Tuberkulosis dan Masyarakat

Bagian yang paling sulit dari eradikasi tuberkulosis di Indonesia mungkin adalah pola hidup masyarakat kita, serta kecerdasan dan kesadaran yang masih kurang, serta kepekaan yang belum terasah akan isu-isu kesehatan. Paradigma lama masih melekat jika saya boleh melihat secara sekilas, masyarakat kita masih jauh dari mengenali kesehatan dirinya sendiri dan lingkungan pada umumnya.

Masyarakat daerah perkotaan yang mendapatkan akses pendidikan dan promosi kesehatan yang lebih baik, mungkin lebih sedikit penyakit menular tropis seperti tuberkuluosis (TB) yang muncul; tapi masyarakat pedesaan akan menjadi sasaran yang lebih rentan sebagai tempat hinggapnya penyakit-penyakit ini. Continue reading →

Iklan

Filariasis – Si Kaki Gajah

Kita semua mungkin sudah pernah mendengar tentang penyakit yang satu ini, penyakit kaki gajah. Dikenal sebagai filariasis atau elephantiasis secara umum, karena sebagian besar penderita muncul dengan keluhan kaki yang membesar (biasanya sebelah) dengan adanya penebalan permukaan kulit layaknya kaki gajah.

Filariasis limfatikus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing-cacing filiaria Wuchereria bancrofti, Brugia malayi atau B. timori. Manusia dapat terinfeksi cacing-cacing ini melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dan masuk ke tubuh untuk kemudian berkembang menjadi cacing dewasa di pembuluh-pembuluh limfatika. Hal ini menyebabkan penyumbatan pembuluh limfe yang menghasilkan pembengkakan pembuluh limfe (limfoedema). Continue reading →

Kebermaknaan Pendidikan Kesehatan

Salah satu permasalahan yang cukup dirasakan bermakna di lapangan ketika saya melaksanakan tugas sebagai bagian dari sistem kesehatan nasional, adalah kurangnya kepekaan dan pengetahuan mendasar tentang masalah kesehatan. Sehingga tidak jarang ditemukan ketidaktahuan, kekhawatiran berlebih, depresi, hingga kepanikan akan permasalahan kesehatan yang sebenarnya dapat ditangani secara mandiri oleh penderita dan/atau keluarganya.

Beban negara untuk menyelanggarakan dan menyediakan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat tidaklah ringan saya rasa. Bahkan tidak jarang benturan terjadi pada sistem penganggaran dan penyediaan sarana prasarana yang menunjang kesehatan masyarakat terbentur oleh isu-isu yang tidak bisa dipecahkan secara seketika. Continue reading →

Ayo! Menjadi Keluarga Sadar Gizi

Hari ini saya menemukan sebuah pamflet menarik yang berjudul “Ayo! Menjadi Keluarga Sadar Gizi – Agar Sehat & Cerdas”. Oleh karena saya tidak sesuatu yang lain untuk dituliskan, mari saya bagi sedikit isi pamflet tersebut.

Apa itu Kadarzi?

Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) adalah keluarga yang mampu mengenali dan mengatasi masalah gizi serta menerapkan perilaku gizi yang baik untuk seluruh anggota keluarganya.

Perilaku gizi yang baik adalah pengetahuan, sikap dan praktek keluarga untuk mewujudkan keadaan gizi yang baik meliputi menimbang berat badan secara teratur, mengonsumsi makanan seimbang dan berperilaku hidup sehat.

Makanan seimbang adalah susunan makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur dan  buah yang aman sesuai kebutuhan masing-masing anggota keluarga.

Beberapa Norma Keluarga Sadar Gizi

  1. Menimbang berat badan secara teratur.
  2. Makan aneka ragam makanan setiap hari.
  3. Menggunakan garam beryodium.
  4. Memberikan hanya ASI saja kepada bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan.
  5. Mengonsumsi suplemen gizi sesuai anjuran.

Anggota keluarga perlu menimbang berat badan secara teratur karena berat badan merupakan petunjuk yang baik akan keadaan gizi dan kesehatan. Perubahan berat badan menunjukkan perubahan konsumsi makanan dan/atau gangguan kesehatan. Menimbang berat badan tidaklah sulit, dan bisa dilakukan di mana saja, di pusat pelayanan kesehatan atau di rumah sendiri.

Makanan beragam sangatlah penting, karena tidak ada satu jenis bahan makanan pun yang bisa memenuhi semua kebutuhan zat gizi. Sehingga keanekaragaman bahan makanan menyediakan zat gizi yang beraneka guna memenuhi kebutuhan zat gizi bagi tubuh. Untuk bisa menemuhi semua kebutuhan zat gizi, makanan sehari-hari terdiri dari makanan pokok (sumber karbohidrat), lauk-pauk (sumber protein), sayuran dan buah (sumber vitamin, mineral, serat), serta cukup mengonsumsi cairan/air.

Zat yodium diperlukan tubuh setiap harinya, sedangkan bahan makanan mentah sehari-harinya secara umum miskin akan zat yodium. Kekurangan zat yodium bisa menimbulkan penurunan kecerdasan dan tumbuh kembang yang dikenal sebagai Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY).

Bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan hanya diberikan ASI saja, karena ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, bersih dan sehat. ASI saja cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan untuk tumbuh kembang normal. ASI juga praktis dan murah serta dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi, pun bisa menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi. Ini mengingatkan saya pada tulisan lama saya tentang “Mengingat Kembali Makna ASI/Laktasi”.

Karena kebutuhan zat gizi pada kelompok bayi, balita, ibu hamil dan ibu menyusui meningkat dan seringkali tidak bisa dipenuhi dari makanan sehari-hari, maka perlu mengonsumsi suplemen gizi sesuai anjuran. Suplemen zat gizi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi.

Kebutuhan suplemen gizi adalah:

Kapsul vitamin A untuk bayi dan balita 2 kali setahun (setiap 6 bulan);

Kapsul vitamin A untuk ibu nifas 1 kali selama masa nifas;

Tablet Fe (zat besi) untuk ibu hamil – 1 tablet setiap hari selama 90 hari.

Bagaimana menilai keluarga sudah Sadar Gizi?

  • Seluruh anggota keluarga berstatus gizi baik.
  • Tidak ada lagi bayi berat lahir rendah ( < 2500 gram).
  • Keluarga telah menggunakan garam beryodium.
  • Semua bayi 0-6 bulan hanya diberi ASI saja.
  • Semua balita naik berat badannya.
  • Tidak ada anggota keluarga yang mengalami gizi lebih.

Ayo! Menjadi Keluarga Sadar Gizi

    Penghitungan Antopometri Pediatri

    Antropometer WHO

    Belakangan ini aku sibuk dengan pediatri, membuat beberapa presentasi.

    Dalam setiap pemeriksaan pediatri selalu ada bagian penghitungan status gizi yang erat kaitannya dengan tumbuh kembang anak. Karena banyak penyakit yang memiliki faktor risiko gizi yang kurang baik, dan banyak penyakit yang menghasilkan kondisi gizi anak menjadi kurang baik.

    Penghitungan dasar seperti panjang/tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar perut, lingkar lengan anak, ketebalan lapisan lemak, ada tidaknya edema, merupakan kaidah dasar untuk perhitungan antopometri pada pediatri. Untuk kemudian dibandingkan pada rentangan nilai statistik rerata sehingga ditemukan nilai-nilai banding yang diharapkan.

    Manual penghitungan untuk BMI (Body Mass Index) atau Indeks Masa Tubuh, kemudian Z-Scores dan penghitungan persentil dan standar deviasi masing-masing metode terkadang menyenangkan, namun tidak ramah jika harus mengerjakan untuk banyak klien, atau jika kita sedang dalam proses penelitian. Karena memasukkan banyak data, dan melakukan penghitungan dengan rumus-rumus tertentu akan menyita waktu yang tidak sedikit.

    Apa dapat kita lakukan sebagai opsi yang lainnya?

    Saya menemukan sebuah piranti lunak yang disediakan oleh WHO (World Health Organization), sebuah software yang disebut WHO Anthro, dalam jendela keterangannya tertulis:

    WHO Anthro is a software developed for the global application of the WHO Child Growth Standards in monitoring growth and motor development in individuals and populations (0-60 months)

    Jadi software ini bisa digunakan pada penghitungan antropometri pada individu maupun populasi, sehingga saya rasa juga sesuai diterapkan di posyandu suatu lingkungan. Terdapat program di dalamnya, yaitu: Anthropometric calculator, individual assesment dan nutritional survey.

    Software dalam versi 3.0.1 ini berjalan baik di sistem yang saya gunakan (Windows Vista Buisness Service Pack 1). Jika Anda tertarik untuk mencobanya, silakan melihat informasi lebih lengkap di situs resminya di: http://www.who.int/childgrowth/en/, sebelum mengunduh mohon membaca dulu izin perjanjian di sini, dan mengunduh software bisa dilakukan dari halaman software WHO Anthro (atau langsung di sini), dan jangan lupa untuk melengkapi sistem Windows anda dengan Net Framework agar bisa menjalankan software ini.

    Apa Anda pengguna OS X atau Linux, versinya juga tersedia dengan mengunjungi halaman: http://www.who.int/childgrowth/software/en/

    Semoga bermanfaat.

    Tag Technorati: {grup-tag}WHO Anthro,antopometri,software,piranti lunak,pediatri,tumbuh kembang,pemantauan,open license,individual,populasi,Windows,Linux,OS X

    Mengingat Kembali Makna ASI/Laktasi

    Dalam bimbingan dengan Prof. A. Samik Wahab di bagian pediatri beberapa saat yang lalu, kami diingatkan kembali betapa pentingnya ASI bagi bayi dan balita.

    Aku teringat kembali saat beberapa lama berada dalam rotasi klinis menjumpai ibu dan anak dengan berbagai kondisi dan situasi, sedemikian hingga ibu tidak bisa menyesui anak, atau pun anak tidak bisa mendapatkan ASI dari ibunya.

    Terkadang menilik dan mengingat kembali hal-hal ini sungguh membuat kita melongok, mengapa hal yang sederhana dan penting kadang terlupakan.

    Nutrisi pada bayi sebagian besar (hampir seluruhnya) berasal dari susu (dalam hal ini ASI bisa dikatakan satu-satu bentuk susu yang diperlukan). Susu merupakan sumber yang kaya energi, protein dan mineral.

    Dalam sebuah buku yang ditulis di Inggris ~ dan mungkin berlaku juga di seluruh dunia secara umum dan negara maju secara khusus ~, bahwa aktivitas pemberian ASI pada bayi terkait dengan gaya hidup si ibu. Para ibu bisa jadi merasa bawah pemberian ASI (laktasi/menyusui) akan membatasi aktivitas sosial mereka, membuat pakaian tidak rapi, bahkan praktiknya mungkin sangat merepotkan. Ah…, namun menurutkan bukankah itu tugas seorang ibu yang tidak dapat tergantikan.

    Pada ASI juga terdapat apa yang disebut Kolostrum (Colostrum in English). Kolostrum memiliki kandungan tinggi karbohidrat dan protein sedemikian hingga bersama dengan air susu itu sendiri menjamin keterbutuhan nutrisi pada bayi, bahkan jika hanya diberikan ASI saja (dikenal sebagai ASI eksklusif). Kolostrum juga mengandung berbagai antibodi yang bermanfaat bagi si kecil, terutama dalam bentuk imunoglobulin A dan M (IgA dan IgM), di mana Ig A akan diserap melalui epitelium intestinal (permukaan usus halus), dibawa melalui aliran darah dan disekresikan ke permukaan mukosa lainnya (tipe 1). Kandungan lemak yang rendah membuat kolostrum “ramah” bagi neonatus (bayi baru lahir) oleh karena neonatus mungkin menemukan kesulitan dalam mencerna lemak. Efek laksatif ringannya juga membantu memicu apa yang disebut mekonium (tinja pertama yang dikeluarkan bayi semenjak ia lahir), ini membantu membersihkan kelebihan bilirubin ~ suatu produk buangan dari hasil kematian sel darah merah yang banyak diproduksi saat kelahiran oleh karena pengurangan volume darah.

    ASI memiliki sifat antiinfeksi, oleh karena ia merupakan makanan yang steril, mengandung antibodi maternal (ibu) berupa IgA, serta terkandung laktoferin, lisozim, interferon, dan mendukung kolonisasi bakteri “baik” seperti lactobacilli dan bifidobacter.

    Pemberian ASI eklusif juga ~ sebagaimana ditambahkan dalam bimbingan kami ~ melindungi bayi dari masuknya antigen asing yang berasal dari makanan lain, sehingga mencegah timbulnya reaksi alergi di awal kehidupan. Anda mungkin menemukan serangan asma pada anak umur tiga bulan, mungkin cobalah bertanya riwayat ASI pada si kecil, apakah ASI eksklusif?

    Dan tentunya dari sekian banyak manfaat tersebut, semuanya tersedia secara natural (alami) dan tidak perlu membeli. Sehingga sering disebutkan nutrisi terbaik pada bayi yang murah meriah.

    Jangan sampai kita menemukan bahwa ada ibu yang menolak memberi ASI kepada anaknya karena masalah gaya hidup, atau ada ibu yang merasa terpaksa memberikan ASI pada anaknya. Jika Anda seorang ibu, atau menemukan seorang ibu yang kesulitan dalam praktek laktasi atau menyusi ini, bantulah diri Anda atau ibu tersebut untuk menemui tenaga kesehatan yang dapat memberikannya saran atau bantuan profesional dan kemanusiaan, sehingga kesulitan ini menemukan solusinya.

    Lebih banyak tentang ASI dan laktasi, Anda dapat mengunjungi Blog ASI, Sentra Laktasi,  atau Wikipedia di internet. Atau kunjungi tenaga kesehatan terdekat dan pusat kesehatan masyarakat di sekitar tempat tinggal anda untuk lebih banyak informasi.

    {Beberapa bagian dari tulisan ini mengambil informasi dari Lecture Notes Pediatrika oleh Roy Meadow}

    Tag Technorati: {grup-tag}ASI,laktasi,air susu ibu,manfaat,kandungan,kolostrum