Pedoman Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit

Rumah sakit mirip seperti sekolah atau perguruan tinggi, walau mungkin saat ini belum banyak pasien yang memilih rumah sakit seperti memilih sekolah. Biasanya calon pelajar akan membidik sekolah sesuai dengan kompetensi sekolah, tujuan sekolah (cita-cita) dan kualitas cetakan/lulusan sekolah tersebut. Rumah sakit juga demikian, bagaimana kompetensi rumah sakit? Layanan apa yang disediakan? Dan bagaimana mutu layanan rumah sakit tersebut? Ini adalah pertanyaan yang ada di masyarakat cerdas yang memilih layanan kesehatan di rumah sakit.

Continue reading →

Iklan

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Thalasemia

Thalassemia merupakan gangguan sintesis hemoglobin (Hb), khususnya rantai globin, yang diturunkan. Penyakit genetik ini memiliki jenis dan frekuensi terbanyak di dunia. Manifestasi klinis yang ditimbulkan bervariasi mulai dari asimtomatik hingga gejala yang berat. Thalassemia dikenal juga dengan anemia mediterania, namun istilah tersebut dinilai kurang tepat karena penyakit ini dapat ditemukan dimana saja di dunia khususnya di beberapa wilayah yang dikenal sebagai sabuk thalassemia.

Data dari World Bank menunjukan bahwa 7% dari populasi dunia merupakan pembawa sifat thalassemia. Setiap tahun sekitar 300.000-500.000 bayi baru lahir disertai dengan kelainan hemoglobin berat, dan 50.000 hingga 100.000 anak meninggal akibat thalassemia β; 80% dari jumlah tersebut berasal dari negara berkembang. Continue reading →

Menyusun Pedoman Anti-Fraud di Rumah Sakit

Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas layanan kesehatan memiliki potensi memunculkan tindak kecurangan (fraud), apalagi pada era di mana sistem pembiayaan melibatkan banyak pihak, antara klien (peserta BPJS Kesehatan), badan penyelenggara sistem asuransi kesehatan (BPJS Kesehatan), dan pemberi layanan (fasilitas kesehatan).

Pada umumnya dan sebagian besar tenaga kesehatan dan para profesional pemberi asuhan adalah pihak-pihak yang jujur, bekerja keras dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan pasien-pasien mereka. Namun selalu ada oknum-oknum yang ingin menambah pundi-pundi finansial mereka secara tidak legal. Jika ini terjadi di rumah sakit, maka tidak hanya merugikan klien dan badan penyelenggara, namun juga rumah sakit itu sendiri – baik oleh karena beban dari proses penyelidikan hingga proses sanksi (administratif hingga tuntutan hukum) juga memengaruhi nama baik rumah sakit.

Continue reading →

Permenkes nomor 27 tahun 2017 tentang Pedoman PPI di Fasyankes

Pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di lingkungan fasilitas layanan kesehatan telah menjadi standar tersendiri dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan itu sendiri. Sebagai tempat berkunjungnya pasien dengan pelbagai jenis penyakit infeksi, tentunya pusat layanan atau fasilitas layanan kesehatan menjadi tempat lalu lintas potensi infeksi. Sedemikian hingga kontrol/kendali dan pencegahan penyebaran infeksi dari satu orang ke orang lainnya, baik staf maupun pengunjung/pasien di fasilitas layanan kesehatan itu perlu diterapkan dengan standar dan sistem yang baik.


Continue reading →

Pedoman Rujukan Berjenjang

Pada era BPJS Kesehatan, layanan kesehatan menggunakan sistem rujukan berjenjang. Mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (dokter keluarga, klinik pratama, puskesmas) ke tingkat sekunder, hingga pada akhirnya ke tingkat tersiar. Dengan demikian pasien diharapkan mendapatkan pelayanan optimal, dan fasilitas layanan kesehatan mampu menangani kasus kesehatan sesuai dengan kompetensi mereka masing-masing.

Terdapat sejumlah kriteria pasien untuk dapat dirujuk dari fasilitas kesehatan dasar ke fasilitas layanan kesehatan lanjutan. Praktisi kesehatan biasanya memiliki panduan mereka masing-masing. Continue reading →

Permenkes nomor 44 tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas

Pada akhir tahun 2016, kementerian kesehatan menerbitkan salah satu pedoman dalam tata kelola puskesmas. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 44 tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas akan memberikan pedoman bagi puskesmas dalam menyusun rencana lima tahunan, menggerakkan pelaksanaan upaya kesehatan, melaksanakan pengawasan-pengendalian dan penilaian kinerja, mengelola sumber daya, serta menerapkan pola kepemimpinan dan membangun budaya kerja.

Continue reading →

Permenkes nomor 23 tahun 2016 tentang Pemberian Penghargaan bagi Nakes Teladan

Tenaga Kesehatan Teladan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan yang memiliki pengabdian dan prestasi dalam pembangunan bidang kesehatan.

Peraturan Menteri kesehatan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemberian Penghargaan Bagi Tenaga Kesehatan Teladan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan pedoman bagi Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmas, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memberikan penghargaan bagi Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas.


Continue reading →