Samsung Note 2 N7100 tidak Mendukung LTE

Ketika saya membeli Samsung Note 2 dulu, saya memikirkan bahwa suatu saat bisa digunakan pada jaringan 4G LTE. Sebagaimana yang dipromosikan pada situs-situs teknologi tahun-tahun itu.

Tapi ketika saya mencoba beralih ke jaringan 4G, ternyata saya tidak bisa mengaksesnya di banyak tempat. Saya percaya bahwa hal ini terkait dengan ketersediaan jaringan 4G. Lanjutkan membaca “Samsung Note 2 N7100 tidak Mendukung LTE”

Migrasi ke Jaringan 4G LTE

Sejak Indosat Ooredoo hadir di Yogyakarta, saya sebenarnya sudah ingin migrasi ke jaringan 4G LTE. Apalagi Samsung Galaxy Note 2 yang saya pegang sejak 3 tahun yang lalu memang sudah mendukung 4G LTE. Mengapa saya baru sekarang beralih? Mungkin jawabannya, karena setiap kali saya memasuki kawasan kota Jogja, di beberapa titik saya merasa jaringan 3G/H+ dari Indosat Ooredoo sering mengalami ‘kemacetan’ sehingga memaksa saya beralih ke jaringan 2G/GRPS/EDGE untuk bisa terhubung dengan Internet.

Lanjutkan membaca “Migrasi ke Jaringan 4G LTE”

Ikon Moonshine untuk Android

Project Hera dan kumpulan ikon Moonshine adalah hal menarik berikutnya dari Android, kemungkinan dirilis untuk Android 4.5 yang katanya membawa eksklusivitas tersendiri. Tapi konsep untuk ikon Moonshine sendiri sudah diberikan, seperti dimensi dan yang paling khas mungkin adalah tampilan datarnya. Belakangan ini ikon-ikon retro dan berpenampilan datar semakin banyak muncul, dan memang enak dipandang. Lanjutkan membaca “Ikon Moonshine untuk Android”

Para pemenang tantangan membuat aplikasi untuk Tizen hari ini diumumkan di Barcela. Dan dari rilis videonya, saya bisa melihat bahwa Tizen dilengkapi dengan sejumlah aplikasi pilihan pemenang berbasis HTML 5 yang cukup menarik. Dan beberapa sepertinya lebih menarik daripada aplikasi yang ada di Android.

Tizen adalah sistem operasi berbasis kernel Linux, sebagaimana juga Android. Ya, Tizen bisa dibilang Linux untuk ponsel cerdas Anda. Dibesarkan oleh sejumlah perusahaan raksasa seperti Samsung dan Intel, serta didukung oleh Linux Foundation. Bagi yang merindukan alternatif lain dari Android yang mungkin sudah mulai membosankan, maka Tizen bisa menjadi alternatif. Lanjutkan membaca “Tizen dengan Aplikasi yang Menarik”

Tizen dengan Aplikasi yang Menarik

BBM untuk Android telah Tiba

Pagi ini ada setumpukan email, pesan dari pelbagai perpesanan, SMS, telepon tak terjawab. Pemandangan klasik bagi orang-orang yang banyak masalah. Tapi salah satunya di sana adalah sebuah surat elektronik dari BlackBerry.Com yang menyatakan bahwa para pendaftar telah dipanggil untuk menerima aplikasi BBM™ untuk iPhone dan Android.

Mungkin Anda masih ingat tentang tarik ulur aplikasi BBM di Android beberapa waktu lalu karena banyaknya pengguna APK liar? Nah tampaknya masalah itu sudah teratasi, setidaknya ketika saya mencoba BBM kali ini di Android. Lanjutkan membaca “BBM untuk Android telah Tiba”

Melirik Samsung GALAXY Note 10.1 Edisi 2014

Saya tidak tahu mengapa tulisan GALAXY pada GALAXY Note harus selalu menggunakan huruf kapital, tapi nama itu sendiri kini sudah menjadi salah satu lirikan tren masa kini di dunia perkakas digital. Bagi mereka yang mencari “mobile gadget“. Saya punya Samsung GALAXY Note II (dan entah kenapa ditulis dalam angka Romawi), yang sehari-hari saya gunakan sekaligus sebagai ponsel.

Pengalaman saya menggunakan Note II memang sama sekali tidak mengecewakan, jika tidak saya pasti menangis mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk performa impian. Tapi tidak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat, bahkan sekarang sudah lahir dan beredar Note III generasi penerusnya. Ponsel saya mendadak jadi barang lawas. Lanjutkan membaca “Melirik Samsung GALAXY Note 10.1 Edisi 2014”

Dari Tablet ke Fablet

Sudah hampir setengah tahun saya menggunakan tablet Android dari ZTE yang berbasis Androi 2.3 Ginger Bread. Tablet ini sangat bagus, bahkan sangat nyaman untuk membaca dan mengerjakan sejumlah tugas, bahkan banyak membantu saya dalam keseharian di pelayanan kesehatan. Awalnya saya berpikir, bahwa membawa tablet berukuran tujuh inci tidak akan bermasalah dalam hal mobilitas, apalagi tablet layar tujuh inci sangat pas masuk di saku jas dokter pada umumnya.

Nyatanya tidak demikian, ketika mobilitas tinggi di mana pekerjaan selalu berpindah tempat, tablet tidak banyak membantu terutama dalam hal komunikasi di perjalanan. Sehingga saya berpikir untuk mencari gantinya dengan dengan yang lebih ringkas, tidak mengorbankan ukuran layar secara bermakna (bagi saya), dan bisa digunakan dengan satu tangan. Lanjutkan membaca “Dari Tablet ke Fablet”

Kembali untuk Pergi

Sudah lama sekali saya tidak menulis di sini, dan memang kebetulan banyak sekali yang terjadi – termasuk notebook saya yang mesti rawat inap selama beberapa minggu karena memang sudah jadwal rutinnya untuk masuk bengkel. Untung saja kualitas servisnya memuaskan, jika tidak pasti bakal kecewa sudah berpisah sekian lama.

Nah, saya cuma mau “nongol” sebentar saja, karena masih cukup sibuk mengurus perpindahan ke Tuban akhir bulan ini. Tampaknya batal di Banyuwangi. Jadi dari tadi siang sudah mengirim barang dan kendaraan via Elteha, karena sementara itu yang paling murah biaya pengiriman yang saya tahu untuk area angkut Yogyakarta – Tuban. Lanjutkan membaca “Kembali untuk Pergi”

Perang Paten Semakin Gila

Ranah perang paten antara para vendor ponsel cerdas dan teknologi yang menyertainya semakin memanas. Bahkan saking panasnya perang ini, PBB sendiri sampai turun tangan. Bagaimana tidak, karena yang perang bukan hanya vendor besar seperti Google/Motorola vs Microsoft, atau Samsung vs Apple, namun juga para pengguna fanatiknya di bawah, termasuk yang berkoar-koar di media sosial.

Satu pihak menuduh yang lain meniru desain patennya, sementara sebaliknya menjadi tertuduh peniru teknologi juga. Ini tidak akan ada habisnya, dunia inovasi sepertinya terhenti ketika orang-orang berebut hak atas nama inovasi lawas mereka. Lanjutkan membaca “Perang Paten Semakin Gila”