The Book of Merton’s

Membaca adalah salah satu hal yang menyenangkan, terutama di negeri yang minat bacanya rendah - Anda mendadak bisa merasakan suatu eksklusivisme semu, di mana Anda bisa tersenyum pada diri Anda sendiri. Saya paling suka menghabiskan waktu luang dengan membaca novel picisan, terutama dari negeri Tiongkok dan Sakura. Tapi waktu yang paling menggembirakan mungkin ketika saya … Lanjutkan membaca The Book of Merton’s

Iklan

It’s Going to be Okay

Bahkan kekhawatiran tidak akan membawa ke mana-mana. Hanya berputar-putar dan kemudian jatuh ke dalam keputusasaan. Mengapa tidak melihat ke depan? Jangan khawatirkan langit akan runtuh, ketika jiwa masih menyala hangat dengan segenap semangat. Dan jangan khawatir, karena atas apa yang telah dilalui selama ini, maka semuanya akan baik-baik saja. https://www.youtube.com/watch?v=5pBjopDymts

Dokter, Hukum, dan Penjara

Saya percaya, setiap warga negara sama kedudukan di mata hukum, termasuk di dalamnya profesi dokter. Namun kasus baru di Manado yang muncul ke permukaan tentang seorang dokter kandungan & kebidanan yang menjalani vonis Mahkamah Agung berupa kurungan/penjara selama sepuluh bulan menjadi tanda tanya besar atas apa yang saya percayai. Jika seorang dokter terbukti lalai, dia … Lanjutkan membaca Dokter, Hukum, dan Penjara

Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-49 Tahun 2013

Mungkin terlambat 2 hari, namun saya hendak menyampaikan - Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-49 - terutama bagi rekan-rekan dan sejawat yang bekerja dan bertugas dalam pengabdian di mana pun di seluruh pelosok negeri ini. Selama setahun terkahir, saya melihat sendiri bagaimana sejawat berusaha menjalankan profesi dengan sebaik-baiknya, bahkan pada infrastruktur kesehatan yang masih begitu jauh … Lanjutkan membaca Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-49 Tahun 2013

Seberapa Mahal Harga Kebahagiaan?

Saya bertanya-tanya, sebagaimana banyak orang di muka bumi ini. Apa kebahagiaan begitu mahal harganya? Sehingga tak cukup manusia berlomba, atau bahkan saling senggol untuk memungut seklumit kepuasan. Ataukah kepuasan dan kebahagian itu setali tiga uang? Apa yang bisa memuaskan diri kita? Apa yang bisa membahagiakan diri kita? Sayangnya pertanyaan ini akan selalu berputar-putar, karena saya … Lanjutkan membaca Seberapa Mahal Harga Kebahagiaan?

Terhimpit Bengkalai

Belakangan ini saya menemukan banyak sekali bengkalaian yang berceceran di dalam jadwal saya. Mulai dari tulisan jurnalisme warga di salah satu media daring lokal yang berlum selesai, jatah terjemahan dokumentasi yang menumpuk, belum lagi daftar bacaan yang mesti diselesaikan. Sementara itu saya sering menemukan diri saya terdampar di banyak kesibukan lain yang kadang secara tiba-tiba … Lanjutkan membaca Terhimpit Bengkalai

Ketika Teknologi tidak Bertemu Empati

Kemarin dalam hitungan jam, muncul banyak tulisan dari sejumlah narablog yang mengkritisi tentang sebuah guyonan yang beredar di BlackBerry Messenger seputar topik tragedi jatuhnya pesawat komersial yang melakukan demo flight baru-baru ini. Ketika banyak orang berduka dan bersedih, ada yang membuat lelucon tentang hal tersebut dalam sebuah teknologi yang seharusnya memberikan kebaikan bagi yang menggunakannya. … Lanjutkan membaca Ketika Teknologi tidak Bertemu Empati

Sang Jalan

Aku teringat dalam seluk beluk kekusyukan masa lalu, ketika lembar-lembar tua kubuka dan terngiang banyak kata yang diwariskan - bahwasanya semua lembar-lembar itu adalah kesucian yang begitu terutama - sang jalan. Lama berselang, bintang-bintang silih berganti terbit dan terbenam. Seluruh lembar itu telah kututup, sebagaimana tirai akhir di penghujung pertunjukkan sebuah drama. Sebagai akhir dalam … Lanjutkan membaca Sang Jalan

Melasti Dalam Hikayat

Pagi tadi saya mengikuti rangkaian Upacara Melasti bersama warga Desa Beringkit, sudah cukup lama saya tidak mengikuti kegiatan seperti ini. Melasti merupakan salah satu rangkaian Hari Raya Nyepi, di Bali dilakukan biasanya dua hari menjelang Nyepi, namun di tempat lain menyesuaikan, karena biasanya tidak libur khusus untuk kegiatan ini. Secara ritual, Upacara Melasti melibatkan para … Lanjutkan membaca Melasti Dalam Hikayat

Tanah, Leluhur dan Dewata

Sore itu senja menggantung di antara rerimbunan nyiur yang membelah persawahan luas, Nang Olog baru tiba di gubuk kecilnya setelah usai memandikan dua sapinya sehabis menggarap sawah. Peluh mengucur pelan dari rambut-rambutnya yang telah memutih, di antara kulit-kulitnya yang telah lama mengeriput. Sesekali ia meneguk air putih dari sebuah botol bekas air mineral yang sudah … Lanjutkan membaca Tanah, Leluhur dan Dewata