Novel Sovereign of the Three Realms

Salah satu karya menarik dari Lí tiān (Bajak Langit) adalah Sānjiè dú zūn (Penguasa Tiga Loka) atau dalam terjemahan bebas bahasa Inggris yang populer di kalangan penggemar sering disebut dengan judul Sovereign of the Three Realms (SOTR). Novel SOTR menurut saya adalah salah satu xanxia yang paling renyah untuk dibaca sehari-hari.

SOTR berkisah tentang tokoh utama Jiang Chen, putra dari Kaisar Langit – Maharaja Kahyangan. Tanpa sengaja bereinkarnasi ke dalam raga seorang putra bangsawan yang tidak disukai banyak orang. Dari sini dia memulai perjalanan hidupnya yang keras untuk menghadapi semua rintangan dan tantangan.

Tidak ada orang, pendekar, tabib yang bisa mengatakan diri mereka jenius di hadapan Jiang Chen, oleh karena tidak ada yang lebih memahami isi serta misteri langit dibandingkan putra kaisar langit. Slogannya, “Jenius? Siapa yang mendampingiku akan kutinggikan, dan mereka yang menghalangiku akan menemukan tempat di neraka.”

Novel berseri sebanyak 24 buku ini cukup memikat saya. Dan ketika saya merencanakannya hanya untuk mengisi waktu luang, ternyata justru cukup asyik dibaca dalam beberapa bulan terakhir.

Continue reading →

Iklan

The Irregular at Magic High School

Salah satu serial anime yang selesai saya tonton minggu lalu adalah Mahouka Koukou no Rettousei, yang merupakan adaptasi dari novel pendek karya Satou Tsutomu. Berkisah tentang kakak beradik yang memiliki latar cukup pelik memasuki sekolah sihir, dan hingga sejumlah 26 episode musim pertama belum terungkapkan semua.

Tentu saja sekolah sihir di sini tidak seperti Hogwarts yang lekat dengan karakter populer Harry Potter, melainkan sekolah sihir yang memang tampak seperti sekolah (atau kampus) biasanya dengan banyak teknologi modern di dalamnya. Sehingga kita sedang diajak untuk melihat kemungkinan sihir modern ke dalam daya khayal kita. Continue reading →

Brave

Brave adalah film animasi terbaru dari Disney dan Pixar yang mengambil latar di era Skotlandia tempo dulu, saat mitos dan legenda dimulai. Karena sejumlah masukkan dari teman-teman di Facebook, saya memilih menonton Brave, sebelumnya ada juga pertimbangan menonton Madagaskar 3. Namun karya Pixar tidak ingin dilewatkan jika bisa.

Sore itu saya datang ke Empire XXI dan memesan tiket 30 menit sebelum pertunjukkan terakhir, rupanya banyak kursi yang kosong. Brave diawali dengan film pendek dari Pixar, dan ini adalah bonus yang tidak ternilai. Kali ini adalah “La Luna” yang saat munculnya perahu kecil itu saya sudah tebersit pemikiran akan “Sang Rembulan”. Film pendek karya Enrico Carsarosa ini memenuhi layar selama hampir 7 menit dengan keajaiban-keajaiban imiganiasinya. Continue reading →