Memasang VLC pada openSUSE

VLC adalah aplikasi pemutar berkas multimedia multiformat dan multiplatform, sehingga membuatnya menjadi salah satu aplikasi paling diincar oleh pengguna yang menggunakan banyak sistem operasi, misalnya Linux, Windows dan MacOS. Pengguna openSUSE, oleh karena beberapa hal, aplikasi VLC tidak langsung tersedia, tidak seperti distro lain yang didesain out of the box untuk memainkan pelbagai format mutimedia sekaligus. Continue reading →

Iklan

Menambahkan Fonta pada openSUSE

Selamat tahun baru semuanya, semoga tahun ini memberikan lebih banyak hal baik bagi kita semua. Saya rasa, saya sudah pernah membahas ini sebelumnya. Tapi kali ini kita coba ulas lagi. Salah satu hal yang katanya tidak menarik pada openSUSE karena fonta yang digunakan tidak menarik; mungkin memang demikian adanya. Tapi dari sisi produktivitas, sebenarnya setiap pengguna bisa menambah persenjataan dengan pelbagai fonta menarik seperti distribusi Linux lainnya. Continue reading →

Shutter pada openSUSE Tumbleweed

Membuat agar Shutter sebagai salah satu aplikasi penangkap gambar layar (screen image capturer) berfungsi untuk Linux openSUSE Tumbleweed agak susah-susah gampang. Sulit dalam sudut pandang tidak semudah memasang Shutter pada Ubuntu yang tinggal mengakses ke Software Center dan memasangnya, maka Shutter bisa langsung digunakan. Dan mudah tentu saja, jika sudah paham logika pemasangannya, maka tidak akan sulit.

Pada openSUSE Tumbleweed (dan mungkin juga dapat diaplikasikan pada openSUSE versi lainnya), Shutter dapat saja dipasang langsung melalui menu Install/Remove Software yang tersedia secara mandiri ataupun terkait pada YaST. Namun sering kali kemudian tidak bisa dijalankan. Karena beberapa dependensi tidak tersedia. Continue reading →

Repositori Fonta M17N untuk openSUSE

Keberadaan fonta pada Linux bisa sangat banyak, tergantung sumber yang kita gunakan. Pada openSUSE misalnya, saya menambahkan respositori M17N:fonts sebagai salah satu sumber fonta. Repositori ini berisi sejumlah karya pendesain kreatif yang menyumbangkan fonta-nya ke dalam OFL (lisensi fonta terbuka), dan berisi lebih dari 100 fonta gratis.

Yang termasuk di antaranya adalah Exo Typeface Family yang terkenal sebagai fonta geometris kontemporer. Ada juga Linux Libertine yang sudah sangat dikenal di mana-mana. Atau secuil dari Google Webfonts yang banyak dimanfaatkan oleh para naradesain web. Dengan koleksi ini, Anda bisa menghasilkan teks yang memenuhi unsur keterbacaan dan dibuat menarik sesuai selera Anda, baik untuk dokumen yang dicetak maupun yang diunggah ke web.

Continue reading →

Melembutkan Ubuntu dengan Orta Theme

Pecinta Ubuntu Linux dengan cita tema-tema yang lembut tentunya akan menyukai Orta. Tentu saja Ortha juga berbasis GNOME karena cukup sederhana untuk digunakan, namun agak berbeda dengan tema-tema lainnya, Orta dilengkapi dengan “Orta Setting Manager” untuk mengelola tema yang satu ini, sesuai dengan fitur-fitur yang ditambahkan.

Orta memberikan kita pilihan untuk mengubah “windows gradient“, gaya tab warna gelap dan terang, expanders (kotak, panah dan lain sebagainya), mengubah warna panel, serta memiliki fitur tersendiri untuk gaya bar menu Nautilus (seperti breadcrumb dan sebagainya). Orta sanggup menampilkan tema yang menurut saya lebih lembut karena telah melalui banyak pembenahan untuk grafis GTK-nya.

Continue reading →