Kuota Internet pada Ponsel

Sebenarnya saya berencana menyingkirkan ponsel dan menggantikannya dengan telepon rumah saja. Karena saya juga jarang menelepon dan mengangkat telepon. Tapi belakangan ini ada hal yang membuat saya mengurungkan niat saya itu. Pertama banyak aplikasi formal maupun non-formal yang mensyaratkan adanya isian nomor seluler, dan yang kedua ponsel yang saya gunakan membantu saya menjadi lebih produktif, bukan sekadar bermain jejaring sosial atau game saja.

Saya masih menggunakan kartu GSM dari Indosat, sementara kartu CDMA dari Smartfren rencananya akan saya hentikan setelah sekitar 10 tahun saya gunakan. Alasannya sederhana, Smartfren dulu saya pakai untuk mengakses data terutama jaringan BlackBerry, namun sekarang BlackBerry Messenger sudah ada di mana-mana dan lebih murah tanpa menggunakan paket BIS, sementara harga jual paket Internet dari Smartfren semakin mahal – sehingga saya tidak memiliki alasan untuk memperpanjang penggunaan nomor tersebut kecuali kasihan karena sudah lama menemani saya. Continue reading →

Kembali untuk Pergi

Sudah lama sekali saya tidak menulis di sini, dan memang kebetulan banyak sekali yang terjadi – termasuk notebook saya yang mesti rawat inap selama beberapa minggu karena memang sudah jadwal rutinnya untuk masuk bengkel. Untung saja kualitas servisnya memuaskan, jika tidak pasti bakal kecewa sudah berpisah sekian lama.

Nah, saya cuma mau “nongol” sebentar saja, karena masih cukup sibuk mengurus perpindahan ke Tuban akhir bulan ini. Tampaknya batal di Banyuwangi. Jadi dari tadi siang sudah mengirim barang dan kendaraan via Elteha, karena sementara itu yang paling murah biaya pengiriman yang saya tahu untuk area angkut Yogyakarta – Tuban. Continue reading →

Mencicipi Koneksi EVDO Rev.B dengan Haier CE81B Smartfren

Saya ingin menguji kecepatan lalu lintas data EVDO Rev.B yang dibanggakan oleh Smartfren saat ini melalui modem Haier CE81B. Dikatakan bahwa jaringan EVDO Smartfren bisa mencapai unduh 14,7 Mbps atau sekitar 1,8x MB/s – ini bukan kecepatan yang rendah (secara teori), meskipun untuk ukuran tarif tentu saja cukup mahal.

Saya mencobanya dengan menggunakan notebook bersistem operasi Linux openSUSE, area Yogyakarta, pada jam lalu lintas data yang padat (petang), dan jaringan nirkabel dengan 3G/3.75G Wireless N Router TL-MR3420. Artinya, saya mencolokkan modem CE81B ke Router TL-MR3420 untuk diputar-nomor, lalu diubah menjadi jaringan WiFi yang diterima di notebook saya. Ini karena saya malas berurusan dengan sistem wvdial di Linux. Continue reading →

Masalah Modem USB pada Ubuntu 12.04 LTS

Pasca rilis Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin, saya pun melakukan peningkatan distro ini pada notebook Acer TM 6293 saya dari sebelumnya versi 11.10 Oneiric Ocelot. Tidak ada masalah selama proses peningkatan untuk versi 32-bit ini, meski saya juga menjumpai laporan masalah untuk versi 64-bit. Tampilan yang tidak berbeda jauh, dan Unity yang sudah lebih baik, saya rasa menjadi sentuhan tersendiri pada distro baru ini.

Bagi mereka yang menginginkan versi stabil, maka Ubuntu 12.04 LTS secara teori akan memberikan pemenuhan ini – karena dukungannya yang cukup panjang selama 5 tahun. Meski mungkin tidak sepanjang dukungan Tumbleweed yang dimiliki openSUSE, tapi layak untuk dicoba. Permasalahannya adalah, Ubuntu terbaru ini memiliki kegagalan dalam mendukung Modem USB dengan baik. Continue reading →

Yang Aneh dengan EVDO Smartfren di Jogja

Belakangan ini saya menemukan ada sesuatu yang aneh dengan jaringan EVDO Smartfren di Jogja, sekitar 2 atau 3 hari setelah saya membeli modem SpeedUp CDMA tanggal 14 November yang lalu. Hal ini bertepatan juga dengan mulai bisa digunakannya kembali nomor Mobi saya pada modem lama, dan tampaknya saringan Internet Sehat Mobi juga sudah diangkat.

Yang aneh adalah, jaringan EVDO Smartfren tidak bisa digunakan dalam tempo waktu lama. Kecepatan mengunduhnya yang hingga di atas 40 KB/s (384 kbps) itu hanya bertahan beberapa saat dan sangat tidak stabil, bahkan tidak sampai mampu mengunduh data 10 MB, baik secara langsung maupun tidak, jaringan langsung putus.

Continue reading →

Pindah Modem Sementara Waktu

Entah mengapa modem lawas saya bermasalah, modem Pantech PX-500 yang berisi nomor MOBI hanya bisa terhubung namun tidak bisa melakukan selancar di Internet. Namun anehnya masih bisa untuk streaming radio daring dan update antivirus, tapi tidak bisa menjelajah ke halaman manapun dan mendapatkan galat bahwa DNS tidak ditemukan. Saya sudah melaporkan permasalahan ini pada pihak Smartfren, namun hanya dibalas via sms di modem bahwa masalah sudah diatasi, namun saya sendiri tidak melihat ada perbaikan. Mungkin minggu ini saya akan bawa modem tersebut ke galeri Mobile-8 atau Smartfren terdekat.

Sementara ini saya akhirnya terpaksa menggunakan modem cadangan, sebenarnya saya ingin menggunakan Huawei E220 lawas saya, tapi malas karena tidak ada kartu GSM yang “nyaman” belakangan ini. Akhirnya saya mencari modem SpeedUp SU-7300 yang menggunakan Opera Software dengan paket kartu Smartfren nomor lokal Yogyakarta di dalamnya..

Continue reading →

Menutup Proyek Linux

Bulan ini sebenarnya ada banyak distribusi Linux yang saya coba, namun beberapa hal membuat saya terpaksa mengurungkan niat itu hingga beberapa waktu yang tak terbatas. Saat ini kecepatan mengunduh Smartfren Connex hanya berkisar  20 KiB/s, dan maksimal 40 KiB/s (setara dengan 156 kbps sampai 384 kbps). Dan juga penutupan akses torrent membuat saya tidak bisa mengunduh dengan baik.

Sangat berbeda dengan saat masih berada dalam payung Mobi dulu, kecepatan dapat mencapai 200 KiB/s setara dengan 1,3 Mbps. Saya rasa karena semakin banyaknya pengguna Smartfren, tidak hanya yang menggunakan modem, namun juga banyak perangkat Androids (baik yang legal maupun dari pasar gelap) yang menggunakan jaringan ini.

Continue reading →