Pertanyaan-Pertanyaan Penapisan Kecurigaan Kasus COVID-19

Seluruh fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan saat ini melakukan penapisan (screening) awal untuk kemungkinan temuan kasus atau kecurigaan kasus COVID-19 sebelum melakukan pemeriksaan kepada pasien. Hal ini penting, karena jangan sampai pasien (yang berpotensi) terinfeksi SARS-CoV-2 lolos dan dilayani oleh petugas yang tidak menyiapkan diri untuk kewaspadaan kontak/droplet, yang pada gilirannya menyebabkan petugas kesehatan tersebut berisiko lebih tinggi terpapar COVID-19.

WHO menyusun sebuah daftar pertanyaan sederhana yang kini banyak diterapkan atau dimodifikasi untuk keperluan penapisan awal ini. Ada beberapa pertanyaan inti yang bisa menjadi saring efektif bagi penemuan kasus yang berpotensi COVID-19.

Pertanyaan apa saja yang ditanyakan petugas kesehatan saat melakukan screening awal pada pasien? Lanjutkan membaca “Pertanyaan-Pertanyaan Penapisan Kecurigaan Kasus COVID-19”

Buku Praktis COVID-19

Gadjah Mada University Press telah menerbitkan Buku Praktis Penyakit Virus Korona 19 (COVID-19) yang disusun oleh Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K) dan sejumlah sejawat lain yang turut membantu.

Buku ini ditujukan bagi masyarakat kesehatan dan masyarakat awam yang berisi rujukan dan penjelasan seputar wabah virus korona yang terjadi saat ini di sekitar kita. Buku ini sangat baik dibaca oleh semua kalangan, karena berisi penjelasan yang mudah dipahami oleh masyarakat secara umumnya.

Pemahaman mengenai virus korona dan dampak kesehatannya diharapkan memberi kesadaran tambahan bagi masyarakat dalam upaya turut serta mengatasi wabah yang terjadi, serta tidak jatuh atau berlarut dalam kepanikan.

syringe and pills on blue background

Photo by Miguel u00c1. Padriu00f1u00e1n on Pexels.com

Lanjutkan membaca “Buku Praktis COVID-19”

Tanda, Gejala dan Pemeriksaan COVID-19

Manifestasi Klinis

COVID-19 memiliki masa inkubasi 1-14 hari, kebanyakan berjarak antara 3 hingga 7 hari. Gejala yang paling umum pada pasien kondisi ringan hingga sedang adalah demam, lelah, dan batuk kering, diikuti oleh gejala lainnya termasuk nyeri kepala, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, nyeri otot, dan nyeri sendi. Sejumlah kecil pasien memiliki gejala saluran cerna, seperti mual, muntah, dan diare, terutama pada anak-anak.

Pada sebuah penelitian dengan 1099 pasien COVID-19, 43,8% kasus menunjukkan demam pada saat onset (dimulainya) sakit dan persentase meningkat hingga 88,7% pasca rawat inap. Perlu dicatat bahwa demam dapat tidak muncul pada pasien lansia atau mereka yang memiliki kondisi penurunan daya tahan tubuh (immunocompromised).

Sebagian pasien dapat menunjukkan perburukkan kondisi berupa sesak napas, umumnya pada minggu sakit kedua, dan dapat dibarengi atau memburuk menjadi hipoksemia (kekurangan oksigen dalam peredaran darah). Lanjutkan membaca “Tanda, Gejala dan Pemeriksaan COVID-19”

Masker dan Coronavirus

Salah satu fenomena yang muncul dari wabah Wuhan Coronavirus atau COVID-19 adalah berkurangnya stok masker di pasar. Kabar mengenai harga masker melonjak tinggi dapat kita saksikan melalui pelbagai media massa dan sosial. Masyarakat mencari masker untuk melindungi diri dari ancaman wabah coronavirus.

Pertanyaannya, seberapa banyak masker dapat membantu mencegah wabah? Ataukah justru masker meningkatkan risiko penyebaran wabah?

Lanjutkan membaca “Masker dan Coronavirus”

Perlindungan Dasar terhadap Infeksi Coronavirus

Pagi ini, kabar bahwa kasus konfirmasi positif COVID-19 atau Wuhan Coronavirus pertama di Indonesia diberitakan. Dua kasus positif yang ditemukan di Depok menjadi percakapan hangat di antara tenaga klinis di tempat saya berpraktik.

COVID-19 merupakan ancaman kesehatan global dan masyarakat selayaknya tahu bagaimana melindungi diri dari ancaman ini. Pengetahuan ini penting bagi masyarakat untuk benar-benar bisa dipraktikkan guna melindungi diri dan masyarakat, serta menghindari kepanikan. Lanjutkan membaca “Perlindungan Dasar terhadap Infeksi Coronavirus”

Pertimbangan Menggunakan Masker N95

Semenjak merebaknya kekhawatiran mengenai penyebaran virus corona dari Wuhan. Dan juga semenjak ditetapkannya PHEIC (status kedaruratan kesehatan masyarakat secara global) oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), banyak masyarakat berbondong-bondong membeli masker untuk menghindari kemungkinan tertular infeksi.

Memang belum banyak yang diketahui masyakat mengenai coronavirus dan pencegahannya, ditambah lagi munculnya berbagai kabar palsu (hoax) terkait situasi terkini.

Per-tulisan ini dibuat, data global 2019-nCov oleh John Hopkins CSSE menunjukkan telah ada 14.559 kasus positif di seluruh dunia, dengan korban meninggal 305 jiwa, dan sembuh/pulih dari sakit 340 orang. Lanjutkan membaca “Pertimbangan Menggunakan Masker N95”

Cacar Monyet – Selayang Pandang

Bulan Mei yang lalu, terjadi kasus impor infeksi virus monkeypox di Singapura1, kasus yang terjadi di luar daerah endemis penyakit ini, dan cukup mengambil perhatian banyak orang termasuk di Indonesia. WHO pun telah menerima laporan tersebut, dan memberikan masukan, serta tidak memberikan rekomendasi larangan perjalanan2.

Monkeypox sempat mengkhawatirkan, dan sempat menimbulkan kerisuhan akibat sejumlah berita bohong (hoaks) yang beredar. Pun demikian, Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah menepis isu tentang monkeypox tersebut3, dan tetap meminta Dinas Kesehatan serta UPT untuk bersiaga4.

Ilustrasi Infeksi Monkeypox. Sumber gambar: independent.co.uk.

Lanjutkan membaca “Cacar Monyet – Selayang Pandang”

Tata Laksana Lepra

Lepra adalah penyakit menular, menahun dan disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang bersifat intraselular obligat. Penularan kemungkinan terjadi melalui saluran pernapasan atas dan kontak kulit pasien lebih dari 1 bulan terus menerus. Masa inkubasi rata-rata 2,5 tahun, namun dapat juga bertahun-tahun.

No. ICPC II : A78 Infectious disease other/NOS
No. ICD X : A30 Leprosy [Hansen disease]


Lanjutkan membaca “Tata Laksana Lepra”

Hari Nyamuk Sedunia 2017

Setiap tanggal 20 Agustus, kita akan diingatkan dengan Hari Nyamuk Sedunia – tentu saja mungkin tidak semua orang akan ingat. Apalagi di bulan-bulan Agustus sebelum musim penghujan tiba, jumlah kasus demam berdarah dan penyakit lain dengan vektor nyamuk sedang menurun rendah. Namun bukan berarti kita berhenti waspada.

Sejak 112 tahun yang lalu, ketika Ronald Ross dari Inggris pertama kali menemukan bahwa malaria terkait dengan gigitan nyamuk betina, dunia kesehatan menemukan sebuah fakta besar tentang salah satu penyakit yang menyebabkan banyak kematian dan bagaimana membuat pencegahannya.

Lanjutkan membaca “Hari Nyamuk Sedunia 2017”