3 Pijakan bagi Penderita Hipertensi

Hipertensi dikenal sebagai pembunuh senyap, karena sering kali tidak diketahui, atau diketahui tanpa keluhan, atau diketahui dan tidak terkentrol dengan baik yang pada akhirnya menyebabkan kematian. Kondisi yang dikenal juga sebagai tekanan darah tinggi cukup banyak dijumpai di masyarakat, dan pada tahun 2016 menyebabkan 23,7% dari 1,73 kematian di Indonesia.

Hampir semua kematian, penyakit, dan kecacatan akibat tekanan darah tinggi merupakan keadaan yang dapat dicegah. Kita hanya tidak melakukan pencegahan itu.

R. Todd Hurst

Ada tiga nasihat yang biasanya diberikan dokter kepada penderita hipertensi. Ketiganya merupakan standar yang digunakan sedemikian hingga bisa menjadi pijakan sederhana bagi penderita hipertensi.

Ketahui Angkanya

Jika memungkinkan, cek tekanan darah Anda secara mandiri di rumah. Alat pemeriksaan tekanan darah digital saat tersedia banyak di pasaran termasuk toko niaga daring, dan tidak terlalu mahal (ini tentu saja relatif).

Saya tahu, beberapa pasien lebih percaya hasil pemeriksaan tekanan darah di tempat dokter dengan periksa langsung, yang sebenarnya mungkin tidak memiliki perbedaan akurasi, atau malah justru tidak lebih akurat seperti yang Anda bayangkan.

Ambilah waktu untuk duduk tenang di rumah, lima menit duduk diam diperlukan sebelum memulai memeriksa tekanan darah Anda. Lakukan hal ini secara tertatur, dan hasil pemeriksaan harian ini juga akan menjadi panduan penting bagi dokter Anda untuk mengkaji terapi terbaik bagi kondisi Anda.

Berkonsultasilah kepada dokter Anda mengenai seberapa sering Anda harus melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kapan waktu yang baik. Jangan lupa, kosongkan kandung kemih dengan pipis, serta tunda pemeriksaan hingga setidaknya 30 menit pasca berolahraga, merokok, atau minum kopi.

Tangani Penyebabnya

Darah tinggi memiliki sejumlah faktor risiko dan penyebab yang beberapa dapat diatasi atau dihilangkan, sedemikian hingga tekanan darah dapat dikendalikan dengan lebih baik.

Sejumlah penyebab umum tekanan darah tinggi termasuk:

  • Kurang gerak – atau dalam istilah anak muda zaman sekarang adalah malas gerak (mager). Lakukan olahraga secara teratur, hindari pola hidup yang kebanyakan berdiam, hal ini bisa membantu mengurangi tekanan darah dan mengurangi pengobatan yang diperlukan.
  • Konsumsi makanan yang diproses – terutama makanan yang tinggi kadar sodium/natriumnya. Jika Anda bingung apakah menu keseharian Anda bermasalah dengan isu ini, konsultasikan dengan ahli gizi Anda.
  • Memiliki berat badan yang tidak sehat – kelebihan berat badan dan obesitas adalah penyakit, kurangi berat badan Anda, hal ini dapat menurunkan tekanan darah jauh lebih baik daripada obat-obatan.
  • Kelebihan alkohol – konsumsi alkohol secara berlebihan, lebih dari satu minuman sehari dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Hindari konsumsi alkohol berlebihan.
  • Apneu tidur yang tak tertangani – kira-kira ada sekitar 30%-50% penderita hipertensi memiliki apneu tidur, kebanyakan tidak tertangani. Jika Anda mendengkur, bangun pagi tapi tidak merasa cukup istirahat, atau pasangan Anda mendapati Anda beberapa kali berhenti bernapas ketika tidur, maka tanyakan pada dokter Anda apakah Anda harus diperiksa untuk kemungkinan apneu tidur.
  • Aldosteronisme primer – Ini merupakan kondisi masalah hormonal yang dulu dikira langka, namun ternyata ditemukan cukup umum dalam penelitian terkini. Jika tekanan darah Anda tidak terkendali dengan baik dengan sejumlah pengobatan, tanyakan pada dokter Anda jika kadar aldosteron yang tinggi mungkin jadi penyebabnya.

Usahakan selalu berkomunikasi dengan dokter Anda mengenai kemungkinan penyebab darah tinggi Anda. Memang unsur genetik memiliki peran penting, namun diperkirakan setidaknya separuh tekanan darah tinggi disebabkan oleh faktir yang bisa kita kendalikan.

Minum Obat

Ini adalah hal yang sederhana, namun relatif sulit dilakukan. Tidak ada yang ingin minum obat, apalagi ketika mereka merasa tidak sakit atau tidak memiliki keluhan.

Namun, jika Anda tahu bahwa tekanan darah Anda biasanya di atas 130/80 mmHg – dan bahkan setelah melakukan semua yang Anda bisa lakukan untuk mengelola penyebab tekanan darah tinggi – maka dengan tidak minum obat untuk tekanan darah tinggi membuat Anda berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung, stroke, dan kematian dini.

Lini pertama obat-obat tekanan darah tinggi itu efektif, tidak mahal, dan memiliki risiko efek samping yang rendah. Sedemikian hingga sangat penting agar Anda bersedia bekerja sama dengan dokter Anda untuk berstrategi dalam mengobati tekanan darah Anda yang dapat Anda terima dan mampu mengendalikan tekanan darah Anda.

Dan harap diingat kembali, walau pun tekanan darah tinggi sering tanpa gejala, dampaknya terhadap kesehatan dapat sangat merusak. Dan Anda memiliki kendali lebih banyak dibandingkan apa yang Anda bayangkan untuk menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan kematian dini. Ingat tiga pijakan ini, jadilah pengendali terhadap kesehatan Anda, bukan menjadi sekadar angka-angka yang dilihat secara berkala.

Serangan Jantung

Serangan jantung adalah kedaruratan medis yang terjadi akibat terhalangnya pembuluh darah yang memasok darah untuk jantung. Pembuluh darah ini dikenal sebagai pembuluh darah koroner, dan permasalah pada pembuluh darah ini menimbulkan kelompok gangguan yang dikenal sebagai penyakit jantung koroner – yang merupakan penyebab paling umum serangan jantung.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah koroner menjadi semakin sempit dan mengurangi pasokan darah ke jantung. Penyakit jantung koroner dihubungkan dengan usia dan kondisi kesehatan yang berkepanjangan yang berdampak pada banyak orang.

Pembuluh darah koroner adalah  pembuluh-pembuluh darah seperti pipa yang sangat kecil yang memberi makanan melalui suplai darah ke jantung itu sendiri. Mereka menjadi sempit ketika bahan-bahan berlemak secara perlahan tertimbun di dalamnya dan membentuk sumbatan. Kondisi ini dapat mulai terjadi ketika Anda masih muda dan semakin memburuk memasuki usia paruh baya. Lanjutkan membaca “Serangan Jantung”

Makanan Olahan Siap Saji dan Kesehatan

Saat berpraktik tidak jarang saya bertemu dengan orang tua yang mengantarkan anak-anaknya untuk berobat, paling umum anak-anak ini terserang batuk pilek musiman atau sekadar radang saluran napas akut oleh virus atau bakteri. Pada kasus sederhana, anak-anak ini sebenarnya tidak memerlukan obat, sedikit ‘remedy‘ bisa membantu mereka.

Hanya saja pada akhir konsultasi biasanya akan ada permintaan orang tua agar dokter turut membantu melarang anak mereka agar tidak mengonsumsi makanan olahan atau makanan siap saja, karena orang tua khawatir akan kesehatan anak mereka. Tapi apakah ini tepat?

Lanjutkan membaca “Makanan Olahan Siap Saji dan Kesehatan”

Bisa Jadi Masalah Jantung

Apakah karena perubahan pola hidup kita saat ini, penderita penyakit jantung semakin bertambah jumlahnya, jika kita dengar di kiri kanan di sekitar lingkungan kita, rasa-rasanya akan ada saja yang diketahui menderita penyakit atau masalah jantung.

Walau masalah jantung bisa dihindari dengan cara-cara sederhana hidup sehat, namun sepertinya orang tidak terlalu tertarik dengan pola hidup sehat – banyak dari kita memikirkan bisa makan apa saja sudah pusing, apa lagi ingin hidup sehat. Namun demikian saya rasa kita semua sepakat bahwa hidup sehat adalah sesuatu yang esensial.

Lanjutkan membaca “Bisa Jadi Masalah Jantung”

Apa Jantung Anda Bermasalah?

Salah satu yang membuat banyak orang takut adalah penyakit jantung, tidak hanya masyarakat umum, namun tenaga kesehatan profesional pun memiliki kekhawatiran yang sama. Penyakit jantung bisa terdengar sama seramnya dengan infeksi HIV/AIDS, karena (mungkin) gambaran yang muncul dari penderitaan orang yang terkena serangan jantung dengan nyeri dada yang amat hebat. Penyakit jantung lain seperti jantung koroner juga mengerikan. Dan di Amerika sendiri, data memperlihatkan bahwa penyakit jantung masih menjadi pembunuh utama, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Lanjutkan membaca “Apa Jantung Anda Bermasalah?”

Sindrom Progeria Hutchinson-Gilford

Progeria sering dikenal sebagai penuaan yang lebih cepat pada anak-anak dan merupakan kondisi yang langka ditemui. Kondisi ini menghasilkan penuaan yang prematur pada anak yang mengidapnya, dan menjadi fatal. Progeria tidak selalu dikenali pada awalnya, karena pada masa awal kelahiran memiliki penampilan yang normal. Baru pada usia 9 hingga 24 bulan, anak yang terkena menunjukkan keterlambatan pertumbuhan yang kentara, hasilnya adalah tubuh yang pendek dan berat badan rendah.

Anak-anak penderita progeria juga menunjukkan perkembangan penampilan wajah yang berbeda, tampak wajah yang mungil dan tidak proporsional (selaras) dibandingkan besar kepala secara keseluruhan; rahang yang tidak kurang berkembang (mikrognatia); malabentuk dan tumpah tindih geligi; mata menonjol abnormal; hidung yang kecil dan kebiruan yang tersamarkan di sekitar mulut.

Lanjutkan membaca “Sindrom Progeria Hutchinson-Gilford”

Sekilas tentang Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan (congenital heart defects) adalah pelbagai permasalahan yang terdapat pada struktur jantung semenjak lahir. Kelainan-kelainan ini dapat melibatkan dinding-dinding bagian dalam jantung, katup-katup jantung, atau pembuluh-pembuluh darah yang membawa darah masuk ke jantung maupun keluar menuju tubuh. Penyakit jantung bawaan (PJB) mengubah sirkulasi darah normal di dalam jantung.

Ada banyak jenis penyakit jantung bawaan. Mulai dari kelainan sederhana yang tidak menunjukkan gejala apapun hingga bentuk rumit dengan gejala-gejala yang cukup parah, bahkan hingga mengancam jiwa.

Lanjutkan membaca “Sekilas tentang Penyakit Jantung Bawaan”

Fakta Tentang Omega-3

Apa Anda pernah mendengar tentang omega-3, salah satu yang dikatakan bentuk lemak yang “baik”. Dokter mungkin meminta anda untuk mengurangi lemak, tetapi tidak semua lemak tidak sehat. Omega-3 adalah asam lemak yang mungkin memiliki manfaat kesehatan yang luas. Penelitian menunjukkan mereka membantu menurunkan risiko penyakit jantung, pembunuh terbanyak dalam dunia kesehatan. Mereka juga dapat melindungi terhadap gejala depresi, demensia, kanker, dan artritis. Omega-3 ditemukan dalam ikan salmon, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan banyak lagi – tetapi manfaat kesehatan dapat sangat berbeda dari satu sumber yang lain.

Lanjutkan membaca “Fakta Tentang Omega-3”

Lemak Ini Buruk Untuk Jantung?

Mungkin Anda sudah pernah dengar tentang trigliserida, dan Anda juga mungkin sudah pernah mendengar bahwa kadar trigliserida dalam darah yang tinggi dapat berdampak buruk.

Tapi apa sebenarnya trigliserida ini? Mengapa dokter anda menggelengkan kepalanya jika hasil pemeriksaan kolesterol anda berkata bahwa kadar trigliserida anda tinggi? Dan apa urusan mereka dengan diabetes dan sekelompok gejala-gejala mengkhawatirkan yang disebut “sindrom metabolik”?

Apa itu trigliserida?

Katakanlah dengan sederhana, trigliserida adalah lemak. Itu dia,  mereka adalah bentuk paling banyak dari cadangan lemak tubuh kita. Jaringan lemak dibentuk dari sel-sel yang diisi dengan trigliserida.

Jadi trigliserida itu buruk kan? Hmm…, mungkin secara umum. Namun faktanya, kita tidak dapat hidup tanpa trigliserida. Dapat dikatakan mereka adalah kecanggihan tubuh manusia dalam menyimpan energi cadangan.

Hingga 100 tahun yang lalu – atau juga sebelumnya, makanan tidaklah berlimpah seperti saat ini, dan manusia lebih banyak membakar kalori dalam kegiatan fisik. Jadi sangat penting untuk memiliki kemampuan menyimpan bahan bakar secara efisien. Untuk satu gramnya, orang bisa mendapatkan energi dua kali lebih banyak dari pencadangan lemak daripada satu atau dua substansi lain (protein & gula) yang dapat kita bakar untuk dijadikan energi.

Namun kini ada banyak makanan di sekeliling kita, kita makan lebih banyak, dan kita tidak melakukan banyak aktivitas fisik sebagaimana orang-orang di era 100 tahun yang lalu atau sebelumnya. Jadi, kebanyakan dari kita, menyimpan lemak dalam jumlah yang signifikan lebih banyak daripada yang kita perlukan – dalam bentuk trigliserida.

Kerusakan dan Diabetes

Apa masalahnya memiliki kadar trigliserida yang tinggi? Jika trigliserida adalah lemak, dan lemak adalah energi, tidakkah kita hanya menumpuk atau menyimpan energi lebih banyak saja? Sayangnya, tubuh kita seringkali tidak mampu menyimpan energi ekstra itu secara efesien – dan kadang sel-sel lemak berlebih itu menarik sel-sel lain yang menyebabkan masalah pada kesehatan anda.

Untuk satu hal, sel-sel lemak cenderung menarik sel-sel peradangan. Dan sel-sel peradangan tertentu, disebut sitokin, mengganggu kemampuan tubuh untuk mengurus gula dan sebagai dampaknya menambah risiko berkembangnya diabetes.

Lemak, dalam bentuk trigliserida, juga cenderung menyusup ke jaringan lainnya, seperti hati dan otot. Ini bisa jadi awal dari jaringan-jaringan tersebut juga turut tidak bisa mengolah gula dengan baik, dan kembali pada peningkatan risiko menjadi diabetes.

Sindrom Metabolik

Trigliserida yang tinggi seringkali dihubungkan dengan sekelompok  kondisi lainnya yang bersama-sama disebut “sindrom metabolik” – sekelompok faktor-faktor risiko bagi penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Termasuk di dalamnya:

  • Obesitas, khususnya jaringan lemak berlebihan di dalam dan di sekitar abdomen/perut.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Peningkatan kadar gula darah (pre-diabetes atau disebut toleransi glukosa terganggu/impaired glucose tolerance).
  • Kadar tinggi protein-protein peradangan di dalam darah.

Trigliserida yang tinggi juga dapat berarti rendahnya kadar high-density lipoprotein (HDL) – si kolesterol baik. Dan pada waktu yang sama, trigliserida dapat membentuk sejenis “paket kombinasi” dengan low-density lipoprotein (LDL) – si kolesterol jahat, mengarah pada lebih banyak pembentukan plak dalam pembuluh arteri jantung anda dan lebih menambah risiko penyakit jantung.

Kenali Kadar Anda

Sebaiknya berapa kadar trigliserida seharusnya? Trigliserida normal berada pada kadar 150 atau di bawahnya. Jika kadarnya melebihi itu, maka dipertimbangkan sebagai suatu masalah:

  • Batas atas tinggi: 150 – 199;
  • Tinggi: 200 – 499;
  • Sangat tinggi: 500.

Apa yang bisa kita lakukan jika kadar trigliserida mencapai batas tingginya? Sebuah jawaban yang amat sederhana dan, bagi banyak orang, amatlah sangat susah: mengurangi berat badan melalui diet dan olahraga.

Jika seseorang berkurangnya 10% berat badannya dan mulai berolahraga setidaknya setengah jam, tiga atau empat kali seminggu, itu sudah bisa mengatasi setengah dari permasalahan. Walau mungkin memang ada predisposisi genetik terlibat di dalamnya, namun tetap saja berat badan berlebih menambah masalah menjadi lebih buruk lagi.

Juga mungkin ada pertanyaan, apa yang sebaiknya dikonsumsi/dimakan? Sebenarnya tidak masalah apa pun yang dimakan atau seberapa banyak pun, yang jadi masalah adalah ketika seseorang makan lebih banyak daripada yang dibakar sebagai energi.

Tapi karena kecenderungan pola konsumsi manusia, maka diet rendah lemak jenuh, kolesterol, dan karbohidrat sederhana disarankan ketika mencoba mengurangi trigliserida yang tinggi. Jika Anda tidak yakin apa yang dimaksud dengan karbohidrat sederhana, maka coba pikirkan makanan yang memiliki kesan “putih”, seperti nasih putih, roti tawar putih, kentang biasa. Makanan ini dicerna dan diubah menjadi gula dengan begitu cepatnya seperti ketika Anda minum soda.

Apa yang Anda perlukan adalah sesuatu yang perlu sedikit lebih banyak waktu untuk dicerna – yang berarti lebih banyak serat. Seperti misalnya brown rice atau di Indonesia disebut beras pecah kulit (beras yang hanya dipecah bagian gabahnya dan masih menyisakan kulit ari beras, berwarna kecoklatan, dan bukan putih bersih).

Jika kadar kolesterol dan trigliserida sangat tinggi, dokter mungkin juga meresepkan obat-obatan untuk menurunkannya. Pada level yang sangat tinggi, trigliserida bisa jadi begitu buruk di mana seseorang bisa jadi mengalami masalah-masalah kesehatan lainnya seperti pankreatitis, dan obat-obatan sangatlah bermanfaat dalam situasi seperti ini.

Guna mencegah diabetes dan sindrom metabolik, maka kontrol asupan kalori sangat diharapkan. Sebaiknya memang kita tidak mengonsumsi sumber kalori lebih banyak daripada yang akan kita bakar untuk aktivitas sehari-hari.

Diadaptasi dari “The Trouble with Triglycerides

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa