Padamnya BlackBerry Messenger edisi Konsumen

Sebenarnya hanya menunggu waktu, tapi pada akhirnya pemegang linsensi layanan BBM, yaitu EMTEK memutuskan menutup layanan BlackBerry Messenger per akhri Mei 2019. Sebelumnya, telah banyak orang yang tidak lagi menggunakan BBM sebagai media perpesanan, bahkan tidak mengaktifkannya kembali ketika mereka mengganti telepon cerdas mereka.

Saya sampai saat ini masih mengaktifkan BBM sebagai media komunikasi, walau pun kadang hanya ada satu percakapan setiap tiga bulan. Ini memang menyedihkan, tapi sebagai pemegang perangkat klasik BlackBerry Passport SE, saya cukup senang dengan keberadaan BBM. Continue reading →

Iklan

Pesan Terabaikan di Messenger

Facebook memiliki alat perpesanan populer yang dikenal sebagai Messenger. Saya karena tidak pernah menggunakan perpesanan di Facebook, bahkan ketika Messenger belum lahir, mencoba memasang Messenger di Windows 10 dan melihat pesan yang masuk. Hasilnya sungguh mengagetkan, saya memiliki banyak sekali pesan – ada yang sejak tahun 2010, tidak pernah saya baca – saya bahkan tidak tahu pesan itu ada.

Capture

Jadi saya bertanya-tanya, pesan sebanyak ini, kok bisa saya tidak tahu? Continue reading →

Melepas BlackBerry Messenger

Salah satu aplikasi perpesanan yang cukup lama menemani saya adalah BlackBerry Messenger, sejak era berjayanya ponsel BlackBerry oleh RIM (kala itu). Saya sudah tidak terlalu menggunakan lagi aplikasi perpesanan ini, apalagi versi Android memiliki jumlah iklan yang cukup membuat saya tidak nyaman.

Sehingga akhirnya saya memutuskan untuk melepas aplikasi perpesanan ini. Bukan bermakna BlackBerry Messenger (BBM) adalah aplikasi yang buruk, namun karena penggunaannya sudah tidak saya butuhkan lagi, atau tidak mengikat untuk selalu saya gunakan.

Continue reading →

WhatsApp di Desktop ala Whatsie

Whatsie sebenarnya bukan aplikasi baru lagi, dan banyak digunakan oleh pengguna WhatsApp sebagai klien dekstop untuk WhatsApp Web. Saya menginginkan versi desktop app yang terpisah dengan aplikasi lain (misal bukan ekstensi Chrome). Pada Windows, WhatsApp sudah memiliki aplikasi desktop asli tersendiri yang saya pasang.

Aplikasi Whatsie (yang katanya masih dalam versi beta) ternyata cukup nyaman digunakan pada Desktop.

Continue reading →

Memasang Telegram Desktop pada Antergos

Aplikasi Telegram bisa dikatakan salah satu substitusi bagi aplikasi WhatsApp untuk berkirim pesan singkat, hanya saja Telegram tidak memungut biaya sementara ini. Telegram bisa digunakan multiplatform, seperti ponsel (BlackBerry, Windows Phone, iOS, Android) atau Desktop (Windows, Mac OS, Linux). Kali ini saya mencoba memasang Telegram pada Desktop Gnome 3.14 dari Antergos. Continue reading →

Aplikasi LINE pada Windows 8

Kita semua tahu LINE, karena iklannya sering muncul di layar televisi, salah satu layanan perpesanan/obrolan yang cukup populer sebagai alternatif dari layanan premium seperti BlackBerry Messenger (BBM) atau WhatsApp. Bedanya LINE disediakan dengan gratis, tidak berbayar, tapi tentunya di sisi lain, pengguna membayarnya dengan menyaksikan iklan pada saat mereka menggunakan layanan ini. Ketika saya membuka Windows Market (Bursa Windows) pada Windows 8, saya menumkan rekomendasi aplikasi LINE memiliki tempat yang besar sendiri sebagai aplikasi yang populer. Aplikasi ini tidak dipasang secara terpisah, sehingga mirip Apple Store dan Google Play. Continue reading →

Live Messenger ke Skype

Akhirnya berakhir sudah masa penggunaan perpesanan instan Live Messenger yang dulunya menggunakan akun dari Microsoft, seperti Hotmail, MSN dan tentu saja Live. Sekarang migrasi sudah dilakukan ke Skype yang telah dimiliki oleh Microsoft. Saya pun menggabungkan akun Microsoft saya dengan Skype (yang awalnya menggunakan Gmail).

Skype saya biasanya justru aktif saat menggunakan Linux dibandingkan saat menggunakan Windows, alasannya sederhana, kualitas suaranya lebih jernih lewat Linux. Mengapa demikian? Saya sendiri tidak bisa menjelaskan. Continue reading →