Mungkin karena semalam selalu ada yang protes masalah debu di antara pemukiman padat para manusia. Aku tidak hendak … Lanjutkan membaca Hujan di Pagi Hari

Mentari Pagi

Sebagaimana yang kuceritakan di Broken Sheel Broken Mirror, aku tidak akan berpura-pura bahwa segalanya telah lebih baik saat ini. Setidaknya, tidak secepat itu. Perasaanku tidak dapat mudah menjadi tenang, bahkan tanganku tak dapat menuliskan apa yang kurasakan sehingga aku dapat bercermin darinya. Selama aku berlayar di kehidupan ini, mungkin inilah pertama kali si nahkoda melihat badai yang demikian besarnya, walau jauh hari sebelumnya ia telah memprediksi, namun badai tetaplah badai, ia tak sama dengan apa yang ada di dalam angannya.