Ketika Kampanye Kondom tidak Masuk Akal

Kemarin diperingati sebagai hari AIDS sedunia, dan salah satu target dunia kesehatan di mana pun di belahan bumi ini adalah memutus mata rantai penularan HIV/AIDS ini. Lalu di Indonesia, kementerian kesehatan membuat kampanye kondom yang menjadi pekan kondom nasional. Saya seorang teman mengirim tweet kendaraan kondom yang digunakan untuk kampanye, saya pun cuma bilang “wow”, karena tentu saja untuk kampenye kendaraan itu akan begitu menarik perhatian.

Tapi mari kita kembali, muncul kemudian permasalahan. Gerasakan agresif dari kementerian kesehatan ini pun mengundang banyak pesimisme dan (tentunya) penolakan. Kalau yang menolak kelompok yang sama dari tahun ke tahun, rasanya biasa saja. Tapi jika kemudian banyak kalangan medis ikut menolak, bahkan sampai saya dengar staf kementeriaan sendiri menolak kampanye seperti ini, maka tentu akan membuat saya bertanya-tanya lagi. Continue reading →

Iklan

Fakta Tentang Hepatitis B

Hepatitis B adalah suatu penyakit organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B, disebut juga sebagai HBV. Berikut beberapa kunci penting tentang Hepatitis B:

  • Hepatitis B adalah suatu infeksi virus yang menyerang hati dan menyebabkan penyakit baik secara akut maupun kronis.
  • Virus ditularkan melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi – dan bukan dari kontak yang biasanya dilakukan dalam keseharian.
  • Sekitar 2 miliar orang di seluruh dunia telah terinfeksi oleh virus dan sekitar 350 juta hidup dengan infeksi kronis. Sebuah perkiraan sekitar 600.000 orang meninggal setiap tahunnya oleh karena konsekuensi infeksi akut maupun kronis Hepatitis B.
  • Sekitar 25% dewasa yang terinfeksi secara kronis sejak masa anak-anak, kemudian meninggal karena kanker atau sirrosis hati yang disebabkan oleh infeksi kronis.
  • Hepatitis B adalah virus yang memiliki daya infeksi 50 hingga 10 kali dari HIV.
  • Hepatitis B merupakan bahaya pekerjaan yang penting diperhatikan oleh pekerja kesehatan.
  • Hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin yang aman dan efektif.

Hepatitis B adalah infeksi hati yang berpotensi mengancam jiwa disebabkan oleh virus Hepatitis B. Merupakan masalah kesehatan global yang utama dan merupakan tipe virus hepatitis yang paling berbahaya. Dapat menyebabkan penyakit hati kronis dan menempatkan penderitanya pada risiko kematian tinggi akibat sirrosis dan kanker hati.

Continue reading →

Seputar Penularan Virus Hepatitis

Hepatitis berarti adanya peradangan pada hati. Umumnya disebabkan oleh beberapa jenis virus. Utamanya adalah Virus hepatitis A, B dan C.

Hepatitis A biasanya membaik dalam beberapa bulan. Hepatitis B dan C umumnya menyebabkan gejala akut. Namun yang menjadi bagian mengkhawatirkan adalah, infeksi mereka dapat mengarahkan pada kanker hati, atau jika berlanjut secara kronis dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius yang dikenal sebagai sirrosis.

Berikut adalah beberapa hal seputar penularan virus hepatitis, tulisan ini disadur dari tayangan salinda “Viral Hepatitis: What Puts You at Risk”.

Kontaminasi Menyebarkan Hepatitis

Hepatitis A menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi dengan feses/tinja orang yang telah terinfeksi. Anda juga dapat terinfeksi melalui kontak dekat dengan seseorang yang memiliki hepatitis, seperti contoh dengan mengganti popok atau melalui kontak seksual. Sanitasi dan higienitas yang buruk meningkatkan risikonya. Hepatitis B dan C menyebar utamanya melalui darah, cairan semen, atau cairan tubuh lainnya yang terinfeksi.

Menghindari Risiko untuk Hepatitis A

Saat terjadi kejadian luar biasa hepatitis A, biasanya menyebar melalui makanan. Cucilah dengan bersih semua buah, sayur, walau seperti buah Anda akan mengupasnya nanti. Anda juga bisa terkena hepatitis A dari air yang terkontaminasi. Ingat selalu mendidihkan air minum yang didapatkan dari alam, seperti sumur, sungai, danau dan lain sebagainya. Hindari minum es kecuali Anda yakin itu dibuat dari air mineral botolan, atau air yang sudah didihkan. Terdapat vaksinasi untuk Hepatitis A dan B, tapi tidak untuk Hepatitis C.

Kerang Mentah

Beberapa orang suka mengonsumsi kerang mentah, namun jika diambil dari perairan yang terkontaminasi oleh Hepatitis A, maka kerang-kerangan (dan hewan air ber-eksoskeleton lainnya) berpotensi sebagai media penularan. Masaklah dengan baik menu kerang-kerangan, ini akan jauh lebih aman.

Tangan yang Tidak Bersih

Hepatitis A dapat bertahan hidup di luar tubuh selama berbulan-bulan. Higienitas termasuk selalu mencuci tangan  atau menggunakan cairan sanitasi tangan setelah menggunakan toilet, mengganti popok, dan sebelum menangani makanan atau sebelum makan membantu mencegah penyebaran Hepatitis A. Menggunakan toilet umum? Sebaiknya gunakan tombol penyiram dengan kaki jika tersedia, atau gunakan tisu untuk menyentuh benda-benda yang ada di toilet, termasuk gagang pintu, jangan lupa cuci tangan setelahnya.

Darah yang Terkontaminasi

Darah yang terinfeksi dan cairan tubuh yang lainnya dapat menyebarkan Hepatitis B dan C. Infeksi bisa menular dari ibu ke bayi ketika persalinan, antara pasangan seksual, kontak dengan luka terbuka, atau dari peralatan dokter gigi yang terkontaminasi. Sedemikian hingga saat ini setiap darah yang didonorkan dipindai untuk kemungkinan adanya infeksi.

Tato dan Anting

Anda ingin memiliki tato atau memasang anting (tindik) pada tubuh anda? Kurangi risiko anda terinfeksi Hepatitis B dan C dengan menggunakan jasa salon yang bersungguh-sungguh dalam mengontrol infeksi. Sebaiknya salon yang bersih dan rapi, petugasnya berlisensi dan terlatih dengan baik. Apakah peralatan disterilkan dengan dipanaskan antar pemakaian? Jika tidak disterilkan dengan baik, maka Hepatitis B dan C masih kemungkinan untuk menular. Dan pastikan para petugas mencuci tanggannya dengan baik sebelum menyentuh Anda.

Perawatan Kaki, Kuku dan Potong Rambut

Mungkin Anda familier dengan istilah pedicure, manicure, maka aktivitas seperti ini bisa memiliki potensi menularkan Hepatitis B dan C juga, seperti hal ya saat potong rambut di salon. Walau risikonya mungkin sangat kecil, namun jika ada potensi terpapar darah, maka di sana ada risiko penularan. Jika Anda bersedia, perkecil risiko penularan dengan membawa sendiri alat-alat yang mungkin digunakan namun bukan sekali pakai, misalnya gunting rambut dan gunting kuku.

Kontak Seksual

Melalukan hubungan seksual dengan seseorang yang memiliki Hepatitis B adalah sebuah pintu besar kemungkinan infeksi baru pada pasangannya. Hepatitis B virus dapat ditemukan dalam darah orang yang terinfeksi, cairan vagina, atau semen. Maka jangan dulu melakukan hubungan (abstain), lakukan vaksinasi adalah cara terbaik untuk menghindari penularan. Kondom lateks dan dam gigi dapat juga mengurangi risiko penularan.

Berbagi Barang Pribadi

Hepatitis B dan C dapat ditularkan melalui berbagi barang-barang pribadi milik orang lain. Itu berlaku untuk sikat gigi, pisau cukur, gunting kuku, lap, jarum, atau hal lain yang mungkin pelabuhan jejak darah yang terinfeksi. Simpan item untuk Anda gunakan sendiri saja.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Pro Kontra Kampanye Kondom

Para aktivis yang menyebarkan gerakan pencegahan penyebaran HIV sering menggunakan kampanye kondom sebagai salah satu medianya. Salah satu praktek yang umum adalah membagikan kondom gratis ketika peringatan hari AIDS sedunia.

Secara mendasar saya sendiri setuju dengan ide kampanye kondom ini. Kampanye seperti ini mengingatkan betapa pentingnya pelindung ketika berhubungan seks guna mengurangi risiko penularan HIV. Saya rasa simpul ketidaksetujuan muncul ketika seolah-olah komunikasi dalam kampanye ini memberikan lampu hijau pada aktivitas seks bebas di dalam masyarakat.

Saya rasa tidak demikian, membagikan kondom bukan berarti memberikan kesempatan seseorang melakukan seks bebas. Kalau saya tanya sendiri, jika Anda menerima kondom gratis saat kampanye kondom, apakah Anda akan menggunakannya untuk seks bebas? Saya rasa tidak jika Anda tidak memiliki kebiasaan itu. Tapi jika Anda memiliki kebiasaan melakukan seks bebas, ya itu bisa jadi.

Dalam kampanye pencegahan HIV, kampanye anti seks bebas juga dilakukan bukan? Karena memang itu adalah cara yang secara relatif lebih efektif dibandingkan penggunaan kondom. Tapi kadang ini tidak cukup – itulah poinnya dalam kampanye kondom.

Saya ibaratkan begini, Anda memiliki mobil, Anda pun memasang alarm anti maling pada mobil anda, untuk mencegah terjadinya pencurian. Lalu mengapa tidak mendidik masyarakat saja agar tidak mencuri atau menjadi pencuri, bukankah itu lebih baik? Ya, memang masyarakat yang sadar akan tidak mencuri itu adalah sebuah kebaikan bagi kita semua. Tapi toh ternyata ada pencurian bukan, sehingga kita perlu melakukan pengaman.

Nah demikian juga ada bagian dari masyarakat yang memang terbiasa dengan pergaulan bebas dengan seks bebas di dalamnya. Dan kelompok inilah target dari kampanye kondom tersebut. Tentu saja bukan berarti kampanye kondom adalah pengganti dari kampanye menghindari seks bebas yang persuasif.

Karena penyebaran HIV adalah masalah nyata di masyarakat, demikian juga dengan perilaku seks bebas.

Bahkan ketika kampanye menghindari perilaku seks bebas telah ada di masyarakat, dikuatkan dengan pelbagai upaya lainnya untuk tujuan serupa. Entah mengapa, menurut saya itu pun tidak menjamin bahwa perilaku seks bebas akan terhapus – sesuatu yang ada di masyarakat sejak dulu dan tidak ada solusi nyata hingga kini untuk menghapus sepenuhnya.

Mungkin hal ini karena kesadaran individu sendiri yang menentukan karakter dan perilakunya dalam keseharian. Nasihat dan tekanan sering kali akan gagal tanpa adanya kesadaran. Dan ketika itu tidak berhasil, saya rasa kita memerlukan metode lainnya.

Ada juga bagian lain yang sering kali terlupakan. Bahwa dengan menolak kampanye kondom, kita telah melakukan diskriminasi pada penderita HIV/AIDS. Ingat perlindungan bukan hanya untuk yang belum terinfeksi HIV tapi juga pada mereka yang telah terinfeksi HIV agar bisa mengurangi risiko penularan pada pasangannya yang belum terinfeksi.

Penderita HIV juga memiliki hak asasi dalam kebutuhan seksual mereka, ketika kampanye kondom ditolak, berarti kita juga turut melarang mereka berhubungan tanpa pengaman. Bukankah prinsip kampanye kondom bukan untuk melegalkan seks bebas namun mengingatkan pentingnya perlindungan ketika berhubungan seksual guna mengurangi risiko penularan HIV. Ketika kita menolak kampanye kondom, kita telah melakukan diskriminasi pada para penderita ini.

Bahkan pada sesama penderita HIV pun ketika berhubungan seksual pengamanan kondom tetap disarankan.

Saya kadang ingin bertanya pada mereka yang menolak kampanye kondom, saya hendak mempertanyakan. Apakah mereka pernah berpikir atau merenung hingga sejauh ini? Apakah mereka pernah menyentuh seberapa jauh empati bisa diberikan pada nurani mereka yang menderita HIV?

Rasanya tidak ada orang yang ingin terkena HIV, kadang mereka tidak selalu terinfeksi dari seks bebas atau penggunaan jarum suntik untuk narkoba, namun mereka tiba-tiba tahu terinfeksi HIV. Mereka pastinya berharap sebisa mungkin tetap bisa hidup sewajarnya, termasuk dalam hubungan suami-istri. Dan kini salah satu hal yang bisa menolong mereka untuk itu sedang dikampanyekan, dan ada sekelompok orang yang mengutuk kampanye itu, kampanye yang memberikan harapan untuk hidup sewajarnya pada mereka dengan HIV/AIDS – dan dapatkah kita merasakan pada yang para penderita ini rasakan jika melihat “pengutukan” itu? Pun para penderita ini terinfeksi melalui seks bebas dan penggunaan narkoba, apakah itu membuat mereka berhenti menjadi manusia, sehingga kita berhak mendiskriminasikan mereka?

Saya hanya ingin mengajak sahabat sekalian melihat kembali pro dan kontra ini dari sudut pandang yang berbeda, dari sisi yang mengedepankan kemanusiaan dan hak asasi manusia. Saya tidak memiliki jawaban untuk masalah pro dan kontra kampanye kondom ini, saya sendiri cenderung mendukung kampanye ini, kecuali saya memiliki solusi nyata untuk menghapuskan perilaku seks bebas dari muka bumi dan menyembuhkan semua penderita HIV/AIDS serta memusnahkan virusnya dari muka bumi juga, mungkin saya akan berada pada pihak kontra. Walau agak hiperbola, namun saya hanya ingin menjadi realistis.

Tapi pendapat yang menyatakan bahwa kondom tidak bisa mencegah penularan HIV 100% adalah benar, karena itulah disebutkan mengurangi risiko penularan. Saya tidak tahu, mungkin teknik komunikasi kampanye kondom kurang begitu baik, sehingga menimbulkan persepsi melegalkan seks bebas, apalagi saya kurang begitu memperhatikan kampanye yang ada saat ini.

Kampanye Kondom Afrika Selatan

Gambar di atas adalah cuplikan dari kampanye kondom di Afrika Selatan guna memerangi penyebaran HIV. Seluruh dunia menghadapi masalah HIV saat ini. Kondom dinilai sebagai salah satu solusi nyata dalam memerangi penyebaran infeksi HIV. Dan bukan berarti jalan-jalan lain yang bersifat persuasif, regulatif pun edukatif ditinggalkan.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Mitos dan Kesalahpahaman Seputar HIV dan AIDS

Sudah hampir selama 30 tahun HIV dan AIDS telah dikelilingi oleh banyak mitos dan kesalahpahaman. Pada beberapa kasus, ide-ide yang datang dari pengertian yang keliru ini kadang malah membuat orang semakin rawan menjadi HIV positif. Meski ada banyak pertanyaan belum terjawab seputar HIV, namun para peneliti kita telah belajar banyak hal akan penyakit yang satu ini.

Walau tidak semua mitos ini ada di setiap negara, namun kita bisa menjumpainya di berbagai belahan dunia. Jadi jangan terkejut jika Anda mungkin pernah mendengar salah satu dari mitos berikut. Continue reading →

HIV dan Ciuman

Tanggal 1 Desember dunia memperingati hari AIDS. Perhatian besar-besaran dimunculkan di berbagai lokasi di penjuru dunia untuk mengingatkan betapa berbahaya HIV/AIDS, serta bagaimana menyelamatkan masyarakat dari HIV/AIDS tanpa melakukan diskriminasi terhadap OHDA.

Tulisan ini sebenarnya saya bagikan sebagai tanggapan terhadap salah satu kiriman di milis BBC tentang permasalahan ciuman dan HIV ini.Dokter Oka Negara yang mengirimkan tulisan di milis yang mengatakan bahwa dalam acara di salah satu stasiun televisi swasta ada narasumber yang menyampaikan bahwa ciuman dapat menularkan HIV, karena air liur bisa menularkan HIV dan persentasenya 5%. Saya terkejut ketika membaca tulisan itu.

Continue reading →