Pembaca ePub di Komputer dan Gawai

Membaca adalah hal yang menyenangkan, ada banyak sekali karya tulis baik fiksi maupun non-fiksi yang siap dilahap bagi mereka yang menyukainya. Literatur ini dapat kita peroleh setidaknya melalui dua bentuk, satu adalah wujud fisik sebagai buku yang kita beli di toko-toko buku, disewa di penyewaan buku, atau dibaca di perpustakaan; lainnya adalah dalam bentuk digital, di mana buku elektronik atau dikenal sebagai ebook dibaca melalui komputer/laptop, atau gawai seperti komputer tablet dan ponsel cerdas pun gawai khusus pembaca buku elektronik.

Membaca buku melalui gawai khusus pembaca buku. Sumber gambar: publishdrive.com.

Continue reading →

Iklan

Navigasi Suara via Smartphone

Bagi pengguna sepeda motor untuk bepergian ke mana pun, navigasi kadang bukan hal yang paling penting, namun dengan navigasi saya merasa terbantu untuk sejumlah hal. Misalnya, oleh karena saya bisa bepergian ke dan dari rumah lebih dari dua kali sehari, kadang saya menjadi lupa ke arah mana saja harus menuju.

Kadang saya harus menuju tempat A, tapi entah mengapa di jalan saya justru kadang menuju tempat B. Terutama ketika ada hari di mana jadwal tiba-tiba berubah yang seharusnya saya ke tempat A berubah ke tempat B atau sebaliknya.

Oleh karena adanya himbauan yang melarang menempatkan GPS pada sepeda motor karena dianggap aksesori yang membahayakan keselamatan berlalu-lintas. Maka pilihan yang bisa diambil adalah dengan mengandalkan navigasi suara (voice navigation) tanpa melihat peta navigasi itu sendiri.

Saya membandingkan sejumlah aplikasi yang bisa saya gunakan, di antaranya adalah BlackBerry Maps, Waze, HERE Maps, dan Google Maps.

Continue reading →

Melirik Samsung Galaxy S8

Mungkin sudah hampir menjelang lima tahun saya menggunakan ponsel Samsung Note 2 sebelum kemarin beralih ke BlackBerry Passport Dallas. Perkembangan teknologi ponsel semakin menjanjikan sebuah bukaan akan masa depan yang lebih praktis.

Saya hanya sekadar melihat iklan Samsung Galaxy S8 dan melihat apa yang menjadi tren pada ponsel pintar saat ini. Dan tentu saja mereka tidak menunjukkan kemampuan mengirim SMS atau menerima telepon, tapi lebih pada kemampuan ekstra.

Ada beberapa hal yang menjadi standar baru walau sudah dimulai sejak lama. Misalnya infinity display, intelligent voice assistance, virtual reality support, water resistant, improved overal user experience. Dan semua itu datang dengan harga yang ‘pantas’.

Tentu saja kemudian saya bisa menyimpulkan bahwa fitur ini hanya bisa diakses oleh mereka yang beranggaran lebih untuk menikmatinya. Saya sendiri pada akhirnya cukup puas dengan BlackBerry, karena berlawanan dengan tren saat ini, saya memilih apa yang saya butuhkan dibandingkan apa yang saya inginkan dari sebuah tren.

Dan Samsung memang menyenangkan digunakan (khusus untuk ponsel berbandrol di atas lima juta rupiah), untuk investasi jangka panjang, saya rasa masih tetap sangat layak.

Alasan Memilih dan Ulasan BlackBerry Passport Silver Edition

Beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang hendak mengganti ‘legacy smartphone’ Samsung Galaxy Note 2 dengan telepon baru karena mulai mengalami masalah ‘macet’ berulang. Saya mempertimbangkan sejumlah hal, dan akhirnya memutuskan mengambil BlackBerry Passport Silver Edition, salah satu generasi terakhir BlackBerry yang masih menggunakan BlackBerry OS sebelum beralih ke sistem operasi Android sejak era Priv yang kemudian mungkin akan diteruskan ke Mercury.

Perlu digarisbawahi bahwa saya memilih BlackBerry ini sebagai pengganti telepon, bukan sebagai pengganti Android. Karena bagaimana pun juga, BlackBerry tidak bisa menggantikan Android. BlackBerry OS merupakan sistem operasi yang telah ditinggalkan, dan hanya dipertahankan ala kadarnya. Continue reading →

BlackBerry ‘Mercury’ Sepertinya Menarik

Ponsel ‘pintar’ Samsung Galaxy Note II yang saya pegang tahun ini akan berusia 5 tahun, dan mulai menunjukkan penurunan performa yang terasa mengganggu penggunaannya secara nyata. Saya masih belum berpikir untuk menggantinya, tapi melihat beberapa pengganti alternatif tentunya tidak masalah bukan?

Salah satu yang menarik adalah BlackBerry Mercury yang baru terintip di CES 2017. Sayangnya belum ada keterangan mengenai teknologi di baliknya, atau pun bocoran harga di pasaran. Tapi wajahnya sudah terpampang di sejumlah media.

Saya tidak memerlukan ponsel untuk bermain video game, tapi menjalankan sejumlah aplikasi kalkulasi, mengetik dan sebagainya adalah yang sebagian besar saya habiskan di ponsel. Selain meramban sejumlah halaman Web tentunya. Dan tentunya semua itu bisa berjalan dengan lancar.

BlackBerry Mercury memiliki keypad fisik dan berbasis Android. Saya tidak memiliki masalah dengan sistem operasi. Namun saya tertarik pada keypad fisik. Karena memberikan sensasi yang lebih nyata ketika mengetik di ponsel.

Yang membuat saya ragu dengan BlackBerry umumnya adalah layanan purna jual. Jika terjadi kerusakan, di mana dapat memperbaikinya. Tidak seperti Samsung atau Asus yang memiliki tempat servis resmi di kota kota besar di Indonesia. BlackBerry sejak era RIM tidak memiliki tempat servis resmi setahu saya, hanya perwakilan dari distributor saja. Ini benar-benar tidak mengenakan.

Android dengan keypad fisik? Jika nanti ternyata menarik, mungkin saya akan mempertimbangkan untuk memilikinya.

Pokémon GO -Antara Imajinasi dan Realita

Apakah Anda sudah bermain Pokémon GO? Aplikasi ini tersedia di Play Store milik Android, dan juga Apple Store di iOS. Sayangnya, ketika saya mencoba mencari di ponsel Android, aplikasi ini belum tersedia (dikatakan perangkat tidak sesuai jika diakses melalui web). Ternyata permainan Pokémon GO belum tersedia di Indonesia secara resmi. Wah, sayang ya.

Padahal iklannya dari setahun yang lalu, aplikasi ini sudah banyak yang menunggu-nunggu. Bagaimana tidak, iklannya sangat menarik menggabungkan antara imajinasi dan kenyataan yang dalam bahasa kerennya disebut virtualitas.

Continue reading →

Keluarga Asus Zenfone 3

Sepertinya baru saja kemarin melihat keluarnya keluarga Zenfone 2, kini ternyata Asus sudah mengeluarkan keluarga Zenfone 3 – termasuk seri Deluxe dan Ultra yang memiliki kapasitas penyimpanan hingga 128 GB, dan memori hingga 6 GBRAM. Saya tidak heran jika smartphone era ini juga sudah memiliki kemampuan menangkap gambar hingga FullHD, sangat berbeda dengan telepon genggam jadul.

Continue reading →