Hotot si Aplikasi Twitter untuk Linux

Hotot bisa dikatakan salah satu aplikasi klien Twitter untuk Linux yang cukup layak digunakan, tidak terlalu bagus, tapi tidak juga terlalu buruk. Pengembangannya naik dan turun, sebagaimana banyak nasib aplikasi open source lainnya. Pertama kali saya mengenal Hotot adalah dari pengembang IGOS Nusantara di sebuah pertemuan. Saya memang tidak merekomendasikan aplikasi yang satu ini, mungkin karena faktor selera pribadi saja.

Mungkin juga karena Hotot adalah aplikasi yang sedang dalam tahap pengembangan, jadi Anda bisa menemukan banyak hal yang agak mengganggu (buggy) saat menggunakannya. Namun jika hanya melewati jalanan yang tenang, bukan pengguna Linux namanya. Continue reading →

Iklan

Final Fantasy IX pada Ubuntu 13.04

Selama beberapa bulan belakangan ini, saya melihat penjualan konsol video game PlayStation dan Nitendo versi lawas cukup laris di kota kecil ini. Paling jauh setidaknya teknologi PlayStation 2 dari Sony, tapi itu pun jarang saya lihat di sisi-sisi jalan. Saya masih ingat dulu saya gemar memainkan permainan seri Final Fantasy yang dirilis tahun 2000 ke bawah, ketika era itu, PlayStation sebagai konsol game sangat mendominasi. Kalau sekarang? Mungkin beda lagi ceritanya.

Saya punya Windows 8, saya punya Ubuntu teranyar, tapi saya tidak punya PlayStation (lagi) untuk bernostalgia. Tapi dua sistem operasi yang saya punya bisa mengobati rasa kangen itu, meski hanya sesaat. Continue reading →

Jolicloud DE pada Ubuntu 13.04

Salah satu distro Linux favorit saya Joli OS, kini hadir dalam kemampuan Jolidrive-nya melalui Jolicloud Desktop Environment (JDE) di Ubuntu, dan sudah bisa dicoba pada Ubuntu 13.04 Raring Ringtail yang saya gunakan. Ini adalah satu lingkungan kerja berbasis komputasi awan yang paling populer saat ini. Mungkin karena Joli OS lawas yang berbasis Ubuntu lawas sudah tidak bisa digunakan di banyak tempat, maka sebuah opsi memindahkan sistem/lingkungan Jolidrive ke distro stabil seperti Ubuntu teranyar menjadi solusi yang dianggap cukup baik.

JDE ini masih merupakan uji coba pada Raring Ringtail, namun sudah bisa digunakan pada dua versi Ubuntu sebelumnya. Dulu saya sempat mau mencoba memasang Joli OS 1.2 pada Asus X201E yang saya punya, namun sayang, sistem operasi itu terlalu lawas untuk dapat berjalan pada mesin baru – walau pun harus diakui salah satu nilai lebihnya adalah membuat mesin lama berjalan dengan sangat baik dan tampak modern. Continue reading →

Canon Pixma MP237 dan Ubuntu Linux

Anda mungkin masih ingat saya baru saja memasang Ubuntu Raring Ringtail pada Netbook Asus X201E saya. Dan sekarang saya harus menyandingkannya dengan sebuah printer baru yang terpaksa dibeli untuk menyelesaikan sejumlah tugas. Kota kecil saya tidak menyediakan printer yang ramah untuk Linux, misalnya dari produsen HP – namun lebih banyak menggunakan printer Canon yang dijual satu paket dengan sistem tinta infus (mereka bahkan tidak menyediakan tinta asli dan penjualan tanpa paket tidak tidak asli).

Karena terburu-buru, saya terbentur menemukan sisa printer yang cukup besar, yaitu Canon Pixma MP237 yang merupakan printer multifungsi dilengkapi dengan kemampuan melakukan pemindaian scanning dokumen. Saya tentu tidak masalah jika menggunakan Windows pada laptop utama saya, tapi pada sistem operasi openSUSE ataupun Ubuntu tentu tidak akan sederhana. Continue reading →

Faience Ocre untuk Raring Ringtail

Satu hal yang selalu saya ganti saat memasang Ubuntu adalah temanya. Saya bukan penggemar Ambience yang digunakan oleh Ubuntu, golongan Faience atau Zutwiko mungkin lebih pas buat saya, padahal bedanya tidak begitu jauh, mereka hanya tampilan yang sering kita lihat sehari-hari.

Untuk Ubuntu 13.04 kali ini, saya memilih tema jendela dan ikon Faince Ocre yang memang cukup pas jendela kecil netbook yang saya gunakan. Sedangkan untuk ikon, saya memilih Faience Claire yang memang didesain untuk Unity. Continue reading →

Berjabat dengan Raring Ringtail

Menunggu Luna (generasi selanjutnya dari Elementary OS) terasa begitu lama, saya pun mencoba sesuatu yang belum resmi dirilis yaitu Ubuntu 13.04 Raring Ringtail. Korbannya tentu sama, yaitu Asus Notebook X201E yang sebelumnya saya tanamkan Pear OS 7. Ubuntu 13.04 baru akan dirilis resmi akhir April mendatang, sehingga yang saya gunakan adalah edisi daily-build yang tersedia di repositori mereka.

Metode pemasangan yang sama dengan menggunakan Pendrive saya terapkan untuk edisi 64-bit Raring Ringtail. Kali ini, metode instalasi mengenali UEFI pada notebook saya, meskipun tentu saja tidak dalam keadaan aktif. Edisi Live tampaknya sangat menggiurkan, sudah lama tidak melihat Ubuntu semenarik ini setelah edisi 11.10 dulu. Dan jauh dari edisi 12.10, edisi 13.04 lebih terkesan mantap dan ringan. Continue reading →