Google Masih Rujukan SEO-mu?

Banyak narablog (blogger) yang berjingkrak pasca berhasil menerapkan teknik SEO (optimisasi mesin telusur) pada blognya, dan mendatangkan banyak penelusuran dari mesin pencari – dan yang paling populer adalah Google. Beberapa narablog ataupun webmaster tampaknya memang memerlukan nilai lalu lintas yang tinggi dari mesin pencari.

Saya sendiri sebenarnya tidak begitu menyukai lalu lintas data yang tinggi pada blog saya. Jika blog berkembang dengan wajar dan memiliki kesinambungan pengelolaan yang baik, memang mendapatkan 1.000 kunjungan awal akan lebih sulit daripada mendapatkan 10.000 kedua. Saya rasa itu wajar-wajar saja, jika Anda memiliki 10 tulisan dan seharinya ada 2 tulisan yang membaca dari rujukan mesin pencari, itu sudah bagus. Continue reading →

Iklan

Memasang Iklan PPC pada Blog

Bagi yang gemar mencari uang lewat Internet, mungkin istilah PPC sudah tidak asing lagi, sebuah sistem pengiklanan yang memberikan pembayaran pada penampilan iklan setiap ada klik pada iklan tersebut. Saya sendiri mencoba beberapa layanan tipe ini di penyedia iklan lokal, tentu saja dengan pertimbangan bahwa karena bahasa pengantar di blog ini yang dipasang iklan menggunakan bahasa Indonesia. Beberapa tahun lalu saya penasaran bagaimana iklan jenis ini bekerja.

Kali ini saya mencoba menulis sedikit tentang penyedia PPC lokal yaitu AdsenseCamp, KlikSaya,dan SittiZen Network. Ketiganya adalah penyedia iklan lokal, meski tentu saja ada yang lain lagi. Namun saya tidak ingin mencoba semuanya jika memang tidak digunakan semua nantinya.

Continue reading →

Yang Patut Dihindari Seorang Webmaster

Saya bukanlah seorang webmaster, namun mengelola situs dan blog serta sedikit berkecimpung di ranah maya membuat saya dengan sendiri kecipratan hal-hal yang berbau webmaster, semisalnya SEO – optimisasi mesin telusur. Bagi mereka yang mencari pendapatan di Internet, melalui blog misalnya – tentu akan mempertimbangkan hal-hal ini untuk mendapatkan lalu lintas data, yang kadang malah justru membabi buta.

Kadang mungkin di tengah keasyikan kita mengelola sebuah situs/web/blog, dengan pelbagai jejaringnya, kita bisa jadi kehilangan arah atau kebablasan pada sebuah sudut tertentu yang belum tentu sehat untuk situs kita. Saya menemukan ada beberapa hal yang mungkin perlu kita hindari dalam membangun jaringan situs web di dunia maya (kebetulan saya belajar dari komunitas Bing).

Continue reading →

Kemana Perginya Artikel Kita

Kadang saya ingin tahu, ke mana artikel di blog ini pergi, ke luar dari blog ini, baik karena dikutip, maupun karena jadi korban plagiasi. Oh, oke, katakanlah bukan artikel, karena cuma corat-coret semata. Tapi tentunya untuk mendapatkan informasi ini, saya memerlukan metode yang cukup akurat, yang kebetulan saya cukup malas untuk mempelajarinya apalagi menerapkannya.

Hingga dua minggu lalu, salah satu korporasi yang mendukung berjalannya blog ini menawarkan sebuah layanan yang berkemampuan seperti itu, sebuah tracker dan spider unik dengan menggandeng mesin SEO (optimasi mesin telusur) yang katanya mumpuni. Saya memang tidak begitu tertarik, tapi karena korporasi ini sudah banyak membantu, ya saya cicipilah sejenak.

Continue reading →

Bencana Panda di Penelusuran Google

Akhirnya, setelah dinanti sekian lama, sudah dua bulan Google melepas juga Panda liarnya ke ranah mesin telusur. Dan ini akan menebar bencana bagi mereka yang menerapkan black hat SEO di blog dan situsnya, yah, setidaknya itu yang diharapkan. Google mungkin bermaksud menghilangkan semua bentuk spam dari hasil penelusurannya, memperbaiki hasil temuan dengan algoritma baru ini, meski belum sempurna, namun konon banyak situs yang sudah jatuh peringkatnya di mesin telusur. Apakah situs Anda salah satunya?

Mereka yang menerapkan auto-generated content, menyewa banyak penulis freelance hanya sekadar untuk meningkatkan trafik blog atau situs harus mulai waspada terhadap serangan di Panda. Termasuk blog-blog yang memiliki guest post atau penulis tamu.

Continue reading →

Indeks Blog di Mesin Telusur

Beberapa narablog menerapkan optimalisasi mesin telusur (SEO) untuk mempermudah blognya terindeks di pelbagai mesin telusur seperti Google, Yahoo, ataupun Bing. Bhyllabus tidak menerapkan ‘aliran’ SEO, bukan karena tidak mau – tapi memang saya tidak tahu cara melakukannya :).

Namun setahu saya, pasca tulisan di blog ini dipublikasikan, maka dalam kurun waktu 30 menit sudah dapat terindeks di mesin pencari Google (tapi kurang tahu untuk mesin pencari lainnya). Jadi sebenarnya saya rasa tidak perlu terlalu direpotkan dengan masalah pengindeksan blog di mesin telusur, karena pekerjaan itu sudah dilakukan oleh mesin telusur dengan baik.

Namun karena saya biasanya menelusuri berkas-berkas lama di blog ini dengan memanfaatkan mesin telusur Google, maka saya juga wajib memastikan bahwa indeks-nya sudah cukup lengkap sedemikian hingga saya tidak kesulitan memanggil beberapa tulisan dengan kata kunci sederhana.

Ada dua konsep – menurut apa yang bisa saya tangkap – untuk dijadikan metode mempermudah mesin pencari mengindeks berkas blog kita. Walau sebenarnya keduanya sama saja menurut saya.

Pertama adalah menggunakan ‘ping service’, pemilik blog WordPress dapat menemukan ini melalui halaman wp-admin/options-writing.php yang berisi daftar update service. Misalnya blog ini menggunakan beberapa layanan pembaruan yang masuk dalam daftar, antara lain:

http://rpc.pingomatic.com/
http://ping.amagle.com/
http://ping.bitacoras.com
http://ping.blo.gs/
http://ping.bloggers.jp/rpc/
http://ping.blogmura.jp/rpc/
http://ping.cocolog-nifty.com/xmlrpc
http://ping.exblog.jp/xmlrpc
http://ping.feedburner.com
http://ping.myblog.jp
http://ping.rootblog.com/rpc.php
http://ping.syndic8.com/xmlrpc.php
http://ping.weblogs.se/
http://pingoat.com/goat/RPC2
http://www.popdex.com/addsite.php
http://rcs.datashed.net/RPC2/
http://rpc.blogbuzzmachine.com/RPC2
http://rpc.blogrolling.com/pinger/
http://rpc.icerocket.com:10080/
http://rpc.weblogs.com/RPC2
http://www.snipsnap.org/RPC2
http://trackback.bakeinu.jp/bakeping.php
http://topicexchange.com/RPC2
http://www.weblogues.com/RPC/
http://xmlrpc.blogg.de/
http://1470.net/api/ping
http://xping.pubsub.com/ping/
http://rpc.pingomatic.com/
http://blogcast.simplaris.com/ping/592b62a52cbfcf6dc43f7e4b998b6393/
http://rpc.technorati.com/rpc/ping
http://ping.feedcat.net/175589-301352-100103

Tentu saja daftar layanan ini tidak baku, tergantung layanan pihak ketiga yang Anda gunakan – dan mungkin kebanyakan daftar di atas tidak tersedia lagi untuk blog ini. Sementara jika tidak perlu terlalu banyak, maka gunakan beberapa saja, Manvahana misalnya – hanya menggunakan dua layanan standar, yaitu:

http://rpc.pingomatic.com/
http://rpc.odiogo.com/ping/

Karena hanya memang kedua layanan itu yang digunakan oleh blog tersebut. Selain dari mesin blog terkait (WordPress, Blogspot dan lain sebagainya) ‘ping service’ juga bisa diatur oleh layanan pihak ketiga, semisal Feedburner, atau jejaring sosial seperti Plurk dan Twitter.

Cara yang lain yang tidak jauh berbeda dengan ‘ping service’ adalah menggunakan layanan webmaster di masing-masing mesin telusur. Beberapa layanan webmaster memberikan pilihan untuk mengajukan halaman peta situs atau arsip situs ke dalam penyetelan yang sepertinya akan memberikan prioritas pada mesin crawl untuk melakukan pembaruan indeks berkala pada halaman tersebut.

Saya rasa ini sudah lebih dari cukup untuk membuat indeks blog pada mesin telusur. Sisanya, ya seperti apa yang narablog kerjakan – yaitu menulis konten bermutu (ah, tentunya tidak bisa disamakan masing-masing selera tiap narablog tentang konten bermutu).