Jadi Plurker lagi di Android

Ternyata aplikasi Plurk resmi di Android sudah ada, padahal beberapa bulan yang lalu cuma ada aplikasi yang dibuat oleh pihak ketiga. Wah, sudah lama sekali saya tidak melihat Plurk, dan tampilan aplikasinya mirip Path; hanya saja saya sudah menghapus Path karena terlalu berat dan memakan banyak pita Internet.

Sebelum punya Twitter, saya suka pakai Plurk; walau pun tidak tampak terlalu profesional, tapi saya nyaman menggunakannya. Tak terasa saat membuka kembali aplikasi tersebut di Android, saya melihat interaksi terakhir saya dua tahun yang lalu; itu pun pastinya sudah kedaluwarsa. Continue reading →

Iklan

Sinkronisasi Plurk dan Twitter lagi kacau

Entah apa yang sedang mendera dua jejaring sosial ini, tapi sinkronisasi antara twitter dan plurk sedang kacau berat. Saya lebih suka menggunakan plurk yang terhubung dengan akun twitter. Continue reading →

Plurk is My Sanctuary

As one of the most popular microblog engine today, Plurk has been a sanctuary-like space for me. Of course there are not only Plurk outside there. There are some reasons I love using Plurk on social network.

First it has a unique timeline, that no others microblog engine even look nicer that plurk’s. Obviously this timeline gives a lot of burden to network access, including they who live with dial-up internet access. But the mobile page was so simple and friendly use. Both styles give a nice user experiences – IMHO.

Secondly, the privacy setting become more flexible than other engine. Even we can look down the privacy just for friends, but the unlocked account still has some private space for personal conversation without affecting the public timeline. We don’t need the whole world know our conversation – but we don’t hide.

And the last is about the simple navigation of plurk, we can easily found which conversation already replied/responded, which one got new comment, etc. Simple, yet very fast to find them all at once – especially when you got in the mobile edition.

Have interest in Plurk? Get Plurk using my invitation. Or just find me on Plurk by my name or my email 🙂

Antara Chromed Bird dan Plurkium

Pengguna jejaring sosial twitter dan plurk sudah pasti selalu mencari aplikasi klien yang sesuai untuk keperluannya. Karena keduanya adalah jenis microblogging, pemanfaatannya juga lebih umum dibandingkan sebuah blog standar seperti yang sedang Anda baca saat ini.

Sayangnya kita tidak membahas keunggulan antara kedua jejaring sosial ini, karena bagi saya, dua-duanya memiliki struktur pengembangan yang unik dan berbeda sama sekali. Timeline twitter yang sederhana misalnya membuat orang bisa dengan mudah menggunakannya, sementara timeline plurk memiliki keunikan tersendiri yang memberikan gairah dan analogi serta privasi yang terangkai dengan apik dalam setiap percakapan yang berlangsung di dalamnya. Di satu sisi twitter tidak benar-benar bisa menutup diri dari publik, sementara sangkar si plurk menutup ini dengan kerangka diskusi yang bisa ditahan di dalam privasi yang kuat.

Tidak seperti twitter, plurk tidak memiliki banyak klien, jika pun ada maka itu berbasis Adobe AIR yang sangat sederhana – tidak mungkin dibandingkan dengan klien twitter seperti TweetDeck ataupun Seesmic. Tapi karena klien berbasis AIR biasanya lumayan menyita sumber daya komputer, maka saya rasa layak mempertimbangkan klien yang berbasis peramban.

Pengguna Mozilla Firefox mungkin sudah pada familiar dengan aplikasi pengaya (plugin) seperti Yoono dan Echofon yang merupakan klien twitter terbanyak yang digunakan via peramban berbasis Gecko yang satu ini.

Bagaimana dengan pengguna Google Chrome? Apa pilihan klien untuk twitter dan plurk?

Saya sendiri untuk Twitter saya memilih menggunakan Chromed Bird, klien twitter yang dirancang.

Chromed Bird – sebagaimana pratampil di atas – tampak ringan dan sederhana, sebuah pengaya khusus untuk mesin Chromium dan merupakan peranti lunak terbuka, artinya Anda dapat ikut mengembangkannya jika berminat. Sangat mudah digunakan. Didesain untuk penggunaan akun tunggal (bukan banyak akun sekaligus), sehingga pas untuk keperluan personal.

Sementara pengguna plurk dapat menggunakan pengaya Plurkium, walau tidak tampil seapik Chromed Bird namun Plurkium memenuhi unsur kebergunaan, karena merupakan bentuk kecil dari aplikasi mobile plurk, jadi jika pernah menggunakan mobile plurk maka tampilannya tidak akan jauh berbeda, atau jika Anda pernah mencoba Plurkit atau Plurk AIR sebagaimana yang saya tulis pada “Plurk Client – OpenSUSE 11.2” maka ini pun tidak jauh berbeda. Berikut adalah pratampilnya.

Saya suka plurk dengan emotikonnya yang unik dan menarik, itu membuat micro-blogsphere lebih berwarna, walau tentunya beberapa klien twitter seperti Choqok memiliki kemampuan yang serupa, biasanya twitter tidak memiliki emotikon.

Jika tertarik silakan melihat di bagian koleksi pengaya Chromium.

Publikasi Update Blog Otomatis ke Plurk

Apakah Anda pengguna Plurk yang juga mengelola blog? Ingin memberitahukan pembaharuan blog secara otomatis ke mesin microblogging Plurk? Berikut adalah cara singkat dan cepatnya.

  • Pasang pengaya WordPlurk Improved oleh Gary Jones dkk di mesin blog wordpress anda.
  • Aktifkan pengaya/plugin tersebut.
  • Masuk ke halaman plugin setting:
  • Isi username di Plurk (wajib).
  • Isi password di Plurk (wajib).
  • Isi API key di Plurk (wajib, lihat poin selanjutnya).
  • Setel bagaimana format publikasinya menurut Anda (termasuk bahasa) atau biarkan seperti default saja.
  • Simpan pengaturan.

Continue reading →

Plurk Client – OpenSuSE 11.2

Sebagaimana diketahui banyak orang, Plurk adalah salah satu layanan microblogging yang cukup banyak digunakan dan digemari – walau mirip dengan saingannya yaitu Twitter, Plurk memiliki keunikannya sendiri. Sedemikian hingga Plurk memiliki banyak pengguna yang loyal. Hanya saja bedanya, Twitter lebih terkenal dibandingkan dengan layanan Plurk – mungkin karena kesederhanaannya – Twitter menjadi lebih mudah digunakan, apalagi Twitter memiliki banyak aplikasi klien baik di Windows maupun di Linux.

Continue reading →