Pokémon GO -Antara Imajinasi dan Realita

Apakah Anda sudah bermain Pokémon GO? Aplikasi ini tersedia di Play Store milik Android, dan juga Apple Store di iOS. Sayangnya, ketika saya mencoba mencari di ponsel Android, aplikasi ini belum tersedia (dikatakan perangkat tidak sesuai jika diakses melalui web). Ternyata permainan Pokémon GO belum tersedia di Indonesia secara resmi. Wah, sayang ya.

Padahal iklannya dari setahun yang lalu, aplikasi ini sudah banyak yang menunggu-nunggu. Bagaimana tidak, iklannya sangat menarik menggabungkan antara imajinasi dan kenyataan yang dalam bahasa kerennya disebut virtualitas.

Lanjutkan membaca “Pokémon GO -Antara Imajinasi dan Realita”

Wingspan – openSUSE Linux untuk Si Kecil

Apakah di rumah Anda ada anak kecil berusia 4 hingga 12 tahun? Anda mungkin ingin mengenalkan si buah hati pada komputer (ingat, bukan mengajari lho). Dan Anda mungkin tidak akan ingin menghabiskan beberapa juta hingga belasan juta rupiah untuk komputer dan peranti lunak (software) asli yang berisi sejumlah permainan dan program pendidikan bagi si kecil.

Kini ada Wingspan Project, sebuah distribusi Linux yang berbasis openSUSE 12.1 32-bit x86 yang siap membantu Anda untuk isu ini. Dipublikasikan dan dipaketkan oleh Sam Tornton melalui SUSE Galery, sistem operasi terbuka ini memberikan suguhan aplikasi pendidikan dan permainan populer dari Linux untuk anak-anak yang mulai mengenal dunianya, dan tertarik belajar hal-hal baru. Lanjutkan membaca “Wingspan – openSUSE Linux untuk Si Kecil”

Ubuntu dan EA Games Berjabat Tangan

Tampaknya perkembangan Ubuntu sebagai distro Linux yang eksklusif semakin tidak terbendung. Selain menargetkan pasar komputer pribadi (PC) 5% di tahun mendatang, Ubuntu juga mulai menyediakan hiburan yang lebih lengkap melalui televisi daring – dan kini menggandeng EA Games, salah satu produsen permainan video terbesar bagi PC dan konsol permainan lainnya.

EA Games meletakkan dua permainan video gratis sebagai awal kerja sama ini dengan Ubuntu yang bisa diakses di Ubuntu Software Center untuk memasangnya dan memainkannya di Ubuntu. Lanjutkan membaca “Ubuntu dan EA Games Berjabat Tangan”

Aksi Kura-Kura Ninja dalam Peramban

Saat membaca tulisan Mas Rangga tentang “Kura-Kura Ninja 2012“, saya jadi asyik membuka situs Nickelodeon, namun sayangnya, saya tidak menemukan film yang dimaksud, mungkin hanya baru sekadar wacana. Bahkan Avatar: Legend of Korra saja belum jadi dirilis karena penambahan episode.

Namun saya menemukan permainan produksi Nick yang berjudul “TMNT DA”, dan versi promosinya bisa dicicipi via peramban. Saya pun mencobanya melalui peramban Opera saya, dan lumayan juga – mengingatkan saya pada permainan Nitendo era dulu.

Lanjutkan membaca “Aksi Kura-Kura Ninja dalam Peramban”

Berstrategi di Unknown Horizons

Melalui openSUSE Asparagus, saya mencoba sebuah permainan strategi kecil bernama “Unknown Horizons” yang sepertinya cukup menarik. Ini mengingatkan saya pada “Age of Empire” atau “Settler” pada tahun-tahun yang silam, konsepnya sederhana dan terus berkembang. Bagusnya lagi dikembangkan dengan free software, sehingga semua bisa menggunakannya dan juga ikut serta mengembangkannya.

Permainan ini berlatar era penjelajahan, di mana sekelompok pelaut menemukan pulau baru di dunia baru, dan mulai membangun kehidupannya di sana. Sedikit banyak mengingatkan saya pada pelajaran sejarah di bangku sekolah. Kompleksitasnya juga menarik, karena pemain harus cerdas dalam menyeimbangkan antara pemenuhan kebutuhan warga dan penarikan pajak.

Lanjutkan membaca “Berstrategi di Unknown Horizons”

Permainan di GooglePlus

Tidak ada jejaring sosial tanpa permainan (games), mungkin itulah salah satu sisi jual sebuah jejaring sosial. Sebagaimana pendahulunya Friendster dan Facebook yang menjadi tren di Indonesia, kini Google+ pun menghadirkan pelbagai pilihan permainan pada jejaring sosialnya.

Saya sudah mendengar berita ini beberapa hari yang lalu, namun ketika pertama kali saya mencoba mengakses saat itu, permainan ini belum tersedia, sepertinya memang belum masuk ke Indonesia, dan memang masih dalam tahap pengenalan (uji coba). Seperti Google+ pun entah sampai kapan berada dalam tahap uji coba.

Lanjutkan membaca “Permainan di GooglePlus”

Kartu GSM Kedaluarsa

Semalam saat saya sedang menggunakan ponsel saya, tiba-tiba saja sinyalnya hilang. Saya pikir karena memang sedang ada gangguan, tapi ternyata hingga tadi siang, baris sinyal di layar ponsel saya tidak juga kunjung pulih. Karena kondisi ponsel saya cukup baik, saya tidak yakin kerusakannya ada di ponsel.

Setelah saya periksan silang dengan kartu dan ponsel tetangga saya, rupanya yang bermasalah adalah kartunya. Kartu saya tidak lagi dapat menerima sinyal penyedia jaringannya.

Ah, entah karena kebetulan atau tidak. Saya dulu membeli dan menggunakan kartu itu untuk sesuatu yang istimewa. Itu dalam sebuah janji yang saya buat dengan Tuhan, seperti sebuah permainan, dan tepat sehari sebelumnya, permainan itu berakhir. Walau saya tidak menyadarinya, namun permainan itu terasa berakhir setelah beberapa tahun, seiring dengan pulihnya kesehatan saya.

Ha ha…, Dia pasti senang karena menang taruhan, tapi rasanya Dia terlalu serius kalau sampai membuat nomor ponsel saya kedaluarsa juga.

Saya telah memenuhi janji saya, saya telah menjaganya dengan baik dengan segenap hati saya. Tidak ada satu pun yang saya sesalkan, namun waktunya memang harus berakhir, kini saya kembalikan pada-Mu dengan segenap hati juga.”

Hmm…, permainan Ilahi itu menyenangkan, saya masih ingat saat bertaruh dengan-Nya. Sore itu ketika semua awan melintas di melewati pucuk pepohonan di hadapanku, ada sebuah awan berukuran sedang yang beriringan paling belakang, tampaknya dia yang terakhir akan melewati pucuk pohon itu. Saya berkata, “Jika si bodoh itu tidak bisa melewati pucuk pohon (merujuk pada awan), aku akan menjaganya, tidak ada pertanyaan lagi.” Tidak mungkin awan berputar, apalagi angin dan langit cukup tenang, dan rasanya pasti awan itu akan lewat. Tapi ternyata, sesaat sebelum menyentuh batas pandang saya, ia lenyap menyatu bersama udara, ia tidak berbelok, tapi ia hilang tak pernah melewati pucuk pohon itu. Dalam hati saya tersenyum jengkel, “Sial…., serius sekali kali ini, tapi rasanya Engkau terlalu memaksakannya.”

Dan akhirnya saya tahu, mau tidak mau, saya akan masuk ke dalam dunia yang berbeda itu. Sesuatu yang sungguh-sungguh dimulai.

Ah…, permainan kehidupan itu sudah berakhir sekarang. Jadi nomor ponsel itu yang salah satu dari bagiannya juga sudah selesai fungsinya, tapi masa ya ikutan kedaluarsa, tidak lucu sama sekali.

Sebaiknya saya segara aktifkan kembali nomor tersebut, sebelum orang rumah pada marah dan mereka tidak akan suka jika saya ganti nomor lagi. Tapi saya harap bukan untuk permainan lagi, karena saya terlalu sibuk dengan keegoisan saya saat ini. Jika Dia masih cukup banyak waktu luang, satu setengah atau dua tahun lagi, mari kita adakan permainan baru.

Dance with life, play with life, joy with life, then you’ll never get bored with abundant of universal love everywhere above this earth.

Tikungan Layang-Layang

Saat melewati gang-gang kecil di sekitaran dusun dengan sepeda motor tua saya, kadang saya jumpai beberapa anak yang asyik dengan gulungan benang dan layang-layangnya. Beberapa sedang berusaha menerbangkan layang-layangnya, beberapa lagi tenggelam bersama angin menerbangkan benda kecil itu meliak-liuk di udara.

Saya suka bermain layang-layang saat kecil, namun kali ini ada yang berbeda. Mereka tidak bermain di lapangan luas, namun di gang-gang kecil yang walau tak sempit namun tak bisa membuat kaki kecil mereka berlari bebas sebebas di tanah lapang. Mereka tak menerbangkan layang-layang di langit bebas, namun masih harus beradu cerdik guna menghindari kabel-kabel listrik yang bergantungan.

Lanjutkan membaca “Tikungan Layang-Layang”