Menggunakan VPN saat Langkah Penting

Internet adalah tempat yang rawan, termasuk rawan dalam pencurian data, penipuan dan peretasan dalam bentuk lainnya. Atau kita ingin menyembunyikan aktivitas kita dari pihak-pihak ketiga yang suka berburu data atau preferensi pribadi kita?

VPN adalah solusi untuk menyembunyikan diri Anda, atau lebih tepatnya melakukan kamuflase maya. Saya biasanya memanfaatkan VPN saat melakukan hal-hal yang penting di Internet, misalnya transaksi perbankan atau melalukan penggantian kata sandi.

Capture Continue reading →

Iklan

WhatsApp dan Sebuah Kisah Privasi yang Tercuri

Ketika ada pesan berantai untuk segera mengubah setelah privasi WhatsApp, maka saya tahu bahwa sudah muncul drama yang terlalu berlebihan. Privasi adalah hal yang unik di dunia maya dan jejaring sosial.

Satu-satunya aplikasi perpesanan di dunia yang masih menghargai privasi adalah surat yang Anda tulis sendiri dengan tersandi, dan dikirim secara manual melalui pos. Selain dari itu, sangat sulit menemukan privasi di dunia modern ini, siapa yang sedang mengintip kita?

Continue reading →

Bijak dengan Aplikasi Berbagi Foto di Rumah Sakit

Beberapa hari yang lalu saya menemukan ada aplikasi khusus untuk berbagi foto di seputar lingkungan rumah sakit yang kita kunjungi. Namanya Hospital Pix, sepertinya keren dan bisa menjadi media promosi bagi pemilik rumah sakit, namun tetap harus bijak menggunakannya. Mengambil gambar di rumah sakit bisa jadi bukan hal yang bijak sepenuhnya, terutama jika menyangkut isu privasi. Continue reading →

Bagaimana Google Melindungi Privasi Pengguna

Anda mungkin mengunggah banyak data pribadi ke dunia maya, misalnya ke layanan Google seperti lewat surat elektronik Gmail, video YouTube, jejaring sosial GooglePlus, atau album daring Picasa. Beberapa orang mungkin tidak peduli data itu mau terbuka atau tidak untuk publik, beberapa akan sangat berharap itu menjadi privasi mereka – karena bagaimana pun dunia maya bisa menjadi rumah kedua para pengguna; Anda tidak ingin rumah kedua Anda diobrak-abrik kan privasinya? Continue reading →

Melindungi Privasi di Internet dengan “Do Not Track”

Setiap kali kita mengakses Internet, akan selalu ada upaya-upaya pelacakan terhadap apa yang kita lakukan, kita lihat dan kita kerjakan di Internet – karena memang seperti itulah dunia maya bekerja. Kemarin (dan masih) sempat santer masalah pelacakan yang dilakukan oleh badan intelegensi Amerika – NSA, terhadap para pengguna Internet, dan menimbulkan banyak protes di mana-mana.

Sejak beberapa tahun yang lalu sudah diusulkan adanya penggalan DNT, Do Not Track, pada standardisasi web; sehingga pengguna Internet dapat mengamankan privasi mereka sedari awal. Hanya hal ini belum terwujud sepenuhnya.

Do Not Track is a technology and policy proposal that enables users to opt out of tracking by websites they do not visit, including analytics services, advertising networks, and social platforms. At present few of these third parties offer a reliable tracking opt out, and tools for blocking them are neither user-friendly nor comprehensive. Much like the popular Do Not Call registry, Do Not Track provides users with a single, simple, persistent choice to opt out of third-party web tracking.donottrack.us

Singkat cerita, jika DNT diaktifkan, maka pihak ketiga (seperti layanan analitik, pengiklan, jejaring sosial) yang mengintip biasanya mengintip kunjungan kita ke halaman situs web tertentu tidak akan mendapatkan rekam jejak kita.

Continue reading →

Browser Cleanup dari avast!

Setiap produk avast! antivirus dari versi gratis hingga berbayar memiliki fitur yang namanya “browser cleanup“. Fungsinya sangat sederhana, yaitu membersihkan bilah alat dan pengaya yang tidak diinginkan pada peramban; dalam bahasa kerennya “unwanted toolbar and add-on on browser“. Seperti misalnya peramban kesayangan Anda, Mozilla Firefox atau Google Chrome yang Anda gunakan dipenuhi dengan toolbar hingga pemandangan sesak, maka fitur ini bisa membantu Anda membersihkannya. Continue reading →

Mengembalikan Alamat Surel Asli pada Halaman Info Facebook

Beberapa waktu lalu, Facebook secara sepihak mengubah alamat email yang ditampilkan pada halaman info pemilik akun menjadi alamat email berdomain facebook.com, saya dengar ini disebabkan adanya kebijakan penyeragaman di Facebook. Sebenarnya ini adalah isu lawas, meskipun banyak yang protes karena menganggap Facebook melanggar privasi, namun sepertinya kebijakan ini tidak berubah.

Pada awalnya saya tidak terlalu peduli, namun hanya sedikit penasaran karena tidak jelas bagaimana sistem surel/email ini bekerja. Saya mendengar ada beberapa orang yang tidak pernah mendapatkan surel yang dikirimkan padanya melalui alamat surel yang disediakan oleh Facebook. Sehingga saya pun mencobanya beberapa waktu yang lalu. Continue reading →