Letter

It is not a mere words that I wish, that I hope when it reaches you, it is my soul - unbounded by wind, sea, and sky. It is not just alphabetic conceptions that delivered to your small hands, it is my heart - unlocked by the earth and all the trees those never bow … Lanjutkan membaca Letter

Di Pucuk Kesendirian

Ada kesunyian mencakup nan mendekap erat sayap-sayap kecilnya, angin pun enggan menunjuk cakrawala yang telah ia benamkan dalam mimpi-mimpi tak terungkapkan. Aku mendengar rayuan sunyi mengantarkan buluh-buluh kehidupan yang telah menua di antara ranting-rantingnya, sebuah gita yang tertawan oleh canda di balik kemesraan yang sirna. Kini, adakah kesendirian meruam sunyi di antara kelembutan sayap-sayap mungilnya? … Lanjutkan membaca Di Pucuk Kesendirian

Menggurat Angan di Titian Senja

Duduk termenung di bawah atap ilalang tua, aku pun mulai melaju anganku menembus helaian udara yang sudah lama tak kasat mata itu. Seakan berpacu dengan sinar senja, sayangnya laju anganku bukan tandingannya.Mengapa angin tak lagi menyentuh kelusuhan di atas dedaunan yang tua, dan bersembunyi di antara yang masih menunjukkan kemudaan dan keperkasaannya, untuk berdamping dengan … Lanjutkan membaca Menggurat Angan di Titian Senja

Percakapan Si Bodoh (bag. II)

Pertama-tama ini tidak berhubungan dengan episode “Percakapan Si Bodoh – Bagian Pertama”, namun jika Anda tertarik untuk menghubungkannya, saya rasa saya tidak dapat melarangnya. Karena mungkin ada beberapa kisah orang bodoh di blog ini, dan tidak semuanya saling berhubungan. Namun jika Anda percaya setiap insan di dunia saling terhubungkan dalam arti tertentu, tentu saja itu … Lanjutkan membaca Percakapan Si Bodoh (bag. II)

Sang Permulaan

Mungkin inilah kisah yang mendahului semua tulisan terbaruku setelah masa-masaku meninggalkan dunia sastra yang umum diperbincangkan, seakan mencari sebuah Solitudine fortezza yang kini menjadi bagian dari sebuah asimilasi bentuk yang sama sekali baru dalam ke bentuk sastraku. Ini sepenggal kisah antara yang menjadi yang awal…, Pemikiran awal … Terkadang aku menemukan banyak hal yang sulit … Lanjutkan membaca Sang Permulaan

Pintu Sebuah Rumpun

Saya berdiri menatap sesuatu yang mulai pudar di kejauhan sana, dengan perlahan bayang-bayang semakin memanjang menyelimuti daratan yang adalah persawahan sederhana dengan batang-batang pada yang telah cukup berusia. Beraneka burung senja dalam kawanannya kembali ke pucuk-pucuk tertinggi di mana kehangatan angin masih mampu mengangkat sayap-sayap mereka, celoteh-celoteh dalam bahasa yang tak termuat dalam logika. Tepat … Lanjutkan membaca Pintu Sebuah Rumpun